Recent Posts
23 August, 2013
I'm not anxious about my life
Posted by
Anton Triyanto
I'm not anxious about my life
But about consuming luxurious food
And putting splendour clothes
For I feel they are more than life
For I see they are more than body
I'm not anxious of not getting what I need
But of not receiving what I want
Save me from this idolatrous eyes!
Deliver me from this gluttonous insides!
Thus this anxiety will fade away
13 August, 2013
Membatasi akses internet
Posted by
Anton Triyanto
Pornografi. Sesuatu yang tentu tidak asing di telinga, namun jarang sekali dibicarakan dan bahkan seringkali disembunyikan di bawah keset kaki. Saya teringat pertama kali sulitnya saya untuk dapat mengaksesnya ketika masih remaja. Di saat itu akal bulus sangat diperlukan agar tidak tertangkap basah waktu mengakses hal tersebut. Bahkan ketika pindah ke Australia—negara yang lebih bebas dari Indonesia—mengkonsumsi hal tersebut tidaklah mudah, karena orang akan melihat ketika saya masuk ke convenience store dan membeli “majalah” berisi hal tersebut.
Berbeda sekali dibandingkan di abad ke-21 ini, di mana segala sesuatu dapat diakses hanya dari sebuah smartphone. Terlebih dari itu, di manapun Anda mau, Anda dapat mengaksesnya—bahkan di dalam lemari baju Anda yang tertutup rapat, walaupun itu tergantung kuatnya signal mobile Anda—tanpa kuatir seorang akan mengetahuinya.
Tidak sedikit artikel yang telah membahas betapa buruknya hal tersebut, bagaimana cara menanggulanginya, bagaimana berperang melawannya. Namun, di kesempatan ini saya hanya menyuguhkan satu saran untuk membatasi akses internet smartphone Anda. Tentu ini bukanlah jawaban dari masalah tersebut, tetapi setidaknya hal ini dapat menghentikan akses Anda ketika Anda sedang seorang diri, dalam ruangan yang terkunci rapat.
Banyak orang beragumentasi bahwa dengan membatasi akses internet, maka kita tidak akan belajar mengenai penguasaan diri. Menjawab hal tersebut, justru karena saya tidak terlalu percaya bahwa saya bisa menguasai diri, untuk itulah saya membatasi akses smartphone saya. Tentunya saya tidak mau terdengar seperti seorang legalis yang berpikiran jika saya melakukan hal ini maka saya pasti terbebas dari hal tersebut. Tentu tidak. Tentu Tuhanlah yang dapat menolong kita dari masalah tersebut, tetapi saya percaya Dia dapat memakai banyak cara.
Heath Lambert dalam bukunya—Finally Free—menyebutkan setidaknya 8 strategi yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi masalah tersebut. Salah satu di antaranya adalah membuat langkah-langkah radikal, saya pikir saran yang akan saya berikan adalah salah satu langkah radikal yang mungkin Anda dan kita bisa lakukan.
Saran saya adalah, untuk membatasi sebagian akses internet smartphone Anda dengan menaruh software yang bernama Covenant Eyes ($8.99/bulan). Software ini mendeteksi websites apa saja yang Anda sudah jelajahi. Kemudian, software ini secara waktu berkala mengirimkan data tersebut kepada teman yang sudah Anda pilih. Teman Anda dapat menanyakan dengan penuh kesedihan: “Mengapa Anda menjelajahi situs Y pada hari Z”. Bahkan lebih baik jika Anda mengakuinya ke teman Anda sebelum teman Anda menanyakannya—berharap tentunya dengan satu penyesalan dan kesedihan juga. Dengan kedua hal di atas, saya berharap percakapan dari hati ke hati dapat terjadi. Hal ini bukan untuk melihat rendah atau menjatuhkan Anda, melainkan untuk membantu Anda dari masalah Anda.
