When we think about idol, we often think it's about statue; a sculpture that representing a person, or an animal or an event. As Paul in Colossians 3:5 put it bluntly. - Put to death, therefore, whatever belongs to your earthly nature: sexual immorality, impurity, lust, evil desires and greed, which is idolatry.
"The human heart is a factory of idols…Everyone of us is, from his mother's womb expert in inventing idols.” John Calvin,
They can be anything, praise of men, money, job, career, relationship, status, sport, movies, food, ministry, family, kids, spouse, acceptance, leisure, anything 'good', all of them are not 'idol' but they become idol when our heart cling to them not God, as if we have them we become more valuable, if we don't have them we become less valuable, like 'something is missing'. We are the only one who knows our idol, so we can't simply says to our fellow, that is your idol !!!. Although they can somehow indirectly or directly reveal our idol heart within.
Let us find our idol, and humbly admit it in front of God merciful, full of grace, He will replace our idol heart with Himself, like a woman at the well, Jesus answered, "Everyone who drinks this water will be thirsty again, but whoever drinks the water I give him will never thirst. Indeed, the water I give him will become in him a spring of water welling up to eternal life."
At the end we can says - "God, You are more powerful, more beautiful, more enjoyable, more satisfying, more thrilling, more delightful, more everything compare to whatever in this world", it's a life time war againts our heart, that will always have a tendency to produce idol.
Recent Posts
Showing posts with label berhala. Show all posts
Showing posts with label berhala. Show all posts
31 May, 2010
19 April, 2010
Displin dalam hal memakai Internet
Posted by
Anton Triyanto
Internet oh Internet mengapa engkau banyak sekali menyita waktuku.
Waktu aku mau doa, ada internet.
Waktu aku mau baca Alkitab, ada intenet
Waktu aku mau bersekutu dengan Tuhan, ada internet.
Aku berkata kepada lubuk hatiku displinkanlah dirimu untuk tidak memakai internet secara berlebihan, yang akhirnya menyita waktu untuk sesuatu yang tidak berguna. Dari satu link ke link yang lain, dari satu situs ke situs yang lainnya, serasa memuaskan jiwa, namun hal ini pun sia-sia karena hanya ada satu kepuasan sejati yaitu dalam Kristus.
Tuhan berikan aku hati yang mau mendisplinkan diri untuk berdoa,baca Alkitab dan bersekutu dengan Engkau.
Amin.
Waktu aku mau doa, ada internet.
Waktu aku mau baca Alkitab, ada intenet
Waktu aku mau bersekutu dengan Tuhan, ada internet.
Aku berkata kepada lubuk hatiku displinkanlah dirimu untuk tidak memakai internet secara berlebihan, yang akhirnya menyita waktu untuk sesuatu yang tidak berguna. Dari satu link ke link yang lain, dari satu situs ke situs yang lainnya, serasa memuaskan jiwa, namun hal ini pun sia-sia karena hanya ada satu kepuasan sejati yaitu dalam Kristus.
Tuhan berikan aku hati yang mau mendisplinkan diri untuk berdoa,baca Alkitab dan bersekutu dengan Engkau.
Amin.
12 April, 2010
08 October, 2009
Masa depan internet
Posted by
Anton Triyanto
Saya berkempatan mengunjungi Web Direction di Sydney hari ini. Web direction adalah satu konferensi yang dilangsungkan setiap tahun di berbagai negara, Australia adalah salah satunya. Konferensi ini adalah ajang tukar pikiran antara pakar-pakar dalam hal internet dari segala penjuru dunia.
Ketika memasuki 'foyer' ada satu pameran kreasi Yiying Lu, designer muda yang cukup handal dan terkenal, dia membuat satu postcard di mana kalau kita dekatkan kepada webcam pada alamat website tertentu maka akan timbul 'tweet' terakhir dari pada orang tersebut. Teknologi yang mirip seperti ini sudah diperlihatkan tahun lalu oleh Microsoft Surface (lihat di sini), bahkan lebih mengerikan hal-hal apa saja bisa kita akses dan bisa kita bagikan di dalam internet, baik interaksi secara langsung ataupun tidak langsung, contohnya adalah seperti ini di mana kita secara otomatis dapat melihat Facebook, twitter, atau apapun juga yang dibagikan oleh orang lain dan dibuka untuk dunia internet -- hanya dengan mengarahkan iphone kita kepada orang tersebut (lihat di sini). Sangat mengerikan tentunya kalau tidak hati-hati maka kita pun akan menjadi sombong hanya dengan menaruh apa saja yang bagus dan menurut kita memberikan satu nilai tambah buat hidup yang akhirnya membuat kita seperti 'tuhan' adanya.
Teknologi yang tadinya dirancang untuk benar-benar dipakai secara efisien dalam mempermudah hidup kita, lama-kelamaan bahkan akan mempersulit hidup kita, bahkan menyita waktu kita -- kita akan tiap hari main facebook, tweet, apalagi dengan presentasi Google wave yang saya lihat akan berpotensi menyambar market internet dan mengubah bagaimana orang-orang mengunakan internet pada umumnya (lihat di sini).
Makin lama masa depan internet akan mendarah daging dalam kehidupan kita, internet dapat berpotensi atau bahkan sudah menjadi berhala dalam kehidupan kita, sampai sekarang pun kalau ditanya kepada diri kita sendiri, apakah yang akan kita lakukan tanpa internet? Bahkan dengan berkembangnya produk-produk baru yang keluar yang secara teori akan mempermudah hidup kita malah akhirnya dapat merusak hidup kita, jadi saya kembalikan kepada pembaca bagaimana kita mengunakan internet pada masa kini, ataupun masa depan? Apakah kita bertanggung jawab dalam mempergunakannya? Apakah kita melihat semuanya berguna bagi hidup kita ataupun hanya sebagian saja yang berguna, walaupun kebanyakan dari kita akhirnya menyita waktu kita untuk sesuatu hal yang tidak berguna di internet. Dengan cepatnya proses pertukaran informasi di internet, dan informasi yang saya katakan bukanlah informasi yang sedikit tapi dalam jumlah yang sangat besar sekali, untuk itulah Google dinamakan yang diambil dari akar kata Googol, yang berarti
10000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000, kalau Anda ada waktu silahkan hitung '0' di bilangan tersebut, jumlahnya adalah 100 nol.
Bagaimana kita menanggapinya sebagai anak-anak Tuhan? Marilah sama-sama kita memikirkan bagaimana hal ini akan ber-efek dalam kehidupan kita di masa kini dan masa yang akan datang, bagaimana kita memaksimalkan teknologi tersebut untuk menambah pengetahuan kita di dalam kebenaran Firman Tuhan, memberitakan kabar baik bagi mereka yang tersesat atau untuk saling menguatkan di dalam iman bukan hanya membuang waktu dengan percuma. Tentunya lebih mudah dengan memberitakan kasih Kristus di internet dibandingkan harus pergi ke pedalaman. Tapi sudahkah kita lakukan?
Ketika memasuki 'foyer' ada satu pameran kreasi Yiying Lu, designer muda yang cukup handal dan terkenal, dia membuat satu postcard di mana kalau kita dekatkan kepada webcam pada alamat website tertentu maka akan timbul 'tweet' terakhir dari pada orang tersebut. Teknologi yang mirip seperti ini sudah diperlihatkan tahun lalu oleh Microsoft Surface (lihat di sini), bahkan lebih mengerikan hal-hal apa saja bisa kita akses dan bisa kita bagikan di dalam internet, baik interaksi secara langsung ataupun tidak langsung, contohnya adalah seperti ini di mana kita secara otomatis dapat melihat Facebook, twitter, atau apapun juga yang dibagikan oleh orang lain dan dibuka untuk dunia internet -- hanya dengan mengarahkan iphone kita kepada orang tersebut (lihat di sini). Sangat mengerikan tentunya kalau tidak hati-hati maka kita pun akan menjadi sombong hanya dengan menaruh apa saja yang bagus dan menurut kita memberikan satu nilai tambah buat hidup yang akhirnya membuat kita seperti 'tuhan' adanya.
