Recent Posts

25 February, 2010

Segala sesuatu mendatangkan kesempurnaan Kristus

Roma 8:28-32

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan itu bukanlah kebaikan seperti, "Oh karena mobil saya ditabrak (sesuatu yang buruk) kemudian asuransi menganti mobil saya dengan yang baru (sesuatu yang baik) -- Hal tersebut adalah karunia umum, orang yang bukan percaya Kristus pun dapat mengalami, karena kebaikan bagi manusia adalah relatif, kebanyakan kita memikirkan kebaikan bagi kehidupan kita, yaitu sesuatu yang menguntungkan, jadi ketika kita mengalami penderitaan kita selalu mengharapkan kebaikan yang kita akan dapat setelah hal itu terjadi. Jadi motivasi pengharapan kita ujung-ujungnya hanyalah berorientasi kepada diri sendiri.

Jika kita sebagai orang yang dikasihi Tuhan dan dipilih oleh Tuhan, segala sesuatu terjadi dalam kehidupan kita adalah semata-mata untuk kebaikan kita, yaitu untuk menjadi serupa dengan gambarNya, dan kebanyakan melalui penderitaanlah maka kita dapat menjadi sempurna serupa dengan gambar Kristus. Paulus justru lebih menekankan mengenai yang buruk ketimbang yang baik, kalau kita membaca konteks dari pasal 8. Penderitaan tersebut mungkin kehilangan pekerjaan kita, kehilangan sahabat kita, kehilangan pasangan kita, kehilangan anak kita, kehilangan harta kita, kehilangan apapun juga yang menghentikan kita untuk menjadi serupa seperti Kristus.

Jadi bila kita menderita hari ini atau bahkan saya percaya setiap hari kita akan menderita selama ada di dunia ini dalam hal kecil maupun besar, bersyukurlah karena melalui penderitaan tersebut kita yakin bahwa Allah bertujuan supaya kita menjadi serupa dengan gambarNya.

"There is no greater mercy that I know of on earth than good health except it is sickness, and that has often been a greater mercy to me than health." CH Spurgeon

Artikel sebelumnya "Segala Sesuatu Mendatangkan Kebaikan"

19 February, 2010

Kalau Bunuh Diri Masuk Neraka Tidak?

Kalau Orang Kristen bunuh diri masuk neraka atau surga? Yah pasti neraka dong, kalau dia memang orang Kristen tidak mungkin bunuh diri. Apakah benar pernyataan seperti ini? Apakah memang surga dan neraka ditentukan dari perbuatan manusia, kalau saya bunuh diri berarti sudah pasti masuk neraka, kalau tidak bunuh diri mungkin ada kemungkinan masuk surga. Jadi manusialah yang membuat standarisasi berdasarkan hal tersebut. Dapatkah seorang yang sudah dipilih Tuhan bunuh diri?

Bunuh diri adalah satu hal yang kompleks, bunuh diri adalah hal yang keji di hadapan Allah, sama dengan halnya membunuh orang lain, sama dengan membenci semuanya adalah dosa di hadapan Allah.

I Yohanes 3:15 "Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya."

Jadi apakah semua orang yang membenci saudaranya masuk neraka? Akhirnya ujung-ujungnya kitalah yang membuat peraturan-peraturan, kalau buat ini masuk neraka, kalau buat itu masuk surga. Padahal sudah jelas bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari Kasih Kristus yaitu AnugrahNya di atas kayu salib menebus dosa kita, bahkan kematian sekalipun tidak akan dapat memisahkan kita, kalau memang kenyataannya kitalah orang-orang yang menjadi pilihan Allah (Roma8:38-39)

Jadi bagaimana dengan 1 Korintus 3:16-17 dikatakan: "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu."

Bukankah Rasul Paulus sedang membicarakan membinasakan bait Allah? Tapi apakah tentang bunuh diri? Bagaimana dengan halnya minum alcohol yang merusak otak atau rokok yang merusak kesehatan, bahkan yang samar-samar seperti minum kopi merusak jantung.

Mari kita lihat orang-orang yang bunuh diri dalam Alkitab.

1. Saul (1 Samuel:31-4)
2. Pembawa Senjata Saul (1 Samuel:31-5)
3. Ahitofel (2 Samuel 17:23)
4. Zimri (1 Raja-raja 16:18)
5. Yudas (Matius 27:5)

Mereka semua adalah orang yang jahat dan berdosa (kita juga tidak ada bedanya), tapi kalaupun mereka masuk neraka bukan karena mereka membunuh diri tapi karena mereka menolak keselamatan dari Tuhan. Membunuh diri sama halnya mengambil peranan Allah dalam menentukan kematian bagi diri kita, tentu hal ini adalah kekejian bagi Allah.

