Recent Posts

29 December, 2009

One True Soul Mate?

The popular music and art of our society calls us to keep on doing it, to load all of the deepest needs of our hearts for significance and transcendence into romance and love. "You're nobody till somebody loves you,", went the popular song, and we are an entire culture that has taken it literallly. We maintain the fantasy that if we find our one true soul mate, everything wrong with us will be healed. But when our expectation and hopes reach that magnitude, - "the love object is God." No lover, no human being, is qualified for that role. No one can live up to that. The inevitable result is bitter disillusionment. -- Counterfeit Gods, Page 29.

Mengapa kita harus mengampuni?

Hal mengampuni memang secara teori sangat mudah sekali dibicarakan dan dianalisa, namun bagaimanakah jika kita yang dihadapkan secara realita sesuatu yang membuat kita dendam karena orang lain telah menyakiti kita sedemikian hebatnya sehingga kita tidak mudah mengampuni atau bahkan bertekad tidak akan mengampuni? Satu hal yang saya belajar bahwa, memang secara fakta saya tidak memungkiri mengampuni sangat sulit sekali, tapi yang selalu terngiang-ngiang di benak saya adalah perumpamaan tentang raja dan hamba-hambanya di dalam Matius 18:23-35.

Apa yang kita lakukan terhadap Allah, yaitu dosa jauh lebih buruk daripada apa yang orang lain lakukan kepada kita. Dengan mengerti pengetahuan tersebut dan menerima pengampunan dari Allah atas dosa-dosa kita maka kita dapat mengampuni orang lain yang telah berbuat salah kepada kita - apapun kesalahan tersebut dari yang terbesar sampai yang terkecil, masalah terbesar dalam kehidupan kristiani adalah kita tahu kita orang berdosa tapi yang kita tidak tahu adalah bahwa intensitas dan kapasitas dosa kita seberapa banyak, sehingga seolah-olah memang Allah layak untuk mengampuni kita tapi bukan karena kasih karunia.

Doa saya bagi kita semua adalah - "Jika hari ini kita tahu bahwa Allah telah mengampuni hidup kita maka ampunilah orang yang bersalah kepada kita, karena kita tahu apa yang saudara lain lakukan buruk terhadap kita tidak dapat dibandingkan dengan betapa buruknya apa yang sudah kita lakukan terhadap Allah"

28 December, 2009

Whatever controls us is our lord

"Whatever controls us is our lord. The person who seeks power is controlled by power. The person who seeks acceptance is controlled by acceptance. We do not control ourselves. We are controlled by the lord of our lives. " — Rebecca Pippert (Out of the Salt Shaker)

Do you desire God? - Paul Washer

24 December, 2009

Forgiveness is NOT unconditional

Forgiveness is NOT unconditional. It is conditional. This does not mean it can be earned. It means forgiveness is given to those who truly trust Christ. Trust is not an act by which anything can be earned. It calls attention to the worth of God's grace, not the worth of our action. But trust is not mere intellectual assent to Biblical facts. It involves hearty affirmation of the will of Christ. Therefore trusting Christ involves confessing sin as sin and taking up arms against it. ~ John Piper