Teknologi yang tadinya dirancang untuk benar-benar dipakai secara efisien dalam mempermudah hidup kita, lama-kelamaan bahkan akan mempersulit hidup kita, bahkan menyita waktu kita -- kita akan tiap hari main facebook, tweet, apalagi dengan presentasi Google wave yang saya lihat akan berpotensi menyambar market internet dan mengubah bagaimana orang-orang mengunakan internet pada umumnya (lihat di sini).
Makin lama masa depan internet akan mendarah daging dalam kehidupan kita, internet dapat berpotensi atau bahkan sudah menjadi berhala dalam kehidupan kita, sampai sekarang pun kalau ditanya kepada diri kita sendiri, apakah yang akan kita lakukan tanpa internet? Bahkan dengan berkembangnya produk-produk baru yang keluar yang secara teori akan mempermudah hidup kita malah akhirnya dapat merusak hidup kita, jadi saya kembalikan kepada pembaca bagaimana kita mengunakan internet pada masa kini, ataupun masa depan? Apakah kita bertanggung jawab dalam mempergunakannya? Apakah kita melihat semuanya berguna bagi hidup kita ataupun hanya sebagian saja yang berguna, walaupun kebanyakan dari kita akhirnya menyita waktu kita untuk sesuatu hal yang tidak berguna di internet. Dengan cepatnya proses pertukaran informasi di internet, dan informasi yang saya katakan bukanlah informasi yang sedikit tapi dalam jumlah yang sangat besar sekali, untuk itulah Google dinamakan yang diambil dari akar kata Googol, yang berarti
10000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000, kalau Anda ada waktu silahkan hitung '0' di bilangan tersebut, jumlahnya adalah 100 nol.
Bagaimana kita menanggapinya sebagai anak-anak Tuhan? Marilah sama-sama kita memikirkan bagaimana hal ini akan ber-efek dalam kehidupan kita di masa kini dan masa yang akan datang, bagaimana kita memaksimalkan teknologi tersebut untuk menambah pengetahuan kita di dalam kebenaran Firman Tuhan, memberitakan kabar baik bagi mereka yang tersesat atau untuk saling menguatkan di dalam iman bukan hanya membuang waktu dengan percuma. Tentunya lebih mudah dengan memberitakan kasih Kristus di internet dibandingkan harus pergi ke pedalaman. Tapi sudahkah kita lakukan?
29 September, 2009
22 August, 2009
Sekali lagi tentang Facebook
Posted by
Anton Triyanto
Setelah artikel yang saya tulis sebelumnya mengenai Facebook (FB), saya akan menulis satu artikel ini lagi mengenai FB. Sebelumnya tulisan-tulisan memang bersifat relatif mengenai pandangan saya tentang FB itu sendiri sehingga mungkin banyak yang berpikir bahwa seolah-olah saya terlalu menjelek-jelekkan pengguna FB. (Artikel yang lama dapat di baca di sini)
Memang saya tidak menutup kemungkinan adanya orang-orang yang memakai FB untuk pelayanan, *kalau menurut saya pribadi, saya enggan main FB karena dapat bersifat adiktif, saya bisa membuang waktu saya dengan percuma di FB, saya dapat merasa bersalah kalau tidak memeriksa FB saya ketimbang merasa bersalah karena saya tidak membaca Alkitab dalam satu hari. Untuk itulah saya tidak main FB dan tidak punya FB, tentu bagi orang lain ada yang mampu menahan semua sifat adiktif, contohnya sahabat saya, dia ada FB tapi semata-mata FB-nya dipakai hanya untuk membagikan artikel-artikel yang bagus, video-video youtube yang sifatnya membangun, ayat-ayat Firman Tuhan (FT) dan saya mendukung sepenuhnya, karena ada juga orang-orang tertentu, entah itu dalam koneksi dia atau di luar koneksi dia yang mungkin dapat tersentuh dengan artikel-artikel tersebut dan akhirnya memuliakan Tuhan. Jadi ketika saya katakan saya tidak punya dan tidak mau main FB, bukan berarti saya melarang kita punya FB, karena manusia punya kelemahan masing-masing dan seharusnyalah kita tahu kelemahan kita dan berusaha untuk tidak menyerahkan diri dengan cuma-cuma terhadap kelemahan tersebut.