Jika Covenant Eyes terlalu mahal bagi Anda, mungkin alternatif yang lain adalah membatasi akses internet Anda sepenuhnya. Bila Anda memakai iPhone, Anda dapat meminta tolong teman Anda untuk mengaktifkan Parental Controls—mematikan Safari dan Installing Apps. Dengan demikian, Anda sama sekali tidak dapat mengakses websites dari smartphone Anda, di manapun Anda berada. Maukah Anda membatasi akses internet di smartphone Anda? Atau Anda sedang membaca tulisan ini di lemari baju yang terkunci rapat?
24 July, 2013
Janji dan Hukum di Perjanjian Lama
Posted by
Anton Triyanto
"Kamu harus menjadi kepala dan bukan ekor", begitulah kata-kata yang terngiang-ngiang di telinga banyak orang Kristen. Kedengarannya seperti kata-kata motivasi, tetapi ini memang janji Tuhan kepada bangsa Israel. Tapi apakah Janji ini masih berlaku di zaman ini? Kalaupun iya, apakah bentuknya? Apakah berarti kita semua akan menjadi kepala dalam arti memimpin, seperti mungkin menjadi seorang manajer di perusahaan?
Kalimat tersebut dilanjutkan "Kamu akan terus naik dan tidak turun". Definisi naik itu apa? Apakah berarti kita akan berada di atas masalah? Atau berarti kehidupan kita akan selalu menuju ke puncak, baik dari karir, keluarga dan segalanya? Tapi apakah mungkin janji Tuhan kepada Israel waktu itu bukanlah untuk kita, walaupun memang kita adalah Israel yang sejati sebagai orang Kristen. Ataukah kita yang kerapkali menerjemahkan ayat-ayat Alkitab di Perjanjian Lama untuk kepentingan pribadi kita.
Bukankah kita seringkali tidak konsekuen? Di satu pihak kita mau janji-janji yang baik di Perjanjian Lama, tetapi ketika Hukum dibacakan, kita akan begitu cepatnya berkata "Hukum Taurat sudah dipenuhi di Yesus Kristus, untuk itu tidak revelan lagi". Sedangkan tidak pernah kita akan berkata janji-janji di Perjanjian Lama sudah dipenuhi di dalam Kristus. Ataupun jikalau kita berkata sudah dipenuhi di dalam Kristus, bukankah Kristus sudah lebih dari cukup daripada janji untuk menjadi kepala bukan ekor? untuk tetap naik dan tidak turun? (itupun kalau memang ayat tersebut sepatutnya diterjemahkan secara gamblang)
Hmm....
Kalimat tersebut dilanjutkan "Kamu akan terus naik dan tidak turun". Definisi naik itu apa? Apakah berarti kita akan berada di atas masalah? Atau berarti kehidupan kita akan selalu menuju ke puncak, baik dari karir, keluarga dan segalanya? Tapi apakah mungkin janji Tuhan kepada Israel waktu itu bukanlah untuk kita, walaupun memang kita adalah Israel yang sejati sebagai orang Kristen. Ataukah kita yang kerapkali menerjemahkan ayat-ayat Alkitab di Perjanjian Lama untuk kepentingan pribadi kita.
Bukankah kita seringkali tidak konsekuen? Di satu pihak kita mau janji-janji yang baik di Perjanjian Lama, tetapi ketika Hukum dibacakan, kita akan begitu cepatnya berkata "Hukum Taurat sudah dipenuhi di Yesus Kristus, untuk itu tidak revelan lagi". Sedangkan tidak pernah kita akan berkata janji-janji di Perjanjian Lama sudah dipenuhi di dalam Kristus. Ataupun jikalau kita berkata sudah dipenuhi di dalam Kristus, bukankah Kristus sudah lebih dari cukup daripada janji untuk menjadi kepala bukan ekor? untuk tetap naik dan tidak turun? (itupun kalau memang ayat tersebut sepatutnya diterjemahkan secara gamblang)
Hmm....
30 June, 2013
Semester satu selesai
Posted by
Anton Triyanto
Minggu lalu adalah minggu terakhir ujian di sekolah saya. Walaupun hasil dari ujian tersebut belum kelar, tetapi rasa lega di dada sudah terasa. Sekolah untuk mendalami Alkitab ternyata tidak semudah yang saya bayangkan—sulit malah. Apalagi bahasa pengantar yang dipakai adalah Bahasa Inggris. Tetapi setelah semester ini selesai (saya harap lulus "subjects" yang saya ambil lulus semua), saya mengucap syukur atas bimbinganNya selama semester pertama. Masih ada tujuh semester di depan yang harus ditempuh, berdoa agar saya selalu melihat kepada Kristus bukan kepada seberapa baik nilai yang harus saya capai.
20 May, 2013
Membuat Perjanjian Lama "masuk akal"
Posted by
Anton Triyanto
Mengapa Perjanjian Lama tetap dimasukkan sebagai Kitab Suci umat Kristiani? Banyak konsep-konsep yang sulit dimengerti, apalagi ketika Yesus Kristus sudah lahir, mati, bangkit dan naik ke surga. Apakah Perjanjian Lama masih relevan untuk umat Kristiani. Seringkali kita sebagai umat Kristen melupakan Perjanjian Lama, sehingga tidak sedikit dari kita yang enggan mempelajarinya.
Bagaimana kita membuat Perjanjian Lama lebih "masuk akal"? Mungkinkah sebenarnya Perjanjian Lama adalah satu bagian dari keutuhan karya keselamatan Allah untuk umat manusia di muka bumi ini? Buku di bawah ini saya anjurkan untuk Anda yang selalu bertanya-tanya mengapa Perjanjian Lama harus ada? Apakah signifikansinya? Selamat membaca.
According to Plan - Graeme Goldsworthy
The massive diversity and complexity of the Bible can make it a daunting project for anyone to tackle. Getting a grasp on the unity of the Bible, its central message from Genesis to Revelation, helps immensely in understanding the meaning of any one book or passage. That is the goal of this book by Graeme Goldsworthy.
Goldsworthy answers these questions with an integrated theology of both Old and New Testaments that avoids unnecessary technicalities. Concise, pithy chapters featuring dozens of charts, highlighted summaries and study questions make an enormously useful book for understanding how the Bible fits together as the unfolding story of God's plan for salvation.
Bagaimana kita membuat Perjanjian Lama lebih "masuk akal"? Mungkinkah sebenarnya Perjanjian Lama adalah satu bagian dari keutuhan karya keselamatan Allah untuk umat manusia di muka bumi ini? Buku di bawah ini saya anjurkan untuk Anda yang selalu bertanya-tanya mengapa Perjanjian Lama harus ada? Apakah signifikansinya? Selamat membaca.
According to Plan - Graeme Goldsworthy
The massive diversity and complexity of the Bible can make it a daunting project for anyone to tackle. Getting a grasp on the unity of the Bible, its central message from Genesis to Revelation, helps immensely in understanding the meaning of any one book or passage. That is the goal of this book by Graeme Goldsworthy.
Goldsworthy answers these questions with an integrated theology of both Old and New Testaments that avoids unnecessary technicalities. Concise, pithy chapters featuring dozens of charts, highlighted summaries and study questions make an enormously useful book for understanding how the Bible fits together as the unfolding story of God's plan for salvation.
15 March, 2013
Dipenuhi Roh Kudus
Posted by
Anton Triyanto
5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
5:21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
Ayat-ayat di atas rasanya sudah tidak asing di telinga umat Kristiani, sering kali dipenuhi dengan Roh diartikan sebagai berkat yang kedua, padahal bukan itu yang dimaksudkan Paulus. Secara kontras Paulus memakai gambaran orang yang mabuk sehingga akan memimpin orang tersebut untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terkontrol, karena ketika kita mabuk oleh alkohol itulah yang terjadi, tidak ada kontrol lagi, tetapi ketika kita penuh dengan Roh, hidup kita "terkontrol" oleh Roh kudus.
Dalam bahasa aslinya, kata kerja 'penuh' di dalam bentuk imperative yaitu kata kerja perintah, sedangkan "berkata-kata", "bernyanyi", "mengucap syukur" dan "tunduk (merendahkan diri)" adalah dalam bentuk participle.
