Recent Posts
31 July, 2011
Don't buy into prosperity gospel
Posted by
Anton Triyanto
Prosperity gospel teaches us: "Seek the kingdom of God and his righteousness and what we want (not need) will be given to us". Don't buy into it.
30 July, 2011
Hadiah Keselamatan
Posted by
Anton Triyanto
Bagaimana orang yang mati rohani berkehendak untuk datang kepada "Hadiah Keselamatan" kalau bukan Bapa yang mengaruniakannya? (Yoh 6:65)
29 July, 2011
Ask for bread
Posted by
Anton Triyanto
Ask for bread and He will give you bread, ask for a stone He will still give you bread.
28 July, 2011
Tuhan tidak melihat ke masa depan
Posted by
Anton Triyanto
Tuhan tidak melihat ke masa depan tetapi Dialah yang sudah menciptakan masa depan. Bagi Dia kemarin, sekarang dan besok semuanya adalah sekarang.
27 July, 2011
Kehendak Bebas?
Posted by
Anton Triyanto
Saya tidak memungkiri bahwa kehendak bebas itu ada tetapi mengapa saya berkehendak memilih pilihan dari kehendak bebas itu?
26 July, 2011
He is timeless
Posted by
Anton Triyanto
There is no so called 'plan B' in his agenda, because there is no decisive will from us that will make him do that. He is timeless after all
25 July, 2011
Work out your salvation
Posted by
Anton Triyanto
Work our for your salvation is a cause. Work out your salvation is a consequence. Get it right!
23 July, 2011
Just talk!
Posted by
Anton Triyanto
I've met someone who was born with profound hearing loss but she loves to 'talk' using pen and paper with people on the table while sometimes we, who have ability to talk prefer using thumbs and iPhone with other people who weren't even on the table. Stop checking your iPhone on the dining table! Just talk!
It's very deceiving
Posted by
Anton Triyanto
Never buy into a theology which teaches: "You have to be good in order to get God's acceptance." It's very deceiving. Just flee!
22 July, 2011
Mengurangi Pelayanan
Posted by
Anton Triyanto
Mulai bulan depan saya akan 'mengurangi' waktu pelayanan di dalam gereja khususnya dengan tidak mengikuti paduan suara dan hanya mengajar satu kali sebulan sebagai guru sekolah minggu, karena saya mengarahkan kepada pelayanan anak-anak muda. Sebenarnya tidak ada yang namanya mengurangi karena di manapun kita berada, apapun yang kita kerjakan itu sudah menjadi pelayanan baik di keluarga, lingkungan kerja ataupun gereja, namun memang arti pelayanan sudah menjadi rancu, dan hanya dilihat seputar gereja saja, tapi baiklah itu dibahas di lain waktu lagi.
Ketika kita disuruh melayani Tuhan di gereja, banyak sekali alasan-alasan yang diutarakan, tapi justru saya ingin kita melihat di satu sisi yang lain yaitu: Seringkali kita membenani terlalu banyak waktu pelayanan kita untuk berbagai alasan, saya berharap alasan-alasan di bawah ini bukan menjadi alasan Anda memiliki banyak pelayanan di gereja:
1. Alasan supaya untuk dilihat lebih rohani
Menerima segala jenis pelayanan hanya untuk kelihatan lebih rohani dari orang lain, syukur-syukur wanita cantik yang duduk di barisan ketiga itu memperhatikan pelayanan saya dan jatuh hati.
Kita ini manusia berdosa, tidak ada yang lebih rohani, jadi kalau tidak ada yang bisa lebih rohani, untuk apa dengan pelayanan, kita berusaha supaya kelihatan lebih rohani?
2. Alasan supaya tidak bosan
Daripada tidak ada acara apa-apa di hari Minggu, lebih baik saya melayani, lumayan bukan? ada teman-teman seiman bisa 'hangout' bareng.
Apa bedanya dengan orang-orang yang bukan Kristen? Sama aja dong, kalau begitu mendingan saya 'hang-out' sama teman-teman saya yang di luar gereja, mereka kerapkali malah lebih baik daripada teman-teman di gereja.
3. Alasan supaya Tuhan memberkati kita
Kalau saya melayani banyak maka Tuhan akan memberkati saya lebih banyak. Ukuran berkat saya ditentukan oleh banyaknya pelayanan saya kepada Tuhan di gereja khususnya.
Tujuan utama kita melayani bukan untuk supaya Tuhan memberkati kita, karena justru Tuhan sudah memberkati kita dengan kematian Yesus Kristus di atas kayu salib untuk itulah seharusnya kita melayani bukan sebaliknya. Jadi ukuran berkat kita bukanlah ditentukan oleh berapa banyak pelayanan kita di gereja.
