Kerap kali kita menganggap Hamba Tuhan sebagai seseorang yang patut memberi contoh, seseorang yang "lebih rohani" dibandingkan dengan orang-orang Kristen pada umumnya. Sehingga tidak jarang Hamba Tuhan selalu dituntut mengenai perbuatan moralitasnya, dia harus baik, harus pengertian, harus dapat mengasihi jemaat, harus dapat hidup sesuai dengan Firman Tuhan, tidak curang, dan masih banyak hal yang lainnya yang tidak akan cukup kalau saya paparkan di sini.
Memang baik ketika kita meninjau "hal-hal moralitas" dalam kehidupan seorang Hamba Tuhan. Namun kalau kita tidak hati-hati kita akan jatuh ke dalam dosa legalisme yang hanya menitikberatkan kepada perbuatan semata-mata. Hamba Tuhan masih seorang manusia, dia masih seorang yang bergumul dengan dosanya.
Kita akan merasa kecewa kalau kita terlalu menganggap hamba Tuhan adalah "tuhan" ataupun "penyelamat" di dalam hidup kita, apalagi setelah melihat "sisi jelek" hamba Tuhan tersebut, bisa-bisa kita akan meninggalkan apa yang kita percaya, atau mungkin sebelumnya kita memang belum percaya, yang ada hanyalah "percaya yang semu". Karena kita terlalu melihat kepada moralitas ketimbang melihat karya Kristus di dalam hidup kita dan di dalam hidup Hamba Tuhan tersebut.
"Hamba Tuhan harus pakai software yang asli, jangan pakai software yang bajakan" salah satu contoh pernyataan dari seorang Kristen. Memang tidak salah dengan pernyataan tersebut, tetapi apakah hanya Hamba Tuhan yang harus memakai software asli? Bagaimana dengan orang Kristen biasa, jadi apakah orang Kristen biasa boleh pake software bajakan?
"Hamba Tuhan harus rendah hati" Betul! Tetapi apakah hanya hamba Tuhan yang harus rendah hati, kalau kita Kristen yang "biasa-biasa" saja tidak apa-apa kalau kita tidak rendah hati.
Tetapi di lain pihak hamba Tuhan yang tidak mau ditegur akan dosanya akan berkata "Hamba Tuhan kan juga manusia jadi bisa satu ke dalam dosa". Sehingga sebutan "hanya seorang manusia" dipakai untuk melegalkan segala dosa yang kita lakukan.
Memang hamba Tuhan tetaplah manusia yang masih terus berjuang dengan dosanya sendiri, tapi kita juga tetap bisa menghormati mereka namun tidak di atas kebenaran Firman Tuhan itu sendiri.
Recent Posts
23 June, 2012
20 June, 2012
A Prayer by Blaise Pascal
Posted by
Anton Triyanto
I ask you neither for health nor for sickness, for life nor for death; but that you may dispose of my health and my sickness, my life and my death, for your glory . . . . You alone know what is expedient for me; you are the sovereign master; do with me according to your will. Give to me or take away from me, only conform my will to yours. I know but one thing, Lord, that it is good to follow you, and bad to offend you. Apart from that, I know not what is good or bad in anything. I know not which is most profitable to me, health or sickness, wealth or poverty, nor anything else in the world. That discernment is beyond the power of men or angels, and is hidden among the secrets of your Providence, which I adore, but do not seek to fathom.
Blaise Pascal
Blaise Pascal
11 June, 2012
Bumi dan hujan
Posted by
Anton Triyanto
Titik demi titik membasahi permukaanku
Sudah kunanti masa-masa ini
Masa di mana Engkau memberikan kehidupan
Kehidupan melalui lembutnya sapaan air
Walau dingin masuki tulang dan sumsum
Bahkan menusuk ke kalbuku
Ku tetap bersyukur untuk kehidupan yang Kau beri
Kehidupan yang penuh dengan harapan
Sudah kunanti masa-masa ini
Masa di mana Engkau memberikan kehidupan
Kehidupan melalui lembutnya sapaan air
Walau dingin masuki tulang dan sumsum
Bahkan menusuk ke kalbuku
Ku tetap bersyukur untuk kehidupan yang Kau beri
Kehidupan yang penuh dengan harapan