Recent Posts

03 August, 2009

Pintu yang sesak dan pintu yang lebar

Matius 7:13 "Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Matius 7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."


Lukas 13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.


Banyak sekali manusia beranggapan keselamatan itu adalah sesuatu yang mudah didapatkan, hanya dengan mengaku dengan mulut kita bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan maka kita akan diselamatkan, hanya dengan mengisi formulir pengakuan dosa dan kita menyangka kita sudah diselamatkan, semuanya serba cepat dan instant, sepertinya murah sekali keselamatan itu.

Tanpa menyadari betapa sesaknya pintu tersebut dan betapa kecilnya jalan tersebut, karena penuh dengan penderitaan, kita dipanggil untuk menderita bagi Kristus supaya semakin nyata kemuliaan Kristus di dalam hidup kita. Namun ini bukan berarti usaha kita untuk mendapatkan keselamatan tersebut, ketika Tuhan tempatkan kita di jalan yang kecil itu adalah panggilan Tuhan dan seharusnyalah kita meresponi panggilan tersebut, dan bukti dari keselamatan tersebut adalah perjuangan kita menderita bagi Kristus di dalam jalan yang sesak tersebut, tidak banyak orang yang mau menderita bagi Kristus, kalau mau kaya, mau makmur banyak yang mau. Inilah dikatakan bahwa memang sedikit yang dipilih Tuhan masuk melalui jalan yang sempit tersebut. Banyak orang akan berusaha, tapi kalau memang bukan kehendak Tuhan maka tidak akan terjadi. Karena pada akhirnya semuanya karena kasih karunia Allah bagi mereka yang dianugerahkan.

Dalam Lukas 13:24 dipakai kata 'Berjuanglah' atau agonizomai dalam bahasa Ibraninya. Kata yang sama dipakai dalam Kolose 4:12 "bergumul" atau "laboring fervently". Ini berarti ketika kita berada di jalan yang sesak itu kita akan senantiasa bergumul, bergumul karena keadaan kita di bumi ini, sedapat-dapatnya kita bisa kembali menghadap Pencipta kita, namun ketika kita di bumi hendaklah kita hidup menghasilkan buah inilah seperti yang dikatakan Paulus dalam Filipi 1:21-22, bahwa baginya mati adalah satu keuntungan, namun hidup adalah bagi Kristus yakni untuk berbuah.

Namun anehnya banyak sekali bukan ajaran-ajaran jaman baru sekarang yang hanya menjanjikan kemakmuran, kesejahteraan bagi diri, kebahagiaan, kesuksesan tanpa menyadari semuanya itu adalah di dalam pintu yang lebar dan jalan yang luas namun akhirnya berakhir kepada kebinasaan yang kekal. Kekritenan hanya dianggap sesuatu yang murah-meriah, hamba-hamba Tuhan akhirnya berubah menjadi 'dukun' yang halal yang kelihatannya berbeda dengan 'dukun-dukun' di gunung kawi...namun ironisnya essensinya adalah sama, karena yang kita minta adalah kekayaan, kemakmuran, kesehatan, kesuksesan dan segalanya untuk memuaskan hawa nafsu kita. Jadi perlu ditanggapi secara serius dan diuji, dan senantiasalah meminta hikmat dari Tuhan sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Banyak orang lebih cenderung memilih jalan yang luas, karena lebih nyaman, lebih gampang, maunya yang cepat, ketika memakan makanan rohani yaitu Firman Tuhan juga; selama Firman Tuhan itu enak didengar telinga -- langsung telan dan tidak diteliti lagi apakah ada racun atau tidak, sehingga racun jaman inipun akhirnya meracuni hidup iman kita. Nah pertanyaannya adalah di jalan manakah Anda sekarang? Jalan menuju kebinasaankah? atau Jalan menuju kehidupan?

0 comments:

Post a Comment