Matius 23:24-26
23:24 Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.
23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
Matius pasalnya yang ke-23 Yesus banyak menegur ahli Taurat, orang Farisi -- yaitu mengenai kemunafikannya. Kehidupan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat semata-mata dilakukan untuk manusia, supaya mereka bisa diterima sebagai orang yang suci adanya. Namun hal ini dikecam oleh Yesus, karena Dia tahu di kedalaman hati mereka, mereka adalah orang buta akan kebenaran, seolah-olah mereka berbuat segala-sesuatu dan merasa diri sudah benar, padahal tidak ada seorangpun yang benar di hadapan Allah, dosa yang kecil dibersihkan, namun dosa yang besar tidak dibereskan di hadapan Allah -- walaupun dosa pada hakekatnya sama, tidak ada dosa besar dan dosa kecil, dosa pada hakekatnya adalah kematian, dosa yang bagaimanapun juga. Namun di sini Tuhan menegur mereka, sesuatu yang kecil saja kelihatan dan bisa dibereskan, mengapa sesuatu yang besar malah dibiarkan.
Sesuatu dosa yang sekecil nyamuk kita mungkin dapat mengaku di hadapan Allah, namun dosa sebesar unta kita tidak bisa akui di hadapan Allah, dan tidak mau kita tinggalkan, karena dosa tersebut sangat enak dan telah mendarah-daging di dalam hati kita. Di hadapan Allah, semua hal ini adalah sama entah itu nyamuk ataupun unta, di hadapan Dia, semuanya adalah satu kekotoran dan pemberontakkan -- bukankah ada dikatakan bahwa sedikit ragi meng-khamirkan roti? Demikianlah halnya dosa.
Seringkali dalam hidup manusia kita senantiasa mengklasifikasikan dosa, kalau saya tidak bikin dosa yang besar berarti hukuman kita kecil, demikian sebaliknya atau kalau kita tidak melakukan hal yang lebih buruk yang dilakukan oleh teman saya maka saya menjadi lebih baik daripada teman saya -- ini adalah konsep manusia, sedangkan konsep Allah bahwa manusia sudah rusak seutuhnya, tidak ada kebenaran di dalamnya, tidak ada manusia yang baik -- hanya Allahlah yang mampu menyempurnakan kehidupan kita kembali. Ketika kita menyadari hal ini maka tidak akan adanya rasa kesombongan diri -- ataupun yang dikatakan kesombongan rohani, karena pengertian tersebut menjadi pondasi dalam iman Kristen kita, bahwa semua manusia sama -- telah di dalam dosa, baik kecil maupun besar, semuanya jahat di hadapan Allah.
Seringkali yang kita bersihkan adalah cawan luarnya, yang kita bersihkan adalah sesuatu yang kelihatan oleh manusia, karena kita tidak mau dianggap rendah atau tidak suci, kita akhirnya menjadi orang Kristen hanya karena takut dianggap jelek oleh orang lain, sehingga perbuatan-perbuatan kita yang dibenahi sedangkan hati kita tidak. Kita kuatir akan harga diri kita yang bisa diinjak-injak. Kita merasa hal itu menjadi sesuatu yang harus dipertahankan. Di hadapan manusia kita bisa memakai topeng-topeng perbuatan baik hanya untuk kepentingan diri sendiri, namun di hadapan Allah semuanya terbuka adanya.
Tuhan berkata bersihkanlah dalam cawan tersebut maka luarnya akan bersih juga, hati kita tidak akan pernah bersih, selain daripada oleh Kristus Yesus karena oleh Dialah kita dapat dilayakkan untuk menjadi AnakNya, ketika hati kita dibenarkan kembali oleh kebenaran Injil yang sejati maka secara otomatis perbuatan-perbuatan yang kelihatan oleh manusia akan mengikuti kebenaran hakiki tersebut yang mengubah hati kita. Marilah kita senantiasa mengali kebenaran Firman Tuhan oleh pimpinan Roh Kudus, supaya melalui kebenaran Firman Tuhan itulah yang akhirnya dapat mengikis hati kita hari lepas hari dan senantiasa terpelihara sempurna di hadapan Allah.
Janganlah kita menjadi Kristen hanya untuk sebuah status di dalam satu komunitas, ataupun supaya kita bisa diterima di satu komunitas, janganlah kita beribadah setiap minggu hanya karena menjadi satu topeng yang kita pakai agar kita kelihatan seperti orang yang lebih suci dari orang lain.
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment