Saya berkempatan mengunjungi Web Direction di Sydney hari ini. Web direction adalah satu konferensi yang dilangsungkan setiap tahun di berbagai negara, Australia adalah salah satunya. Konferensi ini adalah ajang tukar pikiran antara pakar-pakar dalam hal internet dari segala penjuru dunia.
Ketika memasuki 'foyer' ada satu pameran kreasi Yiying Lu, designer muda yang cukup handal dan terkenal, dia membuat satu postcard di mana kalau kita dekatkan kepada webcam pada alamat website tertentu maka akan timbul 'tweet' terakhir dari pada orang tersebut. Teknologi yang mirip seperti ini sudah diperlihatkan tahun lalu oleh Microsoft Surface (lihat di sini), bahkan lebih mengerikan hal-hal apa saja bisa kita akses dan bisa kita bagikan di dalam internet, baik interaksi secara langsung ataupun tidak langsung, contohnya adalah seperti ini di mana kita secara otomatis dapat melihat Facebook, twitter, atau apapun juga yang dibagikan oleh orang lain dan dibuka untuk dunia internet -- hanya dengan mengarahkan iphone kita kepada orang tersebut (lihat di sini). Sangat mengerikan tentunya kalau tidak hati-hati maka kita pun akan menjadi sombong hanya dengan menaruh apa saja yang bagus dan menurut kita memberikan satu nilai tambah buat hidup yang akhirnya membuat kita seperti 'tuhan' adanya.
Teknologi yang tadinya dirancang untuk benar-benar dipakai secara efisien dalam mempermudah hidup kita, lama-kelamaan bahkan akan mempersulit hidup kita, bahkan menyita waktu kita -- kita akan tiap hari main facebook, tweet, apalagi dengan presentasi Google wave yang saya lihat akan berpotensi menyambar market internet dan mengubah bagaimana orang-orang mengunakan internet pada umumnya (lihat di sini).
Makin lama masa depan internet akan mendarah daging dalam kehidupan kita, internet dapat berpotensi atau bahkan sudah menjadi berhala dalam kehidupan kita, sampai sekarang pun kalau ditanya kepada diri kita sendiri, apakah yang akan kita lakukan tanpa internet? Bahkan dengan berkembangnya produk-produk baru yang keluar yang secara teori akan mempermudah hidup kita malah akhirnya dapat merusak hidup kita, jadi saya kembalikan kepada pembaca bagaimana kita mengunakan internet pada masa kini, ataupun masa depan? Apakah kita bertanggung jawab dalam mempergunakannya? Apakah kita melihat semuanya berguna bagi hidup kita ataupun hanya sebagian saja yang berguna, walaupun kebanyakan dari kita akhirnya menyita waktu kita untuk sesuatu hal yang tidak berguna di internet. Dengan cepatnya proses pertukaran informasi di internet, dan informasi yang saya katakan bukanlah informasi yang sedikit tapi dalam jumlah yang sangat besar sekali, untuk itulah Google dinamakan yang diambil dari akar kata Googol, yang berarti
10000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000, kalau Anda ada waktu silahkan hitung '0' di bilangan tersebut, jumlahnya adalah 100 nol.
Bagaimana kita menanggapinya sebagai anak-anak Tuhan? Marilah sama-sama kita memikirkan bagaimana hal ini akan ber-efek dalam kehidupan kita di masa kini dan masa yang akan datang, bagaimana kita memaksimalkan teknologi tersebut untuk menambah pengetahuan kita di dalam kebenaran Firman Tuhan, memberitakan kabar baik bagi mereka yang tersesat atau untuk saling menguatkan di dalam iman bukan hanya membuang waktu dengan percuma. Tentunya lebih mudah dengan memberitakan kasih Kristus di internet dibandingkan harus pergi ke pedalaman. Tapi sudahkah kita lakukan?
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment