Recent Posts

19 August, 2009

Apakah manusia berasal dari kera?

Saya tertarik tadi sore melihat satu poster besar di dalam perjalanan hari ini. Poster tersebut adalah mengenai Teori Darwin di mana dikenal sebagai Evolusi yang berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Meskipun Darwin lebih identik dengan teori evolusinya namun sebenarnya akar dari teori evolusi juga dimulai pada abad ke-4 oleh seorang filsuf Yunani, murid dari Plato -- Aristoteles. Darwin hanya menjadi pencetus pertama teori evolusi dengan menjabarkan rumusan-rumusan ilmiah yang hendak mengukuhkan teori tersebut.

Adanya kemungkinan bahwa manusia adalah keturunan kera, karena mengalami pengaruh iklim, geografi sehingga terjadilah perubahan tersebut, peristiwa ini terjadi berjuta-juta atau bahkan bermiylar-milyar tahun yang lalu. Kalau menurut saya pribadi, kalau memang benar-benar kita ini hasil dari evolusi, pasti ibarat gradasi dari kera ke manusia tentu kita akan mendapatkan di dunia ini kera yang dapat berbicara, namun sayangnya tidak ada yang bisa berbicara bahasa manusia, diajarkan sampai jungkir balikpun tidak akan bisa membuat mereka berbicara. Memang kalaupun ada kera yang paling pintar se dunia dibandingkan dengan manusia yang idiot dan bisu, mungkin kera lebih pintar kelihatannya, namun sepintar-pintarnya kera setelah melahirkan anak, pasti anaknya kera tetap tidak bisa bicara seperti manusia, sedangkan orang idiot sekalipun ketika memiliki anak ada kemungkinan anaknya akan lahir normal dan menjadi lebih pintar.

Segala sesuatu di dunia ini pasti ada penciptanya bukan, misalnya begini: Kita semua percaya kalau komputer pasti ada yang produksi, dari perakitan perangkat-perangkat keras sampai kepada perangkat-perangkat lunak, nah bagaimanakah kita percaya? Apakah dengan mata kepala kita sendiri kita melihat? Kalau kita mau melihat segala sesuatu yang kita pakai, bagaimana cara produksinya? Apakah benar ada yang memproduksinya? Apakah tidak terjadi begitu saja secara gaib? -- kita akhirnya akan kehabisan waktu di hidup ini hanya untuk memeriksa kebenaran tersebut.

Demikian dengan bumi ini dan segala isinya, tidak mungkin terjadi begitu saja karena proses evolusi, walaupun dari satu molekul pun harus ditanya kembali, darimanakah asal satu molekul tersebut. Nah kalau segala sesuatu harus ada penciptanya, bagaimana dengan Tuhan? Siapa yang menciptakan Dia? Lalu penciptanya Tuhan siapa yang ciptakan, maka pertanyaan ini tidak akan ada habisnya. Segala sesuatu yang tidak ada diciptakan oleh Dia, Tuhan menciptakan dari yang tidak ada(di bumi) menjadi ada, dan yang ada menjadi tidak ada(di bumi) karena Dialah sumber penciptaan. Ketika kita meninggal, maka kita menjadi tidak ada di bumi ini dan kita akan kembali kepada Pencipta kita yaitu Tuhan. Dialah yang menjadikan awal dunia dan menjadikan akhir dunia, walaupun demikian karena Dialah yang kekal, maka di dalam Dia tidak ada awal dan tidak ada akhir.

0 comments:

Post a Comment