Perlu kita tanyakan kepada diri kita, ketika kita mulai menaruh foto-foto yang sama sekali tidak mencerminkan kemuliaan Tuhan, banyak orang bisa mengaku diri Kristen, tapi di FB mereka, ditaruh foto-foto yang sifatnya membuat orang lain malah jatuh di dalam dosa. Saya tidak hanya berbicara foto-foto yang mengumbar nafsu seks, walaupun banyak karena hal tersebut, namun juga foto-foto yang membuat orang lain menghabiskan waktunya hanya untuk melihat foto-foto kita, sehingga membuat 'kompetisi' untuk menjadi lebih baik dari yang lain.
Pada umumnya FB ada, karena orang mau koneksi dengan yang lain, memang kesannya koneksi, tapi lama kelamaan menjadi ajang saling pamer-pameran, entah itu 'gadget' terbaru yang dimiliki, tamasya yang mahal, menginap di hotel yang mahal, punya mobil yang keren, semua akhirnya -- langsung atau tidak langsung menjadi kesombongan yang tidak disadari. Yah memang ada pengguna FB yang bertanggung jawab dan benar-benar memakai FB untuk kemuliaan Tuhan, namun hanya sedikit -- untuk itu saya berharap kita dapat menjadi pemakai FB untuk kemuliaan Tuhan -- bukan untuk kemuliaan nama sendiri.
Selain daripada itu, FB juga menjadi ajang supaya orang lain bisa menerima kita, menghormati kita, atau penghargaan -- supaya bisa mendapatkan 'acknowledgement'. Bukankah seharusnya 'acknowledgement' dari Tuhan lebih penting ketimbang dari manusia, namun sekarang manusia lebih mementingkan penerimaan dari teman-teman, dari sesama tanpa pernah berpikir di dalam hatinya -- "Apakah saya sudah diterima oleh Tuhan?" -- Dengan memasang foto-foto kita dengan barang-barang yang kita miliki, dengan kecantikan yang kita miliki, dengan rumah yang kita miliki, dengan kehidupan yang kita miliki -- semata-mata kita hanya mau supaya kita bisa diterima dan dianggap keren dan jago oleh orang lain, sadar atau tidak sadar kita akan terperangkap dalam jerat ini.
Tiada hari tanpa FB pun menjadi motto dan akhirnya mendarah-daging dalam kehidupan kita, kita akan merasa bersalah kepada diri sendiri, kalau satu hari tidak memeriksa FB, memeriksa apa yang dikerjakan orang lain, apa yang baru dibeli oleh orang lain, baju apa yang dipakai orang lain, dan yang lain sebagainya yang akhirnya membuat kita saling berkompetisi satu sama lain, FB yang tadinya hanya menjadi sarana atau tempat sosialisasi menjadi tempat kompetisi.
Belum lagi 'game-game' baru di FB, akhirnya menjadi satu jerat juga, kita dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk main 'game', kalau kalah juga rasanya tidak 'kamguan(menerima)' -- akhirnya kita menjadi adiktif untuk selalu menjadi pemenang dalam game tersebut. Mengapa game online di FB laku, atau game-game online lain secara umum, karena ketika kita mencapai angka nilai tertinggi kita senang, itulah yang dicapai oleh manusia, untuk menjatuhkan orang lain, mau selalu lebih di atas orang lain. Sedangkan game-game yang bersifat main melawan komputer saya rasa tidak terlalu merangsang keegoisan kita untuk menjadi lebih dari orang lain, walaupun game pada intinya menghabiskan waktu dengan percuma tanpa tujuan yang pasti. Ketika kita meraih angka paling tertinggi lalu kita menjadi sombong dan menantang orang lain untuk berusaha bisa mengalahkan kita, saya bilang dosanya 2 kali, dosa jadi sombong dan dosa bikin orang tergila-gila sama game karena penasaran tidak bisa kalahin angka tertinggi tersebut sehingga harus mengorbankan keluarga, pekerjaan, waktu yang penting bersama Tuhan, dan kegiatan-kegiatan yang lain yang bersifat lebih membangun dan bermanfaat demi berusaha untuk mengalahkan angka tertinggi tersebut.
