Berhala - adalah satu bentuk pemberontakan kita terhadap Allah, dalam perjanjian lama Tuhan berfirman jangan membuat patung yang menyerupai apapun juga, sehingga kita menyembahnya, karena Allah adalah Allah yang cemburu. Namun, ketika orang Israel membuat patung anak lembu emas, disebabkan adanya kekuatiran sebab Musa tidak turun-turun dari bukit Sinai. Adanya satu kekuatiran membuat umat Israel menurut daging memaksa Harun untuk membuat patung anak lembu emas -- ketika hari yang harusnya dirayakan sebagai hari Tuhan malah umat Israel merayakannya dengan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan bagi patung tersebut -- hari yang sebenarnya milik Tuhan dilecehkan, dan tidak diindahkan oleh umat Israel, seolah-olah mereka mempersembahkan kepada Allah, tapi mempersembahkan kepada berhala -- membuat hati mereka menjadi jauh dari Allah, dan sama sekali mereka tidak bisa melihat kemuliaan Allah dalam patung anak lembu emas tersebut.
Nah, berhala seperti itu sampai sekarang masih ada dimana orang-orang membuat patung untuk disembah, dan kita tahu bahwa semua itu salah dan jahat di mata Tuhan, karena semuanya berwujud dan bisa dilihat oleh mata, maka kita sebagai orang Kristen tahu bahwa berhala yang berwujud patung itu adalah tidak benar. Bagaimana dengan berhala yang tidak kelihatan? Berhala yang tidak berwujud -- bagi saya definisi berhala adalah sebagai berikut.
Berhala adalah "Segala sesuatu yang berwujud ataupun tidak berwujud, nyata ataupun tidak nyata, baik ataupun jahat yang mengikat kita, sehingga kita tunduk kepadanya dan membuat kita lebih jauh dari Tuhan"
Ketika saya katakan segala sesuatu yang baik pun bisa menjadi berhala di dalam kehidupan kita, misalnya pelayanan -- penyembah pelayanan bukan penyembah Tuhan, kerapkali lebih mementingkan nilai-nilai pelayanan tersebut dibandingkan nilai-nilai kebenaran Allah - hati-hati ketika kita menganggap diri kita lebih rohani dari orang lain - itu adalah penyembahan berhala.
Banyak sistem kehidupan beragama yang ada di dalam dunia ini tujuannya adalah untuk mengubah apa yang baik di mata manusia menjadi apa yang benar di mata Allah menurut pandangan manusia yang adalah jahat adanya. Dengan jalan membuat aturan-aturan yang ketika manusia menaatinya, manusia menganggap dirinya lebih benar daripada orang lain, karena dia sudah melakukan aturan-aturan tersebut sehingga dia merasa punya hak untuk memandang orang lain lebih rendah daripada dia. Inilah salah satu berhala yang tidak berwujud - kesombongan.
Apapun yang kelihatannya baik, tapi jika hal itu membuat kita menjadi lebih jauh dari Tuhan, dan menjadikan kita mendua hati, itulah berhala - tidak mungkin kita bisa minum cawan Tuhan dan cawan penyembahan berhala, inilah yang dikatakan oleh Paulus, tidak mungkin kita bersekutu dengan Tuhan dan bersekutu dengan berhala - yang dimaksudkan adalah kalau kita bersekutu dengan Tuhan berarti kita tidak bersekutu dengan berhala, kalau kita bersekutu dengan berhala berarti kita tidak bersekutu dengan Tuhan dibahas didalam surat Paulus kepada jemaat Korintus - 1 Korintus 10:14-22.
Misalnya juga kekayaan kita, bisa menjadi berhala, karena ketika kita mencintai uang berarti kita membenci Tuhan, demikian sebaliknya. Tidak ada posisi seperti "Saya mengasihi Tuhan lebih dari saya mengasihi uang" berarti saya mengasihi uang juga hanya lebih sedikit dibanding mengasihi Tuhan. TIDAK! Kita tidak dapat mengabdi kepada 2 tuan, kita tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada uang.
Berhala bisa aja harga diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, penampilan kita, sifat kita, kekayaan kita, kesuksesan kita, karir kita, aktifitas 'rohani' kita (pelayanan), gereja kita, pendeta kita, mobil kita, hobi kita, kesenangan kita, kesehatan kita dan masih banyak yang lainnya - di mana harta kita berada di situ hati kita berada -- kalau semua hal tersebut membuat kita jauh dari Tuhan dan mengasihi hal-hal tersebut dibandingkan mengasihi Tuhan disitulah hal-hal yang baik tersebut menjadi sesuatu berhala. Kita akan takut untuk kehilangan apa yang kita punya, apa yang kita punya menjadi berhala bagi hidup kita. Berhala akan menyita waktu kita, dan membuat kita lebih senang dan lebih puas menikmati dunia daripada bersekutu dengan Allah pencipta kita untuk lebih mengenal Dia secara benar melalui firmanNya. Allah itu cemburu.
1 Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.
1 Korintus 10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Artikel ini saya tulis terinspirasi dari cuplikan pendek video Mark Driscoll - Idolatry
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment