Setiap hari perjalanan saya di dalam kereta, banyak orang yang memasang 'ear-plug' di telinganya, dan mendengarkan musik dari elektronik 'music player', salah satunya yang terkenal adalah iPod, walaupun saya akan berbicara secara umum mengenai hal ini.
Tanpa menyadari orang-orang tersebut memasang keras-keras musiknya tanpa menyadari bahwa mereka ada di tempat umum, tanpa ada kepedulian serasa merekalah yang memiliki kereta tersebut. Kadang saya melirik mereka, sambil mengernyitkan dahi, ada beberapa dari mereka menjadi sungkan dan akhirnya mengecilkan suara musiknya. Tapi tidak sedikit yang tidak acuh, sampai akhirnya ada beberapa orang akhirnya mencolek mereka dan bilang "Excuse me, could you please turn the volume down!".
Entah apa yang ada di pikiran manusia? Egoisan? Betul, tanpa peduli dengan sekitarnya mereka menyetel musik sekeras-kerasnya, seolah-olah dengan memakai 'ear-plug' yang lain tidak akan mendengar, namun kenyataannya bising sekali. Masih mending kalau musik yang diperdengarkan adalah musik yang bermutu, banyak musik yang aneh-aneh...dari trance sampai dance, dan yang lainnya yang akhirnya memekakkan telinga pendengar ataupun penumpang yang di kereta.
Manusia akhirnya mulai menyembah iPod (atau music player lainnya) , sebagai sumber 'entertainment', alasannya ketika pagi mau berangkat kerja perlu iPod untuk 'refreshing', pokoknya hidup tanpa iPod seperti hidup di neraka, akhirnya iPod mendarah daging dalam kehidupan manusia, khususnya anak-anak muda, walapun banyak juga orang-orang tua yang akhirnya berkecimpung dalam hal ini.
Jadi jika kita semua mendengarkan iPod atau music player lainnya -- sama sekali tidak dilarang tapi hendaklah kita juga 'aware' dengan lingkungan sekitar kita, jangan menjadi egois -- seolah-olah dunia ini hanya milik "I, Me and Myself".
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment