Recent Posts

27 July, 2010

Jesus is not a new butler

Millions of nominal Christians have never experienced a fundamental alteration of that foundation of happiness. Instead they have absorbed the notion that becoming Christian means turning to Jesus to get what you always wanted before you were born again. So, if you wanted wealth, you stop depending on yourself for it, and by prayer and faith and obedience you depend on Jesus for wealth. If you wanted to be healthy, you turn from mere human cures to Jesus as the source of your health. If you wanted to escape the pain of hell, you turn to Jesus for the escape. If you wanted to have a happy marriage, you come to Jesus for help. If you wanted peace of conscience and freedom from guilt feelings, you turn to Jesus for these things.
In other words, to become a Christian, in this way of seeing things, is to have all the same desires you had as an unregenerate person—only you get them from a new source, Jesus. And he feels so loving when you do. But there’s no change at the bottom of your heart and your cravings. No change in what makes you happy. There’s no change in the decisive foundation of your joy. You just shop at a new store. The dinner is still the same; you just have a new butler. The bags in the hotel room are still the same; you just have a new bellhop.

How much does God love this church ~ John Piper.

26 July, 2010

Rethinking Retirement

Finishing life to the glory of Christ means finishing life in a way that makes Christ look glorious. It means living and dying in a way that shows Christ to be the all-satisfying Treasure that he is. So it would include, for example, not living in ways that make this world look like your treasure. Which means that most of the suggestions that this world offers us for our retirement years are bad ideas. They call us to live in a way that would make this world look like our treasure. And when that happens, Jesus belittled.

John Piper - Rethinking Retirement Pg. 5

23 July, 2010

Aku tidak menyukai istriku lagi

Suami : Aku tidak menyukai istriku lagi !
Sahabat : Pulang dan cintailah dia!
Suami : Anda tidak mengerti aku, aku sudah tidak perasaan itu lagi!
Sahabat : Pulang dan cintailah dia!
Suami : Tetapi secara emosi aku berarti tidak jujur kalau aku memperlakukan istriku seperti itu, padahal aku tidak merasakannya.
Sahabat : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?
Suami : Tentu saja (dengan mantap )
Sahabat : Kira-kira 1 minggu setelah ibumu pulang dari Rumah Sakit dan membawamu pulang, dan kamu menangis menjerit-jerit di tengah malam karena popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yg dingin tanpa alas kaki untuk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh-sungguh menikmati itu semua?
Suami : Tidak (menunduk)
Sahabat : Kalau begitu. Apakah Ibumu secara emosi juga tidak jujur?

Ukuran besarnya cinta bukan karena dia menikmati mengganti popok di tengah malam, melainkan karena Ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tidak begitu menyukainya. Pernikahan tidak hanya didasari perasaan Cinta, lebih dari itu yaitu KOMITMEN.
Saat pertama seseorang menikahi istrinya pasti karena cinta, tetapi cinta yang menggebu-gebu akan padam seiring dengan berjalannya waktu. Hanya Komitmen yang membuat Cinta manggebu-gebu menjadi Cinta yang matang dan dewasa.

Lalu.. Apa yg disebut dg Cinta Sejati? Cinta sejati adalah cinta yg tdk memikirkan untung rugi, cinta yg rela berkorban demi seseorang yg dikasihinya. Inilah cinta yg harus diusahakan dalam setiap Pernikahan.

Ada orang berkata "aku cinta kamu".. berarti : "aku ingin memilikimu & biarlah kamu kumiliki" adalah cinta yang egois karena hanya bergantung pada perasaan seseorang. Sebab perasaan akan dimakan oleh waktu dan bisa saja perasaan ini muncul pada diri orang lain/pasangan orang lain.
Suasana hati mudah berubah, kondisi fisik semakin tua dan tidak menarik, komitmenlah yang menyelamatkan pernikahan.Berani melakukan sebuah "tindakan" baik dalam keadaan suka maupun tidak suka dan tetap mengasihi pasangan & mempertahankan Pernikahan yang telah Tuhan anugrahkan.

Source: Unknown

22 July, 2010

Jesus and Prosperity Gospel

20 July, 2010

Resentment

"Resentment is like taking poison and hoping the other person dies." Augustine of Hippo