4. Alasan supaya diterima oleh Tuhan
Saya melayani dengan banyak maka pasti saya akan diterima oleh Tuhan lebih daripada teman-teman saya yang tidak melayani sebanyak saya.
Penerimaan Tuhan adalah semata-mata hanya oleh kasih karunia, jadi jelas mustahil kalau kita berpikir dengan banyaknya pelayanan kita lebih pasti diterima oleh Tuhan, justru banyak orang yang melakukan pelayanan tapi tetap tidak diterima oleh Tuhan.
5. Alasan supaya pasangan (orang-terdekat) kita senang
Saya senang pelayanan yang banyak karena hal itu membuat pasangan saya senang atau daripada saya diocehin terus untuk pelayanan.
Sudah tentu ini namanya melayani manusia bukan melayani Tuhan.
Dan masih banyak alasan-alasan yang lainnya, periksalah hati kita sedalam-dalamnya dan tanyalah kepada Tuhan apa yang menjadi alasan kita untuk melayani Dia?
Ketika kita disuruh melayani Tuhan di gereja, banyak sekali alasan-alasan yang diutarakan, tapi justru saya ingin kita melihat di satu sisi yang lain yaitu: Seringkali kita membenani terlalu banyak waktu pelayanan kita untuk berbagai alasan, saya berharap alasan-alasan di bawah ini bukan menjadi alasan Anda memiliki banyak pelayanan di gereja:
1. Alasan supaya untuk dilihat lebih rohani
Menerima segala jenis pelayanan hanya untuk kelihatan lebih rohani dari orang lain, syukur-syukur wanita cantik yang duduk di barisan ketiga itu memperhatikan pelayanan saya dan jatuh hati.
Kita ini manusia berdosa, tidak ada yang lebih rohani, jadi kalau tidak ada yang bisa lebih rohani, untuk apa dengan pelayanan, kita berusaha supaya kelihatan lebih rohani?
2. Alasan supaya tidak bosan
Daripada tidak ada acara apa-apa di hari Minggu, lebih baik saya melayani, lumayan bukan? ada teman-teman seiman bisa 'hangout' bareng.
Apa bedanya dengan orang-orang yang bukan Kristen? Sama aja dong, kalau begitu mendingan saya 'hang-out' sama teman-teman saya yang di luar gereja, mereka kerapkali malah lebih baik daripada teman-teman di gereja.
3. Alasan supaya Tuhan memberkati kita
Kalau saya melayani banyak maka Tuhan akan memberkati saya lebih banyak. Ukuran berkat saya ditentukan oleh banyaknya pelayanan saya kepada Tuhan di gereja khususnya.
Tujuan utama kita melayani bukan untuk supaya Tuhan memberkati kita, karena justru Tuhan sudah memberkati kita dengan kematian Yesus Kristus di atas kayu salib untuk itulah seharusnya kita melayani bukan sebaliknya. Jadi ukuran berkat kita bukanlah ditentukan oleh berapa banyak pelayanan kita di gereja.
4. Alasan supaya diterima oleh Tuhan
Saya melayani dengan banyak maka pasti saya akan diterima oleh Tuhan lebih daripada teman-teman saya yang tidak melayani sebanyak saya.
Penerimaan Tuhan adalah semata-mata hanya oleh kasih karunia, jadi jelas mustahil kalau kita berpikir dengan banyaknya pelayanan kita lebih pasti diterima oleh Tuhan, justru banyak orang yang melakukan pelayanan tapi tetap tidak diterima oleh Tuhan.
5. Alasan supaya pasangan (orang-terdekat) kita senang
Saya senang pelayanan yang banyak karena hal itu membuat pasangan saya senang atau daripada saya diocehin terus untuk pelayanan.
Sudah tentu ini namanya melayani manusia bukan melayani Tuhan.
Dan masih banyak alasan-alasan yang lainnya, periksalah hati kita sedalam-dalamnya dan tanyalah kepada Tuhan apa yang menjadi alasan kita untuk melayani Dia?
Mempertahankan keselamatan
Posted by
Anton Triyanto
Jika saya memperoleh keselamatan oleh kasih karunia bagaimana mungkin mempertahankannya dengan kekuatan saya?
Here's bread my sons
Posted by
Anton Triyanto
Sons: Please give me bread (a stone)
Father: Here's bread my sons
Sons: No, we want bread (a stone) not a stone (bread)
Father: Here's bread my sons
Sons: No, we want bread (a stone) not a stone (bread)
Iman timbul
Posted by
Anton Triyanto
Iman timbul dari pendengaran FT, jadi tanpa pendengaran FT iman tidak akan muncul, tetapi tidak semua orang mendengar FT akan muncul imannya.
I lie because
Posted by
Anton Triyanto
I lie because I feel human's approval is more important than telling the truth. I'm too afraid failing my own idol. Thank you for the reminder.
Saya tidak perlu ke gereja
Posted by
Anton Triyanto
Saya tidak perlu ke gereja kalau hanya untuk mendengar seorang "pengkhotbah" melawak, perut sakit menahan tawa tapi hampa tetaplah jiwa.
Nothing is impossible
Posted by
Anton Triyanto
Nothing is impossible for God but not everything made possible for us.
We cannot change His minds
Posted by
Anton Triyanto
We cannot change His minds through prayer but He will change ours instead.
15 July, 2011
Motivasi orang tua yang mungkin salah
Posted by
Anton Triyanto
"Joko, kamu harus ke gereja tiap Minggu, kalau ngak nanti Tuhan marah"
"Joko, ayo ke gereja, nanti kalo ngak Mama ngak kasih uang jajan"
"Joko, ayo ke gereja nanti Mama ajak jalan-jalan"
"Joko, sana ke gereja nanti biar bisa dapet tanda-tangan untuk nilai agama di sekolah"
"Joko, sana ke gereja biar jadi orang baik"
Kalimat-kalimat di atas tentu sudah tidak asing di telinga kita, khususnya bagi kita yang dilahirkan di kalangan keluarga Kristen, bahkan orang tua yang bukan Kristen pun turut mengirimkan anaknya untuk masuk sekolah Kristen dengan asumsi bahwa semua anak yang ke gereja ataupun sekolah Kristen akan menjadi anak-anak yang baik. Apakah memang benar demikian? Apakah gereja dan sekolah Kristen hanya sebagai tempat semata-mata supaya mereka menjadi orang baik?
Mengapa banyak orang tua berpikiran seperti itu? Apakah karena kita ingin anak kita berhasil? Tapi apakah benar hanya untuk keuntungan anak kita? Di satu sisi benar, tapi apakah bisa jauh lebih itu? Apakah mungkin kita hanya ingin dibilang telah berhasil mendidik anak, karena akhirnya anak kita menjadi baik? Kemudian nama kita dipuji-puji, tetapi kalau anak kita menjadi berandalan, siapakah yang tercoreng mukanya? Bukankah orang tuanya?
Jadi kita, orang tua atau yang akan menjadi orang tua ajarkanlah anak-anak kita dalam iman kepada Kristus bukan sebagai satu moralitas yang dilihat dari luar dengan motivasi hanya untuk 'nama baik' kita sebagai orang tua.
Artikel terkait Mengajar Sekolah Minggu
"Joko, ayo ke gereja, nanti kalo ngak Mama ngak kasih uang jajan"
"Joko, ayo ke gereja nanti Mama ajak jalan-jalan"
"Joko, sana ke gereja nanti biar bisa dapet tanda-tangan untuk nilai agama di sekolah"
"Joko, sana ke gereja biar jadi orang baik"
Kalimat-kalimat di atas tentu sudah tidak asing di telinga kita, khususnya bagi kita yang dilahirkan di kalangan keluarga Kristen, bahkan orang tua yang bukan Kristen pun turut mengirimkan anaknya untuk masuk sekolah Kristen dengan asumsi bahwa semua anak yang ke gereja ataupun sekolah Kristen akan menjadi anak-anak yang baik. Apakah memang benar demikian? Apakah gereja dan sekolah Kristen hanya sebagai tempat semata-mata supaya mereka menjadi orang baik?
Mengapa banyak orang tua berpikiran seperti itu? Apakah karena kita ingin anak kita berhasil? Tapi apakah benar hanya untuk keuntungan anak kita? Di satu sisi benar, tapi apakah bisa jauh lebih itu? Apakah mungkin kita hanya ingin dibilang telah berhasil mendidik anak, karena akhirnya anak kita menjadi baik? Kemudian nama kita dipuji-puji, tetapi kalau anak kita menjadi berandalan, siapakah yang tercoreng mukanya? Bukankah orang tuanya?
Jadi kita, orang tua atau yang akan menjadi orang tua ajarkanlah anak-anak kita dalam iman kepada Kristus bukan sebagai satu moralitas yang dilihat dari luar dengan motivasi hanya untuk 'nama baik' kita sebagai orang tua.
Artikel terkait Mengajar Sekolah Minggu
14 July, 2011
Quality without quantity
Posted by
Anton Triyanto
If I have to choose a quality without quantity over a quantity wihout quality, I would choose the former.
Essential Non-essential
Posted by
Anton Triyanto
Don't make something essential to be non-essential, vice versa.
Physically but not mentally
Posted by
Anton Triyanto
We ought to think that we are here physically but not mentally (Col 3:1-3)
Facebook is more than life
Posted by
Anton Triyanto
Instead of asking what happens to my life when I die, we ask what happens to my facebook. It's funny to think facebook is more than our life.
