Recent Posts

20 May, 2013

Membuat Perjanjian Lama "masuk akal"

Mengapa Perjanjian Lama tetap dimasukkan sebagai Kitab Suci umat Kristiani? Banyak konsep-konsep yang sulit dimengerti, apalagi ketika Yesus Kristus sudah lahir, mati, bangkit dan naik ke surga. Apakah Perjanjian Lama masih relevan untuk umat Kristiani. Seringkali kita sebagai umat Kristen melupakan Perjanjian Lama, sehingga tidak sedikit dari kita yang enggan mempelajarinya.

Bagaimana kita membuat Perjanjian Lama lebih "masuk akal"? Mungkinkah sebenarnya Perjanjian Lama adalah satu bagian dari keutuhan karya keselamatan Allah untuk umat manusia di muka bumi ini? Buku di bawah ini saya anjurkan untuk Anda yang selalu bertanya-tanya mengapa Perjanjian Lama harus ada? Apakah signifikansinya? Selamat membaca.


According to Plan - Graeme Goldsworthy

The massive diversity and complexity of the Bible can make it a daunting project for anyone to tackle. Getting a grasp on the unity of the Bible, its central message from Genesis to Revelation, helps immensely in understanding the meaning of any one book or passage. That is the goal of this book by Graeme Goldsworthy.

Goldsworthy answers these questions with an integrated theology of both Old and New Testaments that avoids unnecessary technicalities. Concise, pithy chapters featuring dozens of charts, highlighted summaries and study questions make an enormously useful book for understanding how the Bible fits together as the unfolding story of God's plan for salvation.

15 March, 2013

Dipenuhi Roh Kudus


5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

5:21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Ayat-ayat di atas rasanya sudah tidak asing di telinga umat Kristiani, sering kali dipenuhi dengan Roh diartikan sebagai berkat yang kedua, padahal bukan itu yang dimaksudkan Paulus. Secara kontras Paulus memakai gambaran orang yang mabuk sehingga akan memimpin orang tersebut untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terkontrol, karena ketika kita mabuk oleh alkohol itulah yang terjadi, tidak ada kontrol lagi, tetapi ketika kita penuh dengan Roh, hidup kita "terkontrol" oleh Roh kudus.

Dalam bahasa aslinya, kata kerja 'penuh' di dalam bentuk imperative yaitu kata kerja perintah, sedangkan "berkata-kata", "bernyanyi", "mengucap syukur" dan "tunduk (merendahkan diri)"  adalah dalam bentuk participle.

Jadi keempat "participle" tersebut adalah bagian dari "penuh" dengan Roh, keempat "participle" tersebut menjelaskan apakah artinya dipenuhi oleh Roh Kudus, yaitu:

1. Berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
2. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
3. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
4. Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Sebaiknya keempat ayat tersebut dibaca seperti ini:

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu
tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh (yaitu)
  • dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
  • Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
  • Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
  • dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

08 March, 2013

Kami hanya manusia biasa

Sudah hampir memasuki minggu ke-4 di sekolah teologia. Suka duka sudah terasa di dalam perjalanan menimba ilmu untuk mengetahui lebih dalam lagi akan Tuhan. Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan kini mulai dibukakan satu persatu, seperti satu 'revelation' yang baru di dalam hati.

Semakin banyak kami sebagai pelajar di sekolah teologia, semakin kami menyadari kami masih tetap sama dengan orang lain, tidak ada suatupun yang dapat kami banggakan, kami tidak lebih baik dari orang-orang awam, kami masih manusia yang bergumul akan dosa-dosa kami. Bahkan masih banyak pertanyaan-pertanyaan di dalam hati kami yang mungkin dapat 'mengoncang' iman kami. Tetapi kami percaya bahwa Tuhan sumber segala kasih karunia akan menolong sampai kesudahannya.

Justru semakin kami belajar akan Firman Tuhan, semakin kami harus mengenal betapa bobroknya kami, seorang pendosa yang membutuhkan kasih karunia, dan mengenal Allah yang Maha Kudus sehingga Dia harus mengirimkan AnakNya Yesus Kristus untuk mati di atas kayu salib, mati, dikuburkan, bangkit dan naik ke surga, sehingga kita manusia penuh dosa dielakkan dari murka Allah, digantikan oleh Kristus dan masuk di dalam Kristus untuk bersekutu dengan Allah yang Maha Kudus.

Terima kasih Tuhan atas kasih karuniaMu di dalam Kristus. Amin.

10 February, 2013

Jabat tangan

Kenapa yah setiap selesai kebaktian Minggu selalu ada jabat tangan dengan Pendeta di pintu keluar gereja, khususnya di gereja-gereja Indonesia juga gereja-gereja Indonesia yang di luar negeri, saya belum mencari tahu apakah ini juga ada di gereja non-Indonesia.

Saya tidak tahu sih apa yang menjadi latar belakang jabat tangan setelah kebaktian minggu. Mungkin hal ini dipengaruhi olah kebudayaan orang Asia yang lebih kekeluargaan. Memang cukup baik juga apalagi kalau jumlah jemaatnya masih sedikit, tapi kalau sudah banyak apakah hal tersebut masih relevan?

Ada yang merasa kalau tidak jabat tangan pendeta rasanya kurang afdol, atau ada juga yang merasa kalau tidak jabat pendeta nanti bisa dikirim tim pembesuk. Sedangkan yang menjabat tangan juga (Pendeta, majelis atau siapapun yang berdiri di pintu keluar gereja) jangan sampai menjadi satu formalitas, tidak sedikit orang menjabat tangan tapi matanya tidak melihat mata orang yang dijabat, kalau memang seperti itu lebih baik tidak usah dilakukan.

28 January, 2013

Gue pesimis

Gue pesimis untuk tetap bisa mempertahankan iman sampai kesudahan, tetapi Tuhan sangat optimis akan hal itu. Terima kasih Tuhan.