Jadi keempat "participle" tersebut adalah bagian dari "penuh" dengan Roh, keempat "participle" tersebut menjelaskan apakah artinya dipenuhi oleh Roh Kudus, yaitu:
1. Berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
2. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
3. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
4. Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
Sebaiknya keempat ayat tersebut dibaca seperti ini:
Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu
tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh (yaitu)
danberkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.- Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
- Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
danrendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
08 March, 2013
Kami hanya manusia biasa
Posted by
Anton Triyanto
Sudah hampir memasuki minggu ke-4 di sekolah teologia. Suka duka sudah terasa di dalam perjalanan menimba ilmu untuk mengetahui lebih dalam lagi akan Tuhan. Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan kini mulai dibukakan satu persatu, seperti satu 'revelation' yang baru di dalam hati.
Semakin banyak kami sebagai pelajar di sekolah teologia, semakin kami menyadari kami masih tetap sama dengan orang lain, tidak ada suatupun yang dapat kami banggakan, kami tidak lebih baik dari orang-orang awam, kami masih manusia yang bergumul akan dosa-dosa kami. Bahkan masih banyak pertanyaan-pertanyaan di dalam hati kami yang mungkin dapat 'mengoncang' iman kami. Tetapi kami percaya bahwa Tuhan sumber segala kasih karunia akan menolong sampai kesudahannya.
Justru semakin kami belajar akan Firman Tuhan, semakin kami harus mengenal betapa bobroknya kami, seorang pendosa yang membutuhkan kasih karunia, dan mengenal Allah yang Maha Kudus sehingga Dia harus mengirimkan AnakNya Yesus Kristus untuk mati di atas kayu salib, mati, dikuburkan, bangkit dan naik ke surga, sehingga kita manusia penuh dosa dielakkan dari murka Allah, digantikan oleh Kristus dan masuk di dalam Kristus untuk bersekutu dengan Allah yang Maha Kudus.
Terima kasih Tuhan atas kasih karuniaMu di dalam Kristus. Amin.
Semakin banyak kami sebagai pelajar di sekolah teologia, semakin kami menyadari kami masih tetap sama dengan orang lain, tidak ada suatupun yang dapat kami banggakan, kami tidak lebih baik dari orang-orang awam, kami masih manusia yang bergumul akan dosa-dosa kami. Bahkan masih banyak pertanyaan-pertanyaan di dalam hati kami yang mungkin dapat 'mengoncang' iman kami. Tetapi kami percaya bahwa Tuhan sumber segala kasih karunia akan menolong sampai kesudahannya.
Justru semakin kami belajar akan Firman Tuhan, semakin kami harus mengenal betapa bobroknya kami, seorang pendosa yang membutuhkan kasih karunia, dan mengenal Allah yang Maha Kudus sehingga Dia harus mengirimkan AnakNya Yesus Kristus untuk mati di atas kayu salib, mati, dikuburkan, bangkit dan naik ke surga, sehingga kita manusia penuh dosa dielakkan dari murka Allah, digantikan oleh Kristus dan masuk di dalam Kristus untuk bersekutu dengan Allah yang Maha Kudus.
Terima kasih Tuhan atas kasih karuniaMu di dalam Kristus. Amin.
10 February, 2013
Jabat tangan
Posted by
Anton Triyanto
Kenapa yah setiap selesai kebaktian Minggu selalu ada jabat tangan dengan Pendeta di pintu keluar gereja, khususnya di gereja-gereja Indonesia juga gereja-gereja Indonesia yang di luar negeri, saya belum mencari tahu apakah ini juga ada di gereja non-Indonesia.
Saya tidak tahu sih apa yang menjadi latar belakang jabat tangan setelah kebaktian minggu. Mungkin hal ini dipengaruhi olah kebudayaan orang Asia yang lebih kekeluargaan. Memang cukup baik juga apalagi kalau jumlah jemaatnya masih sedikit, tapi kalau sudah banyak apakah hal tersebut masih relevan?