Mungkin ada orang Kristen yang depresi sekali dalam hidupnya kemudian dia bunuh diri tapi bukan berarti dia tidak akan masuk ke surga dan diterima Bapa, karena pada akhirnya kita tidak berhak menentukan surga atau neraka. Tuhan sudah mati bagi dosa-dosa kita, karena cintaNya dia berkuasa menyelamatkan orang Kristen yang bunuh diri, dosa tersebut tidak dapat tidak ditebus oleh Allah, namun bukan berarti saya melegalkan bunuh diri, sudah jelas bahwa bunuh diri adalah pembunuhan, bedanya ketika kita membunuh orang lain kita masih hidup namun ketika membunuh diri kita, kita sudah tidak ada. Walaupun demikian saya mempunyai keraguan bahwa orang Kristen yang sejati akan bunuh diri, karena selalu ada pengharapan di dalam Kristus, namun saya tidak berhak menentukan surga neraka bagi mereka yang membunuh dirinya.

Saya diceritakan oleh teman tentang seorang misionari perempuan, saya berusaha mencari data-datanya tapi saat ini masih belum menemukan, tapi walaupun belum mari kita sama-sama pikirkan kejadian ini: "Ada seorang misionari perempuan, dia pergi menginjil kabar keselamatan ke pelosok-pelosok, dia cinta Tuhan dengan begitu sangat, sampai akhirnya dia ditangkap dan diberikan dua pilihan 1. Menyangkal Yesus 2.Dengan telanjang dan diarak ke jalanan, dua pilihan yang dia sangat sulit ambil, akhirnya dia membunuh dirinya. Apakah dia pasti masuk neraka? Tidak tahu. Jadi bunuh diri adalah hal yang sangat kompleks.

Memang jika kita bunuh diri mungkin kita tetap masuk surga atau masuk neraka, kalaupun kita tidak bunuh diri mungkin kita tetap masuk neraka atau masuk surga, namun maukah kita mengakhiri hidup kita yang terakhir dengan melakukan dosa? atau maukah kita hidup untuk Kristus dan menjadi berkat bagi orang lain?

Filipi 1:21-24
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

18 February, 2010

Chance is not a thing - It is nothing

“In a universe governed by God there are no chance events. Indeed, there is no such thing as chance. Chance does not exist. It is merely a word we use to describe mathematical possibilities. But chance itself has no power because it has no being. Chance is not an entity that can influence reality. Chance is not a thing. It is nothing.” RC. Sproul.

16 February, 2010

Bapa mana yang Anda pilih?

Kalimat ini saya kutip dari website Rich Dad Poor Dad, oleh tokoh terkenal Robert T. Kiyosaki.

One dad would say, "The love of money is the root of all evil." The other, "The lack of money is the root of all evil." Having two dads - and loving them both - forced me to think about, and ultimately choose, a way of thinking for myself.

Saya kurang setuju, kita tidak ada bisa memiliki 2 ayah, tidak mungkin kita mencintai Tuhan dan mencintai Mamon, untuk itulah Robert T. Kiyosaki menyelewengkan seolah-olah ajarannya benar dan bisa diterima oleh orang-orang Kristen, dengan memasukkan salah satu ayat Alkitab. 1 Timotius 6:10.

Berikut artikel-artikel mengenai apakah itu kemakmuran, cinta uang, dan beberapa penjelasan Alkitab mengenai cinta uang dan cinta Tuhan.

Teologia Kemakmuran

Siapakah yang lebih diberkati?

Mengucap syukurlah atas resesi ekonomi

Bendahara yang tidak jujur

Ajaran tentang kemakmuran mengelabui

Bolehkah orang Kristen menjadi kaya

Saingan Terbesar Yesus

Menjadi 'tuhan' atas diri sendiri

15 February, 2010

Restore to me the joy of your salvation

Psalms 51:12- Restore to me the joy of your salvation, and uphold me with a willing spirit.

People give way to sexual sin because they don’t have the fullness of joy and gladness in Christ.

Because when that joy fades I click on pornography.
When that joy fades I start cruising the neighborhood.
When that joy fades I get an itch for another woman. When that joy fades,
on and on and on...

Every sin on the outside is symptomatic of the absence of this joy.

J.Piper

Prayer for everyday Christian warfare: Oh God, teach me to taste and embrace the joy and gladness in You.