Recent Posts

24 August, 2012

Harapan

Yah..

Aku mengulurkan tanganku ke dalam lumpur itu..
Walaupun kotor tetapi akan kuterima apa adanya
Aku memang mungkin tidak dapat menjadi penolongmu
Tetapi aku akan selalu mencoba dan menanti engkau meraih tanganku.

Aku mendengar sayup-sayup suaramu, dari hati kecilmu
Aku akan menemanimu agar engkau tidak sendiri.
Di dalam lumpur itu, aku akan berikan kehangatan, terang dan harapan.

Aku mengerti...
Engkau selalu memohon untuk keluar dari kubangan itu.
Biarlah aku mencoba membawa engkau keluar dari sana...

Engkau tidah harus terjatuh kembali
Engkau tidak harus mendengarkan perkataan yang lain...
yang menjatuhkanmu..
Engkau sanggup mengatakan TIDAK!

Sebuah kata yang memang begitu singkat
Akan kubantu membuka bibirmu yang kelu...
Saat hendak mengucapkan kata itu...
Yah..engkau sanggup

Saat itu sudah berlalu...
Katakanlah TIDAK, supaya engkau tidak akan terjerembab kedua kalinya
Aku menunggumu di atas sini
Melihat ke bawah...
Dengan penuh pengharapan
Sambil mengulurkan tanganku
Untuk mencoba menolongmu

Yah, 
Semoga puisi ini sanggup untuk membangunkanmu dari lumpur penyesalan itu.

0 comments:

Post a Comment