Sekali saya katakan, seharusnya FB dipakai semaksimal mungkin untuk pemberitaan FT, pembahasan FT, penginjilan, berbagi pengalaman satu sama lain mengenai jalan bersama Tuhan dan semata-mata untuk kemuliaan Tuhan tanpa mau menganggap kita menjadi lebih dari orang lain. Selain itu seharusnya FB dianggap dan diperlakukan sebagai sarana komunikasi yang baik dan bertanggung-jawab antara teman dalam hal bertukar informasi dengan cepat, tidak selalu akurat tentunya. Tapi janganlah akhirnya kita mengidolakan FB tersebut di atas Tuhan, coba bayangkan jikalau FB kita kena hapus ataupun server FB sedang mati, apakah kita akan marah, stress, dan tidak bisa tidur atapun hal lainnya yang membuat kita berpikir kita mengalami kerugian, jikalau kita menjawab ya, pernahkah kita bertanya di dalam hati nurani kita "Apakah FB sudah menjadi berhala kita?". Akhir kata pakailah FB dengan baik dan bertanggung jawab kepada Tuhan.
Kolose 3:23
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
*Saya memiliki facebook sekarang
Memang saya tidak menutup kemungkinan adanya orang-orang yang memakai FB untuk pelayanan, *
Perlu kita tanyakan kepada diri kita, ketika kita mulai menaruh foto-foto yang sama sekali tidak mencerminkan kemuliaan Tuhan, banyak orang bisa mengaku diri Kristen, tapi di FB mereka, ditaruh foto-foto yang sifatnya membuat orang lain malah jatuh di dalam dosa. Saya tidak hanya berbicara foto-foto yang mengumbar nafsu seks, walaupun banyak karena hal tersebut, namun juga foto-foto yang membuat orang lain menghabiskan waktunya hanya untuk melihat foto-foto kita, sehingga membuat 'kompetisi' untuk menjadi lebih baik dari yang lain.
Pada umumnya FB ada, karena orang mau koneksi dengan yang lain, memang kesannya koneksi, tapi lama kelamaan menjadi ajang saling pamer-pameran, entah itu 'gadget' terbaru yang dimiliki, tamasya yang mahal, menginap di hotel yang mahal, punya mobil yang keren, semua akhirnya -- langsung atau tidak langsung menjadi kesombongan yang tidak disadari. Yah memang ada pengguna FB yang bertanggung jawab dan benar-benar memakai FB untuk kemuliaan Tuhan, namun hanya sedikit -- untuk itu saya berharap kita dapat menjadi pemakai FB untuk kemuliaan Tuhan -- bukan untuk kemuliaan nama sendiri.
Selain daripada itu, FB juga menjadi ajang supaya orang lain bisa menerima kita, menghormati kita, atau penghargaan -- supaya bisa mendapatkan 'acknowledgement'. Bukankah seharusnya 'acknowledgement' dari Tuhan lebih penting ketimbang dari manusia, namun sekarang manusia lebih mementingkan penerimaan dari teman-teman, dari sesama tanpa pernah berpikir di dalam hatinya -- "Apakah saya sudah diterima oleh Tuhan?" -- Dengan memasang foto-foto kita dengan barang-barang yang kita miliki, dengan kecantikan yang kita miliki, dengan rumah yang kita miliki, dengan kehidupan yang kita miliki -- semata-mata kita hanya mau supaya kita bisa diterima dan dianggap keren dan jago oleh orang lain, sadar atau tidak sadar kita akan terperangkap dalam jerat ini.
