Apakah yang menjamin ketika di pagi hari kita bangun dan kita tetap beriman kepada Tuhan? Apakah keputusan terletak di dalam manusia yang menentukan “Saya akan tetap beriman hari ini” atau, “Saya tidak mau beriman lagi kepada Tuhan”, apakah manusia mempunyai andil dalam hal menentukan apakah dia akan terus dipelihara oleh Tuhan di dalam Yesus Kristus.
Adakah “kehendak bebas” dalam diri manusia untuk menentukannya? Justru karena saya tidak punya “kehendak bebas” Dia senantiasa ‘muncul’ dalam kehidupan saya, ketika di masa-masa sukar, ketika di masa-masa saya akan sangat mudah sekali untuk menyangkal Tuhan sebagai Juruselamat saya, justru karena Kedaulatan Allah sepenuhnya akhirnya Dia yang mempertahankan orang-orang pilihan untuk tetap di dalam Dia, sekalipun mereka berjalan di dalam lembah kekelaman.
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment