Recent Posts

14 November, 2011

Melakukan 'kehendak Bapa' tetapi tidak masuk Sorga

Matius 7:21-23 
21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku:Tuhan, Tuhan! akan masuk Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!


Beberapa orang 'Kristen' percaya bahwa pengakuan secara mulut sudah cukup membuat kita masuk sorga tanpa ada satu kerinduan untuk melakukan kehendak Bapa di sorga. Di perikop injil Matius sangat jelas bahwa pengakuan kita tentang Tuhan tidak menjadi jaminan kita akan masuk sorga.

Namun bagaimana dengan ayat yang ke-22, bukankah mereka seolah-olah melakukan kehendak Bapa di sorga dengan bernubuat, mengusir setan, serta mengadakan mujizat? Ternyata hal-hal seperti itu pun tidak menjamin kita akan masuk sorga, karena bukan dari berapa banyak nubuatan yang kita lakukan demi nama Tuhan, bukan dari berapa banyak setan yang kita usir demi nama Tuhan, serta bukan dari berapa banyak mujizat yang kita lakukan demi nama Tuhan yang akan membuat kita masuk ke dalam kerajaan sorga.

Kita bisa dengan rajin melakukan kegiatan rohani, melayani Tuhan dengan giat, seolah-olah kita sedang melakukan kehendak Bapa di sorga, di hadapan manusia kita bisa kelihatan suci, tetapi di hadapan Tuhan terbukalah segala motivasi jahat yang mungkin mendasari pekerjaan Tuhan yang selama ini kita giat melakukannya.

Mungkin orang lain tidak tahu, atau kita pun seringkali terjebak dan menjadi tidak tahu, tetapi Tuhan tahu apa yang menjadi motivasi terdalam di relung hati manusia - mari periksalah hati kita kembali apakah kita melayani Tuhan hanya untuk diri kita atau melakukan kehendak Bapa di sorga?

Kalau kita tanya kepada hati kita masing-masing siapakah yang mejadi tujuan akhir, apakah diri kita atau Tuhan? Apakah kita diselamatkan hanya supaya kita lepas dari panasnya api neraka? Apakah itu yang mejadi satu-satunya tujuan kita diselamatkan? Hanya untuk kenyamanan diri sendiri? Atau supaya semakin kemuliaan Tuhan terpancar melalui hidup kita yang sudah diselamatkan, dengan melakukan pekerjaan yang baik yang sudah Tuhan sediakan bagi kita, sebagai bukti kita diselamatkan?

4 comments:

Krisma said...

Keselamatan adalah anugrah terindah dariNya, bahkan perbuatan baik-pun belum tentu bisa mendapatkannya..

wah udah lama gk liat2 tulisan lu lg nih, how are u bro ?

GBU,
Krisma

Anton Triyanto said...

Baik Kris, sorry lupa bales comment lu...hehe..setuju sama point lu..perbuatan baik kita pun adalah karena kasih karunia saja makanya kita bisa melakukan hal tersebut.

Are you on GChat?

Anonymous said...

Jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup turutilah segala perintah Allah

Anonymous said...

guys, ada lagu kristen yang liriknya Mat 7:21 ga ya? thank u GBU

Post a Comment