Tiada hari tanpa FB pun menjadi motto dan akhirnya mendarah-daging dalam kehidupan kita, kita akan merasa bersalah kepada diri sendiri, kalau satu hari tidak memeriksa FB, memeriksa apa yang dikerjakan orang lain, apa yang baru dibeli oleh orang lain, baju apa yang dipakai orang lain, dan yang lain sebagainya yang akhirnya membuat kita saling berkompetisi satu sama lain, FB yang tadinya hanya menjadi sarana atau tempat sosialisasi menjadi tempat kompetisi.
Belum lagi 'game-game' baru di FB, akhirnya menjadi satu jerat juga, kita dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk main 'game', kalau kalah juga rasanya tidak 'kamguan(menerima)' -- akhirnya kita menjadi adiktif untuk selalu menjadi pemenang dalam game tersebut. Mengapa game online di FB laku, atau game-game online lain secara umum, karena ketika kita mencapai angka nilai tertinggi kita senang, itulah yang dicapai oleh manusia, untuk menjatuhkan orang lain, mau selalu lebih di atas orang lain. Sedangkan game-game yang bersifat main melawan komputer saya rasa tidak terlalu merangsang keegoisan kita untuk menjadi lebih dari orang lain, walaupun game pada intinya menghabiskan waktu dengan percuma tanpa tujuan yang pasti. Ketika kita meraih angka paling tertinggi lalu kita menjadi sombong dan menantang orang lain untuk berusaha bisa mengalahkan kita, saya bilang dosanya 2 kali, dosa jadi sombong dan dosa bikin orang tergila-gila sama game karena penasaran tidak bisa kalahin angka tertinggi tersebut sehingga harus mengorbankan keluarga, pekerjaan, waktu yang penting bersama Tuhan, dan kegiatan-kegiatan yang lain yang bersifat lebih membangun dan bermanfaat demi berusaha untuk mengalahkan angka tertinggi tersebut.
Sekali saya katakan, seharusnya FB dipakai semaksimal mungkin untuk pemberitaan FT, pembahasan FT, penginjilan, berbagi pengalaman satu sama lain mengenai jalan bersama Tuhan dan semata-mata untuk kemuliaan Tuhan tanpa mau menganggap kita menjadi lebih dari orang lain. Selain itu seharusnya FB dianggap dan diperlakukan sebagai sarana komunikasi yang baik dan bertanggung-jawab antara teman dalam hal bertukar informasi dengan cepat, tidak selalu akurat tentunya. Tapi janganlah akhirnya kita mengidolakan FB tersebut di atas Tuhan, coba bayangkan jikalau FB kita kena hapus ataupun server FB sedang mati, apakah kita akan marah, stress, dan tidak bisa tidur atapun hal lainnya yang membuat kita berpikir kita mengalami kerugian, jikalau kita menjawab ya, pernahkah kita bertanya di dalam hati nurani kita "Apakah FB sudah menjadi berhala kita?". Akhir kata pakailah FB dengan baik dan bertanggung jawab kepada Tuhan.
Kolose 3:23
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
*Saya memiliki facebook sekarang
03 July, 2009
Penyembahan berhala yang tidak berwujud
Posted by
Anton Triyanto
Berhala - adalah satu bentuk pemberontakan kita terhadap Allah, dalam perjanjian lama Tuhan berfirman jangan membuat patung yang menyerupai apapun juga, sehingga kita menyembahnya, karena Allah adalah Allah yang cemburu. Namun, ketika orang Israel membuat patung anak lembu emas, disebabkan adanya kekuatiran sebab Musa tidak turun-turun dari bukit Sinai. Adanya satu kekuatiran membuat umat Israel menurut daging memaksa Harun untuk membuat patung anak lembu emas -- ketika hari yang harusnya dirayakan sebagai hari Tuhan malah umat Israel merayakannya dengan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan bagi patung tersebut -- hari yang sebenarnya milik Tuhan dilecehkan, dan tidak diindahkan oleh umat Israel, seolah-olah mereka mempersembahkan kepada Allah, tapi mempersembahkan kepada berhala -- membuat hati mereka menjadi jauh dari Allah, dan sama sekali mereka tidak bisa melihat kemuliaan Allah dalam patung anak lembu emas tersebut.
