Recent Posts
23 August, 2013
I'm not anxious about my life
Posted by
Anton Triyanto
I'm not anxious about my life
But about consuming luxurious food
And putting splendour clothes
For I feel they are more than life
For I see they are more than body
I'm not anxious of not getting what I need
But of not receiving what I want
Save me from this idolatrous eyes!
Deliver me from this gluttonous insides!
Thus this anxiety will fade away
13 August, 2013
Membatasi akses internet
Posted by
Anton Triyanto
Pornografi. Sesuatu yang tentu tidak asing di telinga, namun jarang sekali dibicarakan dan bahkan seringkali disembunyikan di bawah keset kaki. Saya teringat pertama kali sulitnya saya untuk dapat mengaksesnya ketika masih remaja. Di saat itu akal bulus sangat diperlukan agar tidak tertangkap basah waktu mengakses hal tersebut. Bahkan ketika pindah ke Australia—negara yang lebih bebas dari Indonesia—mengkonsumsi hal tersebut tidaklah mudah, karena orang akan melihat ketika saya masuk ke convenience store dan membeli “majalah” berisi hal tersebut.
Berbeda sekali dibandingkan di abad ke-21 ini, di mana segala sesuatu dapat diakses hanya dari sebuah smartphone. Terlebih dari itu, di manapun Anda mau, Anda dapat mengaksesnya—bahkan di dalam lemari baju Anda yang tertutup rapat, walaupun itu tergantung kuatnya signal mobile Anda—tanpa kuatir seorang akan mengetahuinya.
Tidak sedikit artikel yang telah membahas betapa buruknya hal tersebut, bagaimana cara menanggulanginya, bagaimana berperang melawannya. Namun, di kesempatan ini saya hanya menyuguhkan satu saran untuk membatasi akses internet smartphone Anda. Tentu ini bukanlah jawaban dari masalah tersebut, tetapi setidaknya hal ini dapat menghentikan akses Anda ketika Anda sedang seorang diri, dalam ruangan yang terkunci rapat.
Banyak orang beragumentasi bahwa dengan membatasi akses internet, maka kita tidak akan belajar mengenai penguasaan diri. Menjawab hal tersebut, justru karena saya tidak terlalu percaya bahwa saya bisa menguasai diri, untuk itulah saya membatasi akses smartphone saya. Tentunya saya tidak mau terdengar seperti seorang legalis yang berpikiran jika saya melakukan hal ini maka saya pasti terbebas dari hal tersebut. Tentu tidak. Tentu Tuhanlah yang dapat menolong kita dari masalah tersebut, tetapi saya percaya Dia dapat memakai banyak cara.
Heath Lambert dalam bukunya—Finally Free—menyebutkan setidaknya 8 strategi yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi masalah tersebut. Salah satu di antaranya adalah membuat langkah-langkah radikal, saya pikir saran yang akan saya berikan adalah salah satu langkah radikal yang mungkin Anda dan kita bisa lakukan.
Saran saya adalah, untuk membatasi sebagian akses internet smartphone Anda dengan menaruh software yang bernama Covenant Eyes ($8.99/bulan). Software ini mendeteksi websites apa saja yang Anda sudah jelajahi. Kemudian, software ini secara waktu berkala mengirimkan data tersebut kepada teman yang sudah Anda pilih. Teman Anda dapat menanyakan dengan penuh kesedihan: “Mengapa Anda menjelajahi situs Y pada hari Z”. Bahkan lebih baik jika Anda mengakuinya ke teman Anda sebelum teman Anda menanyakannya—berharap tentunya dengan satu penyesalan dan kesedihan juga. Dengan kedua hal di atas, saya berharap percakapan dari hati ke hati dapat terjadi. Hal ini bukan untuk melihat rendah atau menjatuhkan Anda, melainkan untuk membantu Anda dari masalah Anda.
Jika Covenant Eyes terlalu mahal bagi Anda, mungkin alternatif yang lain adalah membatasi akses internet Anda sepenuhnya. Bila Anda memakai iPhone, Anda dapat meminta tolong teman Anda untuk mengaktifkan Parental Controls—mematikan Safari dan Installing Apps. Dengan demikian, Anda sama sekali tidak dapat mengakses websites dari smartphone Anda, di manapun Anda berada. Maukah Anda membatasi akses internet di smartphone Anda? Atau Anda sedang membaca tulisan ini di lemari baju yang terkunci rapat?