Recent Posts

30 May, 2010

Nuh mendapat Kasih Karunia

Kita tentunya tahu kisah mengenai Nuh, bahkan kalau kita sudah menjadi mengikuti sekolah minggu dari usia yang relatif muda, kisah mengenai bahterah Nuh tentu sudah tidak asing di kuping kita, bahkan jika kita belum percaya ataupun sudah percaya di usia yang beranjak dewasa kisah Nuh ini pernah terlintas dalam pikiran kita.

Kita tahu kejadiannya adalah bahwa, Tuhan merencakan kemusnahan manusia melalui air bah, tapi ada satu keluarga yang Tuhan selamatkan, yaitu keluarga Nuh. Nuh diberitahu untuk membuat bahtera karena Tuhan akan membanjiri bumi dengan air bah. Terpikir dalam benak saya apakah mungkin Nuh menolak untuk membuat bahtera dan akhirnya rencana Allah gagal karena semua manusia tidak ada yang selamat? Atau memang sudah pasti Nuh akan membuat kapal karena Nuh adalah orang yang taat kepada Tuhan? Apakah ketaatan Nuh bisa kita peroleh juga? Atau bisa kita usahakan?

Kejadian 6:9 tentu sudah jelas mengatakan bahwa Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang sezamannya, dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah, pertanyaannya adalah apakah karena hal tersebut maka Allah menyelamatkan Nuh dan keluarganya, jika memang hanya Nuh yang hidup bergaul dan tidak bercela mengapa keluarganya juga diselamatkan, apakah memang ada rencana Tuhan supaya ada keturunan dari Nuh sehingga manusia dapat diselamatkan di dalam Yesus Kristus?

Tentu tidak, Nuh tidak ada berbeda dengan kita, bukan karena kita hidup bergaul dengan Allah maka Allah memilih kita, Allah memilih kita tanpa ada syarat apapun, karena kita ini tidak bisa memilih yang baik dan yang berkenan kepada Allah, seperti Agustinus mengatakan kehendak bebas manusia adalah hanya membuahkan kejahatan semata-mata, walaupun melakukan kebaikan - motivasi dari dalam lubuk hati kita adalah jahat.

Hal ini dibukakan dalam ayat sebelumnya, Kejadian 6:5 bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Apakah Nuh tidak termasuk dalam kelompok manusia tersebut, tentu masuk, jadi Nuh adalah orang yang berdosa sama seperti saya dan saudara. Kemudian ayat 8 dikatakan, "Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan", karena kasih karunialah Nuh dipilih bukan karena apa yang telah dilakukan, tapi Tuhan, menurut kehendakNya memilih Nuh untuk diselamatkan.

Jadi jika Anda selama ini berpikir kita harus seperti Nuh, menjadi orang benar, tidak bercela dan hidup bergaul dengan Allah supaya kita 'diselamatkan', maka kita diselamatkan bukan oleh kasih karunia lagi, tapi hanya oleh perbuatan kita. Justru karena kita diselamatkan oleh kasih karunia maka Nuh, saya dan saudara dapat dibenarkan, hidup tidak bercela dan bergaul dengan Allah.

0 comments:

Post a Comment