Ada yang merasa kalau tidak jabat tangan pendeta rasanya kurang afdol, atau ada juga yang merasa kalau tidak jabat pendeta nanti bisa dikirim tim pembesuk. Sedangkan yang menjabat tangan juga (Pendeta, majelis atau siapapun yang berdiri di pintu keluar gereja) jangan sampai menjadi satu formalitas, tidak sedikit orang menjabat tangan tapi matanya tidak melihat mata orang yang dijabat, kalau memang seperti itu lebih baik tidak usah dilakukan.
Saya tidak tahu sih apa yang menjadi latar belakang jabat tangan setelah kebaktian minggu. Mungkin hal ini dipengaruhi olah kebudayaan orang Asia yang lebih kekeluargaan. Memang cukup baik juga apalagi kalau jumlah jemaatnya masih sedikit, tapi kalau sudah banyak apakah hal tersebut masih relevan?
Ada yang merasa kalau tidak jabat tangan pendeta rasanya kurang afdol, atau ada juga yang merasa kalau tidak jabat pendeta nanti bisa dikirim tim pembesuk. Sedangkan yang menjabat tangan juga (Pendeta, majelis atau siapapun yang berdiri di pintu keluar gereja) jangan sampai menjadi satu formalitas, tidak sedikit orang menjabat tangan tapi matanya tidak melihat mata orang yang dijabat, kalau memang seperti itu lebih baik tidak usah dilakukan.
28 January, 2013
Gue pesimis
Posted by
Anton Triyanto
Gue pesimis untuk tetap bisa mempertahankan iman sampai kesudahan, tetapi Tuhan sangat optimis akan hal itu. Terima kasih Tuhan.
13 January, 2013
Tanpa Kristus
Posted by
Anton Triyanto
"How can anyone be arrogant when he stands beside the cross?" Carl Henry
Benar, ketika (yah "ketika" bukan "jika" ini akan terjadi di dalam hidup Anda, hanya waktulah yang menentukan) kesombongan itu mulai mengintip di balik pintu hati Anda, berdirilah di samping Salib Kristus dan merenungi bahwa tanpa Kristus apapun yang kita lakukan adalah sia-sia, karena tanpa Kristus kita adalah seorang pendosa mati yang berujung kepada maut.
Tanpa Kristus sebagus apapun pekerjaan yang Anda miliki tidak akan dapat menghidupkan Anda dari kematian Anda. Tanpa Kristus sebanyak apapun harta Anda tidak akan sanggup menebus bahkan untuk dosa kita yang "kecil" sekalipun.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Ef 2:8, 9 TB)
Benar, ketika (yah "ketika" bukan "jika" ini akan terjadi di dalam hidup Anda, hanya waktulah yang menentukan) kesombongan itu mulai mengintip di balik pintu hati Anda, berdirilah di samping Salib Kristus dan merenungi bahwa tanpa Kristus apapun yang kita lakukan adalah sia-sia, karena tanpa Kristus kita adalah seorang pendosa mati yang berujung kepada maut.
Tanpa Kristus sebagus apapun pekerjaan yang Anda miliki tidak akan dapat menghidupkan Anda dari kematian Anda. Tanpa Kristus sebanyak apapun harta Anda tidak akan sanggup menebus bahkan untuk dosa kita yang "kecil" sekalipun.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Ef 2:8, 9 TB)
02 January, 2013
13 Resolutions 2013
Posted by
Anton Triyanto
Tally-ho! New year is finally here, resolutions oh resolutions, I'm not a big fan of new year resolutions, I think you can make your resolutions without having to wait for a new year. I believe more in sanctification, a process, day by day to "resolve" your sins, weaknesses. Though I have made an attempt to list about things that I need to improve on in 2013.
1. I need to read bible more
2. I need to pray more often
3. I need to honour my mum and dad more
4. I need to study hard
5. I need to decrease my sugar consumption
6. I need to do more exercise
7. I need to get rid of my fat belly
8. I need to eat more fruits and veggies
9. I need to be more forgiving
10. I need to be more self-control
11. I need to be more loving
12. I need to consume less internet
13. I need to revisit this list
1. I need to read bible more
2. I need to pray more often
3. I need to honour my mum and dad more
4. I need to study hard
5. I need to decrease my sugar consumption
6. I need to do more exercise
7. I need to get rid of my fat belly
8. I need to eat more fruits and veggies
9. I need to be more forgiving
10. I need to be more self-control
11. I need to be more loving
12. I need to consume less internet
13. I need to revisit this list
Hamba Tuhan Pengalaman
Posted by
Anton Triyanto
Kenapa yah banyak Hamba Tuhan "berkhotbah" selama 40-50 menit. Tetapi sekitar 70-80 persen atau tidak sedikit 90 persen dari waktu tersebut dihabiskan untuk menceritakan pengalaman pribadinya bersama Tuhan. Bukan saya menentang hal tersebut, tetapi apakah Mimbar adalah tempat yang tepat untuk sekedar menceritakan pengalaman pribadi?
Bahkan ada hamba Tuhan yang sama sekali tidak membuka Alkitab ketika sedang berkhotbah, kalau membuka pun hanya sebagai satu "keharusan" terlepas khotbah yang dilontarkan sama sekali tidak berhubungan dengan ayat alkitab yang dibuka.
Kalau memang begitu, mungkin lebih baik jika gereja mencari orang-orang yang pandai berbicara dan mempunyai pengalaman yang banyak bersama Tuhan (bukan berarti Hamba Tuhan tidak mempunyai pengalaman yang banyak).
Satu sisi gereja mengharuskan seorang Hamba Tuhan adalah lulusan dari STT (Sekolah Tinggi Teologia), bahkan gereja tertentu mengharuskan Hamba Tuhan lulus dari STT tertentu juga. Tetapi di sisi lain selama Hamba Tuhan tersebut dapat berbicara di Mimbar dan dapat menarik perhatian jemaat itu sudahlah cukup tanpa memperhatikan apakah benar Hamba Tuhan tersebut sedang mengajar Firman Tuhan atau tidak.
Bahkan tidak sedikit Hamba Tuhan yang berkhotbah seperti layaknya seorang marketing executive yang tengah menjajakan produknya, gerejanya dalam hal ini.
Jadi perlukah seorang Hamba Tuhan menceritakan pengalaman hidupnya bersama Tuhan di Mimbar, jika yah seberapa banyak?
Apakah khotbah di Mimbar masih dapat dinamakan khotbah ketika tidak ada pengajaran tentang Firman Tuhan melalui Alkitab sebagai Otoritas Allah untuk umat Kristen?
Bahkan ada hamba Tuhan yang sama sekali tidak membuka Alkitab ketika sedang berkhotbah, kalau membuka pun hanya sebagai satu "keharusan" terlepas khotbah yang dilontarkan sama sekali tidak berhubungan dengan ayat alkitab yang dibuka.
Kalau memang begitu, mungkin lebih baik jika gereja mencari orang-orang yang pandai berbicara dan mempunyai pengalaman yang banyak bersama Tuhan (bukan berarti Hamba Tuhan tidak mempunyai pengalaman yang banyak).
Satu sisi gereja mengharuskan seorang Hamba Tuhan adalah lulusan dari STT (Sekolah Tinggi Teologia), bahkan gereja tertentu mengharuskan Hamba Tuhan lulus dari STT tertentu juga. Tetapi di sisi lain selama Hamba Tuhan tersebut dapat berbicara di Mimbar dan dapat menarik perhatian jemaat itu sudahlah cukup tanpa memperhatikan apakah benar Hamba Tuhan tersebut sedang mengajar Firman Tuhan atau tidak.
Bahkan tidak sedikit Hamba Tuhan yang berkhotbah seperti layaknya seorang marketing executive yang tengah menjajakan produknya, gerejanya dalam hal ini.
Jadi perlukah seorang Hamba Tuhan menceritakan pengalaman hidupnya bersama Tuhan di Mimbar, jika yah seberapa banyak?
Apakah khotbah di Mimbar masih dapat dinamakan khotbah ketika tidak ada pengajaran tentang Firman Tuhan melalui Alkitab sebagai Otoritas Allah untuk umat Kristen?