Recent Posts

22 August, 2009

Sekali lagi tentang Facebook

Setelah artikel yang saya tulis sebelumnya mengenai Facebook (FB), saya akan menulis satu artikel ini lagi mengenai FB. Sebelumnya tulisan-tulisan memang bersifat relatif mengenai pandangan saya tentang FB itu sendiri sehingga mungkin banyak yang berpikir bahwa seolah-olah saya terlalu menjelek-jelekkan pengguna FB. (Artikel yang lama dapat di baca di sini)

Memang saya tidak menutup kemungkinan adanya orang-orang yang memakai FB untuk pelayanan, *kalau menurut saya pribadi, saya enggan main FB karena dapat bersifat adiktif, saya bisa membuang waktu saya dengan percuma di FB, saya dapat merasa bersalah kalau tidak memeriksa FB saya ketimbang merasa bersalah karena saya tidak membaca Alkitab dalam satu hari. Untuk itulah saya tidak main FB dan tidak punya FB, tentu bagi orang lain ada yang mampu menahan semua sifat adiktif, contohnya sahabat saya, dia ada FB tapi semata-mata FB-nya dipakai hanya untuk membagikan artikel-artikel yang bagus, video-video youtube yang sifatnya membangun, ayat-ayat Firman Tuhan (FT) dan saya mendukung sepenuhnya, karena ada juga orang-orang tertentu, entah itu dalam koneksi dia atau di luar koneksi dia yang mungkin dapat tersentuh dengan artikel-artikel tersebut dan akhirnya memuliakan Tuhan. Jadi ketika saya katakan saya tidak punya dan tidak mau main FB, bukan berarti saya melarang kita punya FB, karena manusia punya kelemahan masing-masing dan seharusnyalah kita tahu kelemahan kita dan berusaha untuk tidak menyerahkan diri dengan cuma-cuma terhadap kelemahan tersebut.

Perlu kita tanyakan kepada diri kita, ketika kita mulai menaruh foto-foto yang sama sekali tidak mencerminkan kemuliaan Tuhan, banyak orang bisa mengaku diri Kristen, tapi di FB mereka, ditaruh foto-foto yang sifatnya membuat orang lain malah jatuh di dalam dosa. Saya tidak hanya berbicara foto-foto yang mengumbar nafsu seks, walaupun banyak karena hal tersebut, namun juga foto-foto yang membuat orang lain menghabiskan waktunya hanya untuk melihat foto-foto kita, sehingga membuat 'kompetisi' untuk menjadi lebih baik dari yang lain.

Pada umumnya FB ada, karena orang mau koneksi dengan yang lain, memang kesannya koneksi, tapi lama kelamaan menjadi ajang saling pamer-pameran, entah itu 'gadget' terbaru yang dimiliki, tamasya yang mahal, menginap di hotel yang mahal, punya mobil yang keren, semua akhirnya -- langsung atau tidak langsung menjadi kesombongan yang tidak disadari. Yah memang ada pengguna FB yang bertanggung jawab dan benar-benar memakai FB untuk kemuliaan Tuhan, namun hanya sedikit -- untuk itu saya berharap kita dapat menjadi pemakai FB untuk kemuliaan Tuhan -- bukan untuk kemuliaan nama sendiri.

Selain daripada itu, FB juga menjadi ajang supaya orang lain bisa menerima kita, menghormati kita, atau penghargaan -- supaya bisa mendapatkan 'acknowledgement'. Bukankah seharusnya 'acknowledgement' dari Tuhan lebih penting ketimbang dari manusia, namun sekarang manusia lebih mementingkan penerimaan dari teman-teman, dari sesama tanpa pernah berpikir di dalam hatinya -- "Apakah saya sudah diterima oleh Tuhan?" -- Dengan memasang foto-foto kita dengan barang-barang yang kita miliki, dengan kecantikan yang kita miliki, dengan rumah yang kita miliki, dengan kehidupan yang kita miliki -- semata-mata kita hanya mau supaya kita bisa diterima dan dianggap keren dan jago oleh orang lain, sadar atau tidak sadar kita akan terperangkap dalam jerat ini.

Tiada hari tanpa FB pun menjadi motto dan akhirnya mendarah-daging dalam kehidupan kita, kita akan merasa bersalah kepada diri sendiri, kalau satu hari tidak memeriksa FB, memeriksa apa yang dikerjakan orang lain, apa yang baru dibeli oleh orang lain, baju apa yang dipakai orang lain, dan yang lain sebagainya yang akhirnya membuat kita saling berkompetisi satu sama lain, FB yang tadinya hanya menjadi sarana atau tempat sosialisasi menjadi tempat kompetisi.

Belum lagi 'game-game' baru di FB, akhirnya menjadi satu jerat juga, kita dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk main 'game', kalau kalah juga rasanya tidak 'kamguan(menerima)' -- akhirnya kita menjadi adiktif untuk selalu menjadi pemenang dalam game tersebut. Mengapa game online di FB laku, atau game-game online lain secara umum, karena ketika kita mencapai angka nilai tertinggi kita senang, itulah yang dicapai oleh manusia, untuk menjatuhkan orang lain, mau selalu lebih di atas orang lain. Sedangkan game-game yang bersifat main melawan komputer saya rasa tidak terlalu merangsang keegoisan kita untuk menjadi lebih dari orang lain, walaupun game pada intinya menghabiskan waktu dengan percuma tanpa tujuan yang pasti. Ketika kita meraih angka paling tertinggi lalu kita menjadi sombong dan menantang orang lain untuk berusaha bisa mengalahkan kita, saya bilang dosanya 2 kali, dosa jadi sombong dan dosa bikin orang tergila-gila sama game karena penasaran tidak bisa kalahin angka tertinggi tersebut sehingga harus mengorbankan keluarga, pekerjaan, waktu yang penting bersama Tuhan, dan kegiatan-kegiatan yang lain yang bersifat lebih membangun dan bermanfaat demi berusaha untuk mengalahkan angka tertinggi tersebut.

Sekali saya katakan, seharusnya FB dipakai semaksimal mungkin untuk pemberitaan FT, pembahasan FT, penginjilan, berbagi pengalaman satu sama lain mengenai jalan bersama Tuhan dan semata-mata untuk kemuliaan Tuhan tanpa mau menganggap kita menjadi lebih dari orang lain. Selain itu seharusnya FB dianggap dan diperlakukan sebagai sarana komunikasi yang baik dan bertanggung-jawab antara teman dalam hal bertukar informasi dengan cepat, tidak selalu akurat tentunya. Tapi janganlah akhirnya kita mengidolakan FB tersebut di atas Tuhan, coba bayangkan jikalau FB kita kena hapus ataupun server FB sedang mati, apakah kita akan marah, stress, dan tidak bisa tidur atapun hal lainnya yang membuat kita berpikir kita mengalami kerugian, jikalau kita menjawab ya, pernahkah kita bertanya di dalam hati nurani kita "Apakah FB sudah menjadi berhala kita?". Akhir kata pakailah FB dengan baik dan bertanggung jawab kepada Tuhan.

Kolose 3:23
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.


*Saya memiliki facebook sekarang

0 comments:

Post a Comment