Recent Posts

24 July, 2013

Janji dan Hukum di Perjanjian Lama

"Kamu harus menjadi kepala dan bukan ekor", begitulah kata-kata yang terngiang-ngiang di telinga banyak orang Kristen. Kedengarannya seperti kata-kata motivasi, tetapi ini memang janji Tuhan kepada  bangsa Israel. Tapi apakah Janji ini masih berlaku di zaman ini? Kalaupun iya, apakah bentuknya? Apakah berarti kita semua akan menjadi kepala dalam arti memimpin, seperti mungkin menjadi seorang manajer di perusahaan?

Kalimat tersebut dilanjutkan "Kamu akan terus naik dan tidak turun". Definisi naik itu apa? Apakah berarti kita akan berada di atas masalah? Atau berarti kehidupan kita akan selalu menuju ke puncak, baik dari karir, keluarga dan segalanya? Tapi apakah mungkin janji Tuhan kepada Israel waktu itu bukanlah untuk kita, walaupun memang kita adalah Israel yang sejati sebagai orang Kristen. Ataukah kita yang kerapkali menerjemahkan ayat-ayat Alkitab di Perjanjian Lama untuk kepentingan pribadi kita.

Bukankah kita seringkali tidak konsekuen? Di satu pihak kita mau janji-janji yang baik di Perjanjian Lama, tetapi ketika Hukum dibacakan, kita akan begitu cepatnya berkata "Hukum Taurat sudah dipenuhi di Yesus Kristus, untuk itu tidak revelan lagi". Sedangkan tidak pernah kita akan berkata janji-janji di Perjanjian Lama sudah dipenuhi di dalam Kristus. Ataupun jikalau kita berkata sudah dipenuhi di dalam Kristus, bukankah Kristus sudah lebih dari cukup daripada janji untuk menjadi kepala bukan ekor? untuk tetap naik dan tidak turun? (itupun kalau memang ayat tersebut sepatutnya diterjemahkan secara gamblang)

Hmm....

30 June, 2013

Semester satu selesai

Minggu lalu adalah minggu terakhir ujian di sekolah saya. Walaupun hasil dari ujian tersebut belum kelar, tetapi rasa lega di dada sudah terasa. Sekolah untuk mendalami Alkitab ternyata tidak semudah yang saya bayangkan—sulit malah. Apalagi bahasa pengantar yang dipakai adalah Bahasa Inggris. Tetapi setelah semester ini selesai (saya harap lulus "subjects" yang saya ambil lulus semua), saya mengucap syukur atas bimbinganNya selama semester pertama. Masih ada tujuh semester di depan yang harus ditempuh, berdoa agar saya selalu melihat kepada Kristus bukan kepada seberapa baik nilai yang harus saya capai.

20 May, 2013

Membuat Perjanjian Lama "masuk akal"

Mengapa Perjanjian Lama tetap dimasukkan sebagai Kitab Suci umat Kristiani? Banyak konsep-konsep yang sulit dimengerti, apalagi ketika Yesus Kristus sudah lahir, mati, bangkit dan naik ke surga. Apakah Perjanjian Lama masih relevan untuk umat Kristiani. Seringkali kita sebagai umat Kristen melupakan Perjanjian Lama, sehingga tidak sedikit dari kita yang enggan mempelajarinya.

Bagaimana kita membuat Perjanjian Lama lebih "masuk akal"? Mungkinkah sebenarnya Perjanjian Lama adalah satu bagian dari keutuhan karya keselamatan Allah untuk umat manusia di muka bumi ini? Buku di bawah ini saya anjurkan untuk Anda yang selalu bertanya-tanya mengapa Perjanjian Lama harus ada? Apakah signifikansinya? Selamat membaca.


According to Plan - Graeme Goldsworthy

The massive diversity and complexity of the Bible can make it a daunting project for anyone to tackle. Getting a grasp on the unity of the Bible, its central message from Genesis to Revelation, helps immensely in understanding the meaning of any one book or passage. That is the goal of this book by Graeme Goldsworthy.

Goldsworthy answers these questions with an integrated theology of both Old and New Testaments that avoids unnecessary technicalities. Concise, pithy chapters featuring dozens of charts, highlighted summaries and study questions make an enormously useful book for understanding how the Bible fits together as the unfolding story of God's plan for salvation.

15 March, 2013

Dipenuhi Roh Kudus


5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

5:21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Ayat-ayat di atas rasanya sudah tidak asing di telinga umat Kristiani, sering kali dipenuhi dengan Roh diartikan sebagai berkat yang kedua, padahal bukan itu yang dimaksudkan Paulus. Secara kontras Paulus memakai gambaran orang yang mabuk sehingga akan memimpin orang tersebut untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terkontrol, karena ketika kita mabuk oleh alkohol itulah yang terjadi, tidak ada kontrol lagi, tetapi ketika kita penuh dengan Roh, hidup kita "terkontrol" oleh Roh kudus.

Dalam bahasa aslinya, kata kerja 'penuh' di dalam bentuk imperative yaitu kata kerja perintah, sedangkan "berkata-kata", "bernyanyi", "mengucap syukur" dan "tunduk (merendahkan diri)"  adalah dalam bentuk participle.

Jadi keempat "participle" tersebut adalah bagian dari "penuh" dengan Roh, keempat "participle" tersebut menjelaskan apakah artinya dipenuhi oleh Roh Kudus, yaitu:

1. Berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
2. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
3. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
4. Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Sebaiknya keempat ayat tersebut dibaca seperti ini:

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu
tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh (yaitu)
  • dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
  • Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
  • Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
  • dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

08 March, 2013

Kami hanya manusia biasa

Sudah hampir memasuki minggu ke-4 di sekolah teologia. Suka duka sudah terasa di dalam perjalanan menimba ilmu untuk mengetahui lebih dalam lagi akan Tuhan. Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan kini mulai dibukakan satu persatu, seperti satu 'revelation' yang baru di dalam hati.

Semakin banyak kami sebagai pelajar di sekolah teologia, semakin kami menyadari kami masih tetap sama dengan orang lain, tidak ada suatupun yang dapat kami banggakan, kami tidak lebih baik dari orang-orang awam, kami masih manusia yang bergumul akan dosa-dosa kami. Bahkan masih banyak pertanyaan-pertanyaan di dalam hati kami yang mungkin dapat 'mengoncang' iman kami. Tetapi kami percaya bahwa Tuhan sumber segala kasih karunia akan menolong sampai kesudahannya.

Justru semakin kami belajar akan Firman Tuhan, semakin kami harus mengenal betapa bobroknya kami, seorang pendosa yang membutuhkan kasih karunia, dan mengenal Allah yang Maha Kudus sehingga Dia harus mengirimkan AnakNya Yesus Kristus untuk mati di atas kayu salib, mati, dikuburkan, bangkit dan naik ke surga, sehingga kita manusia penuh dosa dielakkan dari murka Allah, digantikan oleh Kristus dan masuk di dalam Kristus untuk bersekutu dengan Allah yang Maha Kudus.

Terima kasih Tuhan atas kasih karuniaMu di dalam Kristus. Amin.