Recent Posts
28 February, 2011
25 February, 2011
I won't ask God why the earthquake hit Kiwi people
Posted by
Anton Triyanto
I won't ask God why the earthquake hit Kiwi people in Christchurch.
But I will ask God why the earthquake didn't hit me when I was in Christchurch or when I'm in Sydney.
Unless I repent, I will perish too.
But I will ask God why the earthquake didn't hit me when I was in Christchurch or when I'm in Sydney.
Unless I repent, I will perish too.
24 February, 2011
Modern-day gospel VS Biblical Gospel
Posted by
Anton Triyanto
"The modern-day gospel says, 'God loves you and has a wonderful plan for your life. Therefore, follow these steps, and you can be saved.' Meanwhile, the biblical gospel says, 'You are an enemy of God, dead in your sin, & in your present state of rebellion, you are not even able to see that you need life, much less to cause yourself to come to life. Therefore, you are radically dependent on God to do something in your life that you could never do." David Platt
20 February, 2011
Mentuhankan Tuhan
Posted by
Anton Triyanto
1. Mentuhankan Tuhan
Pernyataan ini sering kita dengar. "Mentuhankan Tuhan" - Jadi apakah selama ini Dia bukan Tuhan? Seolah-olah Dia membutuhkan manusia untuk "Mentuhankan" Dia. Apakah selama ini kita tidak memperlakukan Dia sebagai Tuhan, sehingga kita harus "Mentuhankan" Dia. Betul kita sering kali tidak menempatkan Tuhan di posisi Tuhan, tetapi tanpa hal itu pun Dia tetap Tuhan.
2. Mentuhankan manusia
Seringkali Manusia mentuhankan diri sendiri, dalam arti memilih yang baik dan jahat sesuai dengan pikiran diri sendiri, jika saya bilang baik yah baik, jika tidak yah tidak. Ketika Adam dan Hawa memakan buah tentang pengetahuan yang baik dan jahat, bukan berarti sebelum mereka memakan buah tersebut mereka tidak mengenal yang baik dan yang jahat. Baik: Tidak memakan buah tersebut - Jahat: Memakan buah tersebut. Namun, kejatuhan mereka karena mereka menjadi "tuhan" atas diri mereka dan menentukan menurut pemikiran mereka.
3. Memanusiakan Tuhan
Tuhan Allah yang besar seringkali dianggap seperti manusia biasa, memang Dia telah menjelma menjadi manusia dan telah menderita di atas kayu salib. Namun seringkali di lain pihak kita memperlakukan Tuhan seperti manusia, misalnya: Jika Tuhan tidak kasih saya pekerjaan ini, saya tidak akan melayani, seperti kita mengancam seseorang ketika tidak membayar hutang kita. Tapi apakah Tuhan berhutang kepada kita? Seringkali kita merasa Tuhan berhutang kepada kita karena belum melakukan sesuatu yang berdasarkan keinginan kita.
4. Memanusiakan manusia
Kita harus sadar bahwa kita ini manusia yang berdosa, ketika kita berkata: "Memanusiakan manusia" berarti kita berusaha senantiasa kembali kepada dasar yang paling mendasar bahwa kita ini manusia yang telah mati dan terlepas dari Allah dan hanya oleh Kasih Karunia yang dapat menghidupkan kita kembali bersama dengan Allah.
Pernyataan ini sering kita dengar. "Mentuhankan Tuhan" - Jadi apakah selama ini Dia bukan Tuhan? Seolah-olah Dia membutuhkan manusia untuk "Mentuhankan" Dia. Apakah selama ini kita tidak memperlakukan Dia sebagai Tuhan, sehingga kita harus "Mentuhankan" Dia. Betul kita sering kali tidak menempatkan Tuhan di posisi Tuhan, tetapi tanpa hal itu pun Dia tetap Tuhan.
2. Mentuhankan manusia
Seringkali Manusia mentuhankan diri sendiri, dalam arti memilih yang baik dan jahat sesuai dengan pikiran diri sendiri, jika saya bilang baik yah baik, jika tidak yah tidak. Ketika Adam dan Hawa memakan buah tentang pengetahuan yang baik dan jahat, bukan berarti sebelum mereka memakan buah tersebut mereka tidak mengenal yang baik dan yang jahat. Baik: Tidak memakan buah tersebut - Jahat: Memakan buah tersebut. Namun, kejatuhan mereka karena mereka menjadi "tuhan" atas diri mereka dan menentukan menurut pemikiran mereka.
3. Memanusiakan Tuhan
Tuhan Allah yang besar seringkali dianggap seperti manusia biasa, memang Dia telah menjelma menjadi manusia dan telah menderita di atas kayu salib. Namun seringkali di lain pihak kita memperlakukan Tuhan seperti manusia, misalnya: Jika Tuhan tidak kasih saya pekerjaan ini, saya tidak akan melayani, seperti kita mengancam seseorang ketika tidak membayar hutang kita. Tapi apakah Tuhan berhutang kepada kita? Seringkali kita merasa Tuhan berhutang kepada kita karena belum melakukan sesuatu yang berdasarkan keinginan kita.
4. Memanusiakan manusia
Kita harus sadar bahwa kita ini manusia yang berdosa, ketika kita berkata: "Memanusiakan manusia" berarti kita berusaha senantiasa kembali kepada dasar yang paling mendasar bahwa kita ini manusia yang telah mati dan terlepas dari Allah dan hanya oleh Kasih Karunia yang dapat menghidupkan kita kembali bersama dengan Allah.
16 February, 2011
Why aren't we happier?
Posted by
Anton Triyanto
Just turn on the television, pick up the newspaper or flip through a magazine. The message is the same - buy, buy, buy! We live in an economic system of supply and demand, but for many it's never enough. The American Dream has become a nightmare of spending money we don't accumulate, use and store material possessions to improve the quality of our lives. So why aren't we happier?
Joni Eareckson Tada
Joni Eareckson Tada
02 February, 2011
try to live a Christian life without the Spirit of God
Posted by
Anton Triyanto
You might as well try to hear without ears or breathe without lungs, as to try to live a Christian life without the Spirit of God in your heart. D.L.Moody