Recent Posts

05 July, 2009

Melayani Tuhan oleh karena Anugrah

Berapa banyak dari kita ketika melayani Tuhan mengharapkan sesuatu dari Tuhan entah itu berkat rohani berupa damai sejahtera, sukacita, bahkan berkat jasmani. Jika setelah melayani Tuhan namun semuanya itu tidak didapati, menjadi kecewakah kita? Ya, kalau memang dasar dan motivasi pelayanan semata-mata hanya untuk mendapatkan sesuatu - timbal balik dari Tuhan, maka akan banyak terjadi kekecewaan karena Tuhan tidak akan selalu memberikan kita berkatNya ketika kita melayani.

Seringkali kita mengatakan kepada Tuhan, "Tuhan saya sudah lakukan ini, saya sudah lakukan itu, manakah balasannya - kenapa hidup saya masih menderita?" - Ini namanya penodongan kepada Allah. Tidak tahukah berkat yang termahal dan termanis yang sudah kita terima adalah salib Kristus. Ketika Dia mati bagi kita, dan menebus dosa-dosa kita, supaya kita yang seharusnya dihukum -- bukan hanya hukuman itu dihilangkan, namun kita dibuat berharga di mata Tuhan. Ini adalah satu anugrah.

Jadi kalau kita berkesempatan melayani, biarlah kita mendasarkan pelayanan kita oleh karena satu anugrah, karena Tuhan sudah mengasihi kita, makan selayaknya kita mengasihi Tuhan, bukan sebaliknya. Tuhan yang lebih dahulu melayani kita, demikian sudah seharusnyalah kita melayani Tuhan, ini adalah salah satu tanda ucapan syukur kepada Tuhan. Melalui pelayanan kita dapat bertumbuh bersama, dan saling mengingatkan satu sama lain, kalau kita melayani itu hanya karena satu anugrah, dan biarlah pelayanan kita senantiasa menjadi berkat bagi orang lain juga bukan untuk diri kita, karena Tuhan terlebih dahulu memberkati kita dengan satu anugrah.

Mungkin di satu waktu pelayanan, Anda tidak mengalami sukacita. Namun bukan berarti Anda harus berhenti dari pelayanan. Kita harus tetap maju ada sukacita maupun tidak ada satu sukacita, melayani Tuhan bukan untuk mendapatkan sukacita dan damai sejahtera - memang betul Tuhan akan menambahkan hal tersebut, tapi bukan itu yang menjadi dasar, hal-hal tersebut bukanlah yang essensi, yang menjadi essensi pelayanan adalah anugrah, bukan karena cinta kasih kita kepada Tuhan, tetapi kembali saya tekankan karena cinta kasih Tuhan kepada kita. Jadi pernah berpikir berkatmu tergantung dari pelayananmu, TIDAK, pelayanan adalah satu buah bahwa kita sudah dikasihi oleh Tuhan.

Jangan sampai kita terjerat dengan konsep berpikir human-centered, yang selalu memusatkan segala sesuatu demi kebaikan kita semata-mata, bukan untuk kemuliaan nama Tuhan, kalau kita melayani Tuhan tapi kita masih berpikir secara human-centered - hal ini perlu dipertanyakan apakah kita melayani Tuhan atau melayani diri kita sendiri, atau hanya melayani manusia. Berapa banyak dari kita ketika melayani lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan. TIDAK, ini seharusnya tidak terjadi, karena kepada Tuhanlah kita harus takut, namun memang Tuhan menaruh pemimpin supaya kita bisa dibimbing, dan menghormati -- janganlah sampai kita berpikir seolah-olah merekalah 'tuhan'.

Marilah sama-sama dengan gentar kita melayani Tuhan bukan karena kita mengasihi Dia, atau karena kita mengharapkan sesuatu dari Tuhan, tapi biarlah kita melayani Tuhan hanya karena anugrah yang sudah diberikan kepada kita. Sola Gratia. Soli Deo Gloria.

Artikel ini saya buat terinspirasi oleh khotbah Pdt. Riko Tan - Gembala Sidang GKY Sunter pada saat artikel ini diketik.

0 comments:

Post a Comment