"Selamat Pagi Bapa" adalah salah satu sapaan yang sering terlontar baik dari dalam mulut kita maupun dari hati kita, mungkin ketika kita memulai doa kita pagi-pagi saat kita bersekutu dengan Tuhan, sapaan ini terdengar begitu hangat sekali, melukiskan betapa dekatnya Bapa kita, sampai-sampai kita dapat mengucapkan "Selamat Pagi Bapa"
Memang pada dasarnya tidak ada yang membuat sapaan itu salah, karena selama motivasi dari orang yang mengucapkan hal tersebut hanya untuk mengambarkan "keakraban' dengan Tuhan.
Namun mari kita secara sejenak berpikir, jika kita di Sydney pada waktu pagi hari dan menghubungi sanak saudara kita di Amerika pada waktu malam, apakah kita akan mengatakan "Selamat Pagi", tentu kita mengatakan "Selamat Malam" karena sapaan itu kita tujukan dan sesuaikan dengan waktu orang yang kita sapa.
Demikian dengan Tuhan, memang bagi Tuhan, Dia tidak terikat dengan waktu, jadi ketika kita menyapa Selamat Pagi, Siang dan Malam, hal tersebut tidaklah terlalu menjadi hal yang harus dipikirkan. Tetapi, apakah dengan mengatakan "Selamat Pagi Bapa" kita mulai "memanusiakan Tuhan", "menarik" Dia masuk dalam kehidupan kita yang terikat oleh waktu?
Bacaan Rekomendasi selanjutnya
Mentuhankan Tuhan
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment