Di hidup manusia seringkali atau setidaknya pernah kita merasakan terhimpitnya jiwa kita di lembah kekelaman, seolah-olah tidak ada pertolongan daripada Tuhan. Hal tersebut membuat kita sangat ‘down’ sekali.
Bahkan seringkali badai yang mengoncang perahu kita di atas permukaan air begitu dahsyat sehingga membuat kapal kehidupan kita diombang-ambingkan kian kemari. Namun kita bersyukur bahwa kita mempunyai Sauh yang kuat di bawah permukaan air yang terus mengikat kita, yaitu Yesus Kristus.
Jika pengharapan kita akan Tuhan dilandaskan berdasarkan tindakan kita, maka sangat mustahil sekali kita akan terus berharap kepada Tuhan karena manusia sangat rentan sekali, hari ini kita bisa memuji Tuhan dan bersukacita, beberapa hari kemudian kita bisa mulai mempertanyakan Tuhan dan sedih.
Namun pengharapan kita bukanlah didasarkan dari seberapa konsisten kita menaruh pengharapan itu, tetapi karena pengharapan itulah sendiri yaitu di dalam iman kita kepada Kristus Yesus yang telah dikaruniakan kepada kita. Dan apabila iman itu dikaruniakan kepada kita, bagaimanakah kita dapat mempertahankan hal itu yang telah kita dapatkan oleh kasih karunia?
1 comments:
great!
Post a Comment