Recent Posts

15 March, 2013

Dipenuhi Roh Kudus


5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

5:21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Ayat-ayat di atas rasanya sudah tidak asing di telinga umat Kristiani, sering kali dipenuhi dengan Roh diartikan sebagai berkat yang kedua, padahal bukan itu yang dimaksudkan Paulus. Secara kontras Paulus memakai gambaran orang yang mabuk sehingga akan memimpin orang tersebut untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terkontrol, karena ketika kita mabuk oleh alkohol itulah yang terjadi, tidak ada kontrol lagi, tetapi ketika kita penuh dengan Roh, hidup kita "terkontrol" oleh Roh kudus.

Dalam bahasa aslinya, kata kerja 'penuh' di dalam bentuk imperative yaitu kata kerja perintah, sedangkan "berkata-kata", "bernyanyi", "mengucap syukur" dan "tunduk (merendahkan diri)"  adalah dalam bentuk participle.

Jadi keempat "participle" tersebut adalah bagian dari "penuh" dengan Roh, keempat "participle" tersebut menjelaskan apakah artinya dipenuhi oleh Roh Kudus, yaitu:

1. Berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
2. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
3. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
4. Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Sebaiknya keempat ayat tersebut dibaca seperti ini:

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu
tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh (yaitu)
  • dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
  • Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
  • Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
  • dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

08 March, 2013

Kami hanya manusia biasa

Sudah hampir memasuki minggu ke-4 di sekolah teologia. Suka duka sudah terasa di dalam perjalanan menimba ilmu untuk mengetahui lebih dalam lagi akan Tuhan. Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan kini mulai dibukakan satu persatu, seperti satu 'revelation' yang baru di dalam hati.

Semakin banyak kami sebagai pelajar di sekolah teologia, semakin kami menyadari kami masih tetap sama dengan orang lain, tidak ada suatupun yang dapat kami banggakan, kami tidak lebih baik dari orang-orang awam, kami masih manusia yang bergumul akan dosa-dosa kami. Bahkan masih banyak pertanyaan-pertanyaan di dalam hati kami yang mungkin dapat 'mengoncang' iman kami. Tetapi kami percaya bahwa Tuhan sumber segala kasih karunia akan menolong sampai kesudahannya.

Justru semakin kami belajar akan Firman Tuhan, semakin kami harus mengenal betapa bobroknya kami, seorang pendosa yang membutuhkan kasih karunia, dan mengenal Allah yang Maha Kudus sehingga Dia harus mengirimkan AnakNya Yesus Kristus untuk mati di atas kayu salib, mati, dikuburkan, bangkit dan naik ke surga, sehingga kita manusia penuh dosa dielakkan dari murka Allah, digantikan oleh Kristus dan masuk di dalam Kristus untuk bersekutu dengan Allah yang Maha Kudus.

Terima kasih Tuhan atas kasih karuniaMu di dalam Kristus. Amin.