Nah, berhala seperti itu sampai sekarang masih ada dimana orang-orang membuat patung untuk disembah, dan kita tahu bahwa semua itu salah dan jahat di mata Tuhan, karena semuanya berwujud dan bisa dilihat oleh mata, maka kita sebagai orang Kristen tahu bahwa berhala yang berwujud patung itu adalah tidak benar. Bagaimana dengan berhala yang tidak kelihatan? Berhala yang tidak berwujud -- bagi saya definisi berhala adalah sebagai berikut.
Berhala adalah "Segala sesuatu yang berwujud ataupun tidak berwujud, nyata ataupun tidak nyata, baik ataupun jahat yang mengikat kita, sehingga kita tunduk kepadanya dan membuat kita lebih jauh dari Tuhan"
Ketika saya katakan segala sesuatu yang baik pun bisa menjadi berhala di dalam kehidupan kita, misalnya pelayanan -- penyembah pelayanan bukan penyembah Tuhan, kerapkali lebih mementingkan nilai-nilai pelayanan tersebut dibandingkan nilai-nilai kebenaran Allah - hati-hati ketika kita menganggap diri kita lebih rohani dari orang lain - itu adalah penyembahan berhala.
Banyak sistem kehidupan beragama yang ada di dalam dunia ini tujuannya adalah untuk mengubah apa yang baik di mata manusia menjadi apa yang benar di mata Allah menurut pandangan manusia yang adalah jahat adanya. Dengan jalan membuat aturan-aturan yang ketika manusia menaatinya, manusia menganggap dirinya lebih benar daripada orang lain, karena dia sudah melakukan aturan-aturan tersebut sehingga dia merasa punya hak untuk memandang orang lain lebih rendah daripada dia. Inilah salah satu berhala yang tidak berwujud - kesombongan.
Apapun yang kelihatannya baik, tapi jika hal itu membuat kita menjadi lebih jauh dari Tuhan, dan menjadikan kita mendua hati, itulah berhala - tidak mungkin kita bisa minum cawan Tuhan dan cawan penyembahan berhala, inilah yang dikatakan oleh Paulus, tidak mungkin kita bersekutu dengan Tuhan dan bersekutu dengan berhala - yang dimaksudkan adalah kalau kita bersekutu dengan Tuhan berarti kita tidak bersekutu dengan berhala, kalau kita bersekutu dengan berhala berarti kita tidak bersekutu dengan Tuhan dibahas didalam surat Paulus kepada jemaat Korintus - 1 Korintus 10:14-22.
Misalnya juga kekayaan kita, bisa menjadi berhala, karena ketika kita mencintai uang berarti kita membenci Tuhan, demikian sebaliknya. Tidak ada posisi seperti "Saya mengasihi Tuhan lebih dari saya mengasihi uang" berarti saya mengasihi uang juga hanya lebih sedikit dibanding mengasihi Tuhan. TIDAK! Kita tidak dapat mengabdi kepada 2 tuan, kita tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada uang.
Berhala bisa aja harga diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, penampilan kita, sifat kita, kekayaan kita, kesuksesan kita, karir kita, aktifitas 'rohani' kita (pelayanan), gereja kita, pendeta kita, mobil kita, hobi kita, kesenangan kita, kesehatan kita dan masih banyak yang lainnya - di mana harta kita berada di situ hati kita berada -- kalau semua hal tersebut membuat kita jauh dari Tuhan dan mengasihi hal-hal tersebut dibandingkan mengasihi Tuhan disitulah hal-hal yang baik tersebut menjadi sesuatu berhala. Kita akan takut untuk kehilangan apa yang kita punya, apa yang kita punya menjadi berhala bagi hidup kita. Berhala akan menyita waktu kita, dan membuat kita lebih senang dan lebih puas menikmati dunia daripada bersekutu dengan Allah pencipta kita untuk lebih mengenal Dia secara benar melalui firmanNya. Allah itu cemburu.
1 Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.
1 Korintus 10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Artikel ini saya tulis terinspirasi dari cuplikan pendek video Mark Driscoll - Idolatry
Nah, berhala seperti itu sampai sekarang masih ada dimana orang-orang membuat patung untuk disembah, dan kita tahu bahwa semua itu salah dan jahat di mata Tuhan, karena semuanya berwujud dan bisa dilihat oleh mata, maka kita sebagai orang Kristen tahu bahwa berhala yang berwujud patung itu adalah tidak benar. Bagaimana dengan berhala yang tidak kelihatan? Berhala yang tidak berwujud -- bagi saya definisi berhala adalah sebagai berikut.
Berhala adalah "Segala sesuatu yang berwujud ataupun tidak berwujud, nyata ataupun tidak nyata, baik ataupun jahat yang mengikat kita, sehingga kita tunduk kepadanya dan membuat kita lebih jauh dari Tuhan"
Ketika saya katakan segala sesuatu yang baik pun bisa menjadi berhala di dalam kehidupan kita, misalnya pelayanan -- penyembah pelayanan bukan penyembah Tuhan, kerapkali lebih mementingkan nilai-nilai pelayanan tersebut dibandingkan nilai-nilai kebenaran Allah - hati-hati ketika kita menganggap diri kita lebih rohani dari orang lain - itu adalah penyembahan berhala.
Banyak sistem kehidupan beragama yang ada di dalam dunia ini tujuannya adalah untuk mengubah apa yang baik di mata manusia menjadi apa yang benar di mata Allah menurut pandangan manusia yang adalah jahat adanya. Dengan jalan membuat aturan-aturan yang ketika manusia menaatinya, manusia menganggap dirinya lebih benar daripada orang lain, karena dia sudah melakukan aturan-aturan tersebut sehingga dia merasa punya hak untuk memandang orang lain lebih rendah daripada dia. Inilah salah satu berhala yang tidak berwujud - kesombongan.
Apapun yang kelihatannya baik, tapi jika hal itu membuat kita menjadi lebih jauh dari Tuhan, dan menjadikan kita mendua hati, itulah berhala - tidak mungkin kita bisa minum cawan Tuhan dan cawan penyembahan berhala, inilah yang dikatakan oleh Paulus, tidak mungkin kita bersekutu dengan Tuhan dan bersekutu dengan berhala - yang dimaksudkan adalah kalau kita bersekutu dengan Tuhan berarti kita tidak bersekutu dengan berhala, kalau kita bersekutu dengan berhala berarti kita tidak bersekutu dengan Tuhan dibahas didalam surat Paulus kepada jemaat Korintus - 1 Korintus 10:14-22.
Misalnya juga kekayaan kita, bisa menjadi berhala, karena ketika kita mencintai uang berarti kita membenci Tuhan, demikian sebaliknya. Tidak ada posisi seperti "Saya mengasihi Tuhan lebih dari saya mengasihi uang" berarti saya mengasihi uang juga hanya lebih sedikit dibanding mengasihi Tuhan. TIDAK! Kita tidak dapat mengabdi kepada 2 tuan, kita tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada uang.
Berhala bisa aja harga diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, penampilan kita, sifat kita, kekayaan kita, kesuksesan kita, karir kita, aktifitas 'rohani' kita (pelayanan), gereja kita, pendeta kita, mobil kita, hobi kita, kesenangan kita, kesehatan kita dan masih banyak yang lainnya - di mana harta kita berada di situ hati kita berada -- kalau semua hal tersebut membuat kita jauh dari Tuhan dan mengasihi hal-hal tersebut dibandingkan mengasihi Tuhan disitulah hal-hal yang baik tersebut menjadi sesuatu berhala. Kita akan takut untuk kehilangan apa yang kita punya, apa yang kita punya menjadi berhala bagi hidup kita. Berhala akan menyita waktu kita, dan membuat kita lebih senang dan lebih puas menikmati dunia daripada bersekutu dengan Allah pencipta kita untuk lebih mengenal Dia secara benar melalui firmanNya. Allah itu cemburu.
1 Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.
1 Korintus 10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Artikel ini saya tulis terinspirasi dari cuplikan pendek video Mark Driscoll - Idolatry