KASUS 1 - Jika A gaji seminggunya 1000 dollar sedangkan B gaji seminggunya 500 dollar ? Siapakah yang lebih diberkati? Kalau kita melihat dari segi materi maka jawabannya adalah si A yang lebih diberkati.
KASUS 2 - Nah dalam satu minggu itu si A mobilnya rusak, jadi harus masuk ke bengkel bayar 500 dollar, kemudian si A juga jatuh sakit dan harus berobat ke dokter sekitar 300 dollar, sedangkan biaya untuk hidup si A 100 dollar seminggu, jadi uang yg tersisa adalah 100 dollar, sedangkan si B hidupnya sehat-sehat saja, mobilnya juga tidak rusak dalam minggu tersebut, bahkan pada satu hari di minggu tersebut dia menemukan uang 50 dollar di jalanan waktu dia berangkat kerja. Biaya hidup si B sama dengan si A, 100 dollar seminggu - sekarang si B masih sehat memiliki uang 450 dollar. Siapakah yang lebih diberkati? Kalau kita melihat dari segi materi dan segi jasmaniah si B.
Walaupun kasus pertama is A gajinya lebih besar namun akhirnya si B yang bisa menyimpan uang lebih banyak dalam kasus yang kedua -- 2 kasus ini sama - kalau kita melihat semuanya dari segi uang atau yang bersifat jasmani dan materi jawaban di atas kedua-keduanya benar adanya, bahwa kita diberkati hanya dilihat dari segi materi.
Namun bagi saya sendiri bisa saja waktu kasus pertama walaupun gaji si B kelihatan lebih kecil dari si A, namun di minggu itu bisa saja si B, melihat kemuliaan Allah di dalam ayat-ayat Firman Tuhan yang dia selidiki di minggu tersebut yang menimbulkan rasa ucapan syukur dalam dirinya, jadi apakah berarti si A lebih diberkati? Tentu tidak karena kemuliaan Allah tidak dapat dibandingkan dengan sesuatu yang bersifat materi.
Sedangkan di kasus yang kedua, kelihatannya si B yang lebih diberkati karena dia lebih menyimpan banyak uang dan hidup lebih sehat dari si A -- Belum tentu, bisa saja setelah kejadian mobil rusak, dan jatuh sakit si A tetap bertekun di dalam Firman Tuhan, bahkan si A lebih mengerti lagi akan apakah yang namanya bersandar penuh kepada Tuhan, iman si A teruji dan kemuliaan Tuhan terpancar di dalam kehidupannya.
Nah jadi mana yang lebih diberkati? Berkat bukanlah bergantung kepada kesehatan dan uang kita. Berkat hanya bergantung kepada Allah, yaitu oleh kemuliaan Allah yang dinyatakan di dalam hidup kita sehari-hari -- untuk kemuliaan Allah.
Ucapan bahagia Tuhan Yesus di atas bukit, di dalam bahasa inggrisnya dikatakan "blessed" Indonesianya berarti - "diberkatilah" -- untuk lebih memudahkan membaca, ucapan-ucapan tersebut saya parafrase - supaya lebih mudah dimengerti ketika dibaca dan berhubungan dengan artikel ini.
Matius 5:3-11
"Diberkatilah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Diberkatilah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Diberkatilah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Diberkatilah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Diberkatilah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Diberkatilah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Diberkatilah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Diberkatilah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Diberkatilah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat."
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment