Recent Posts

24 July, 2013

Janji dan Hukum di Perjanjian Lama

"Kamu harus menjadi kepala dan bukan ekor", begitulah kata-kata yang terngiang-ngiang di telinga banyak orang Kristen. Kedengarannya seperti kata-kata motivasi, tetapi ini memang janji Tuhan kepada  bangsa Israel. Tapi apakah Janji ini masih berlaku di zaman ini? Kalaupun iya, apakah bentuknya? Apakah berarti kita semua akan menjadi kepala dalam arti memimpin, seperti mungkin menjadi seorang manajer di perusahaan?

Kalimat tersebut dilanjutkan "Kamu akan terus naik dan tidak turun". Definisi naik itu apa? Apakah berarti kita akan berada di atas masalah? Atau berarti kehidupan kita akan selalu menuju ke puncak, baik dari karir, keluarga dan segalanya? Tapi apakah mungkin janji Tuhan kepada Israel waktu itu bukanlah untuk kita, walaupun memang kita adalah Israel yang sejati sebagai orang Kristen. Ataukah kita yang kerapkali menerjemahkan ayat-ayat Alkitab di Perjanjian Lama untuk kepentingan pribadi kita.

Bukankah kita seringkali tidak konsekuen? Di satu pihak kita mau janji-janji yang baik di Perjanjian Lama, tetapi ketika Hukum dibacakan, kita akan begitu cepatnya berkata "Hukum Taurat sudah dipenuhi di Yesus Kristus, untuk itu tidak revelan lagi". Sedangkan tidak pernah kita akan berkata janji-janji di Perjanjian Lama sudah dipenuhi di dalam Kristus. Ataupun jikalau kita berkata sudah dipenuhi di dalam Kristus, bukankah Kristus sudah lebih dari cukup daripada janji untuk menjadi kepala bukan ekor? untuk tetap naik dan tidak turun? (itupun kalau memang ayat tersebut sepatutnya diterjemahkan secara gamblang)

Hmm....

0 comments:

Post a Comment