Recent Posts

28 August, 2009

Bendahara yang tidak jujur

Lukas 16:1-13

16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.

16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.

16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.

16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.

16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?

16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.

16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."


Dari ayat 1-13 Yesus banya berbicara tentang perumpamaan yang ada hubungannya dengan mamon. Apakah Mamon tersebut? Dalam bahasa aslinya dikatakan "mam-mo-nas" yang bisa diartikan sebagai harta, kemakmuran, atau kepemilikan. Lebih jauh lagi dikatakan dalam leksikon Alkitab sebagai confidence, i.e. wealth, personified. Juga diartikan bahwa obyek yang dibuat atau diperlakukan sebagai bentuk manusia sehingga membentuk kepercayaan diri, untuk itulah ketika kita kaya, punya uang banyak kita bisa lebih merasa tinggi dari orang lain, lebih percaya diri dengan uang kita, apa yang kita pakai, merek apa yang kita pakai, dan akhirnya kita menjadi hamba uang karena kita telah mem-personified harta tersebut menjadi tuan kita.

Kisah yang diceritakan adalah bahwa ada ketidak-benaran dalam hidup si bendaraha ini khususnya dalam mengurus keuangan orang kaya tersebut -- korupsi. Uang yang dipercayakan oleh orang kaya kepada bendahara ini tidak dipertanggungjawabkan dan akhirnya berita tersebut di dengar oleh orang kaya tersebut membuat dia meminta dan menuntut penjelasan dari bendahara tersebut, dan jabatan bendahara sudah dan sedang dicabut, dalam bahasa inggris lebih jelas dikatakan dalam ayat 2 dan 3 memakai Present Tense.

2 So he called him and said to him, ‘What is this I hear about you? Give an account of your stewardship, for you can no longer be steward.’

3 “Then the steward said within himself, ‘What shall I do? For my master is taking the stewardship away from me. I cannot dig; I am ashamed to beg.


Akhirnya dengan cerdik dia memanggil 2 orang yang pernah berhutang kepada tuannya bukan dengan harapan supaya dia akan diterima kembali oleh tuannya menjadi bendahara kembali, karena memang jabatan itu sudah dicabut, setelah membaca selesai ayat ini pun tidak bisa dispekulasi bahwa akhirnya bendahara ini menerima kembali jabatan bendaharanya, yang dipuji hanyalah karena bendahara ini telah selesai melaporkan keuangannya dengan surat hutang yang palsu dan yang jumlahnya jauh lebih kecil dari jumlah hutang yang sesungguhnya. Tujuan bendahara ini hanyalah satu, supaya kalau akhirnya keputusan akhir dari orang kaya untuk memecat dia sedikitnya dia masih ada tempat untuk tinggal (berarti dia sekarang tinggal dengan orang kaya tersebut).

DEBITUR PERTAMA: Dia berhutang 100 tempayan minyak, tapi akhirnya surat hutang aslinya diberikan kepada dia, dengan menyuruh dia membuat surat hutang palsu menjadi 50 tempayan minyak, tentu senang sekali --- biasanya orang hutang harus bayar hutangnya ditambah bunganya, ini malah di-discount, berarti debitur ini benar-benar beruntung. Dan bendahara ini juga beruntung karena akhirnya dia bisa bikin laporan palsu kepada majikannya.

DEBITUR KEDUA: Dia berhutang 100 pikul gandum, sama seperti dengan debitur pertama, dia disuruh bikin surat hutang yang palsu namun bedanya adalah cuman dipotong 20% saja, akhirnya menjadi 80 pikul gandum.

Nah yang bikin aneh, seharusnya orang kaya ini marah dong, karena harta dia yang harusnya sebanyak 100 tempayan minyak dan 100 pikul gandum tapi akhirnya menjadi 50 tempayan minyak dan 80 pikul gandum, malah orang kaya tersebut memuji bendahara tersebut (ayat 8). Yang dipuji karena bendahara ini dapat menyelamatkan dirinya dan mempertanggung jawabkan masalah keuangannya yang membuktikan bahwa memang pendapatannya memang sedikit dengan surat hutang yang palsu.

PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL DARI PERUMPAAN ITU:
Harta yang tidak perlu dibayar oleh debitur tersebut bukanlah milik bendahara, tetapi milik majikannya, maka bendahara tersebut tidak merasa rugi dan dirugikan memberikan keringanan dan kemurahan kepada debitur-debitur tersebut. Sebaliknya bendahara merasa aman dengan berbuat seperti itu, dia bisa mempertahankan jabatannya, ataupun jaminan untuk tinggal dengan debitur-debitur tersebut.

Demikian kita sebagai anak Tuhan, jangan pernah menganggap harta yang kita miliki adalah milik kita, semua yang kita punya adalah milik Tuhan, ketika kita menerima harta tersebut baiklah kita tanya kepada Tuhan, Tuhan berapa yang dapat saya pakai untuk saya, namun seringkali orang berdoa, Tuhan berapa sisa yang dapat saya beri kepada Tuhan, dan kebanyakan pun tidak ada sisa.