Today is Sun-day
Posted by
Anton Triyanto
Today is Sun-day and tomorrow is Moon-day. Very interesting etymology.
I chose life! It's weird
Posted by
Anton Triyanto
Jesus: "Lazarus, come out!" Lazarus: "I have choices between death and life, I chose life". So called 'free will'. It's weird.
I'm saddened
Posted by
Anton Triyanto
I'm saddened by talking to people who measure fairness, equality and human value using money
10 July, 2011
Kasih Allah dapat diukur
Posted by
Anton Triyanto
Allah itu maha kuasa bukan? Tentu Dia maha kuasa. Jika memang Dia maha kuasa, mengapa seringkali permohonan kita tidak dikabulkan? Apakah Dia tidak berkuasa mengabulkan permohonan tersebut? Jadi jika memang Dia maha kuasa namun Dia tidak mengabulkan permohonan kita, tentu Dia bukan Allah yang baik bukan? Jadi apakah kebaikan Allah diukur dari terkabulnya permohonan kita?
Apakah kebaikan Allah dapat diukur? Tentu ketika kehidupan kita ‘enak-enak’, contohnya kalau dapat nilai baik, dapat pacar, dapat kerja, dapat anak, dapat mobil, dapat rumah, dapat segala sesuatu yang kita minta, tentu sangat mudah bagi kita untuk mengatakan Allah itu baik.
Namun bagaimana ketika kita tidak lulus ujian, diputus pacar, dipecat dari kerja, mengalami keguguran, mobil tertabrak, rumah kebakaran, dan kita tidak mendapatkan apa yang kita minta, apakah Allah tidak baik? Tentu Dia kelihatan tidak baik jika kita mengukur kebaikan Allah melalui terkabulnya permohonan kita.
Kasih Allah kepada kita dapat diukur. Ukurannya apa? Ukurannya adalah Allah menunjukkannya kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Jika Dia memang sudah mati buat kita dan itu adalah kasih yang terbesar, tentu penderitaan apapun yang kita alami dalam hidup ini sudah tidak ada artinya karena kita percaya dan yakin bahwa Allah sudah mengasihi kita secara maksimal, Dia tidak bisa mengasihi kita lebih daripada kematian Kristus di atas kayu salib untuk dosa-dosa kita.
Namun memang seringkali karena masalah-masalah timbul di kehidupan kita akhirnya janji ini seolah-olah tidak ada relevansinya lagi dalam kehidupan kita. Kita menganggap bahwa pembebasan penderitaan yang kita rasakan lebih penting daripada pengampunan dosa, untuk itulah berita Injil seharusnya bukan hanya untuk orang-orang tidak percaya, tetapi berita Injil juga untuk orang-orang yang sudah percaya kepada Kristus, supaya kita terus mengingat bahwa KasihNya di atas kayu salib cukup bagi kita untuk terus percaya bahwa Dia sudah mengasihi kita dan terus akan mengasihi kita melalui karya penebusan Kristus Yesus.
06 July, 2011
Tidak dapat makan Roti Hidup
Posted by
Anton Triyanto
Jika kita mati secara jasmani tentu kita tidak dapat makan bakso goreng, begitu juga jika kita masih mati secara rohani tentu kita tidak dapat 'makan Roti Hidup'
Keselamatan adalah sebuah hadiah
Posted by
Anton Triyanto
Keselamatan itu adalah sebuah hadiah, bahkan "kehendak" kita untuk mengambil hadiah tersebut pun adalah hadiah.
Lahir Baru?
Posted by
Anton Triyanto
Pergi gereja? Check! Kasih persembahan? Check! Jadi orang baik? Check! Lahir baru? Apa itu?
Tiga tokoh agama?
Posted by
Anton Triyanto
Orang Pintar: Saya bs kasih kekayaan bkn kedamaian!
Gautama: Saya bs kasih kedamaian bkn kekayaan!
Yesus 1/2 Asli: Saya bisa kasih dua-duanya!
Gautama: Saya bs kasih kedamaian bkn kekayaan!
Yesus 1/2 Asli: Saya bisa kasih dua-duanya!
It is better knowing that you don't know
Posted by
Anton Triyanto
It is better knowing that you don't know than not knowing you don't actually know
He will do it or not
Posted by
Anton Triyanto
The question is not about if he will able to do it, but whether he will do it or not
Conviction and Condemnation
Posted by
Anton Triyanto
There is a difference between conviction and condemnation. The former leads to liberation whereas the latter leads to destruction.
Weird Person
Posted by
Anton Triyanto
Weird person is the one who think everyone is weird except himself is normal