Kita juga diajarkan untuk memberikan uang kepada mereka yang membutuhkan, karena uang tersebut bukan milik kita -- kembali saya tegaskan. Bukan karena kita bekerja lalu kita merasa itu upah dan haknya kita -- sama sekali tidak, kita hanya dipercayakan untuk mengelolanya secara baik. Baiklah kita ikut ambil bagian dalam investasi Kerajaan Surga dengan tidak sungkan-sungkan mengorbankan harta dunia ini yang bersifat sementara adanya untuk mendukung penginjilan, pekerjaan-pekerjaan Tuhan, demi mencari jiwa-jiwa yang terhilang yang akhirnya satu waktu setelah dunia ini lenyap beserta isinya (harta pun termasuk) ada satu rasa ucapan terima kasih karena mereka dapat mendengar Injil, untuk itu investasikanlah harta Anda bukan kepada barang-barang yang tidak berguna, yang akan habis digerogoti oleh ngengat, tapi investasikan di Kerajaan Surga.

Ayat 9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Mamon atau kekayaan atau harta itu memang tidak jujur, dalam bahasa inggris lebih jelas dikatakan sebagai 'unrighteous' maksudnya adalah tidak benar, namun bukan berarti kita tidak boleh memiliki kekayaan, hanya saja di dalam kekayaan itu tidak ada unsur nilai kebenaran karena justru karena orang mau jadi kaya sehingga keinginan tersebut akan merusak nilai-nilai kebenaran yang Allah sudah taruh di dalam kita.

Yesus juga berkata, bahwa orang-orang dunia lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang, maksudnya adalah bahwa orang-orang dunia kalau dalam hal keuangan memang lebih cerdik (ayat 8b), lebih bisa menipu untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya dan juga bermurah hati dalam menghapus hutang orang lain yang akhirnya tetap menguntungkan bagi dia, namun keuntungan mereka hanya bersifat material yang akhirnya akan lenyap. Baiklah kita belajar cerdik dan bermurah hati kepada orang lain supaya kita senantiasa mengumpulkan harta di surga dengan tidak segan-segan mengorbankan harta kita di dunia ini untuk orang lain yang sebenarnya adalah milik Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan semata-mata.

Kelihatannya memang seperti perkara kecil ketika kita menolong orang lain, orang berpikir dan maunya perkara-perkara besar dalam hidupnya, mungkin seperti menjadi pengkhotbah yang ternama, menjadi bisnisman yang berhasil, menjadi pekerja yang berhasil, dan yang lain sebagainya, sedangkan hal-hal kecilpun kita tidak dapat melakukannya bagaimana bisa kita melakukan hal-hal yang lebih besar (ayat 10).

Setia jugalah dalam hal memberi pertanggungjawaban kepada Tuhan mengenai mamon tersebut (ayat 11), harta yang dipercayakan kepada kita oleh Tuhan harus dipakai sebaik-baiknya bukan untuk kesenangan kita dan ini menjadi bukti bagaimanakah Tuhan bisa mempercayakan harta yang benar dan sungguh, harta surgawi. Ketika orang sudah mengalami kelahiran baru di dalam Kristus maka secara otomatis rasa tanggung jawab kita terhadap keuangan menjadi salah satu bukti bahwa kita sudah lahir baru, bahwa kita tidak memperhambakan diri kita lagi kepada harta, dan memakai uang tersebut semata-mata untuk kemuliaan Tuhan.

Demikian ketika kita sudah mengalami karya keselamatan tersebut yang menjadi harta sesungguhnya, maka kita akan peduli akan harta bagi orang lain juga menjadi bukti, yaitu penginjilan, kita akan 'passion' terhadap jiwa-jiwa yang terhilang, dan mulai peduli bahwa mereka membutuhkan kebenaran mengenai harta surgawi (ayat 12).

Dan akhirnya Tuhan menutup pernyataannya dengan mengatakan.
"Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Karena jangan sampai kita mengabdi dan memperhambakan diri kita kepada mamon, dengan itu kita akan membenci Allah, demikian sebaliknya. Mamon diberi dan dipercayakan Tuhan untuk memuliakan Dia (walaupun kita tahu tanpa itupun Dia sudah mulia adanya, justru karena Dia mulia kita harus senantiasa memuliakan Dia dan kita tercipta untuk memuliakan Dia bahkan melalui harta yang dipercayakan kepada kita) yaitu dengan meninvestasikan di Kerajaan Surga -- harta surgawi, dengan cara memakai harta tersebut untuk memberkati orang lain, untuk mendukung misi-misi penginjilan, anak-anak yatim, janda-janda tua, menjadi murah hati terhadap sesama yang membutuhkan.

Apakah mamon (uang, harta, kekayaan) sudah menjadi 'tuhan' atas hidup kita? atau Tuhan yang menjadi Tuhan atas hidup kita?

0 comments:

Post a Comment