Recent Posts

25 February, 2010

Segala sesuatu mendatangkan kesempurnaan Kristus

Roma 8:28-32

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan itu bukanlah kebaikan seperti, "Oh karena mobil saya ditabrak (sesuatu yang buruk) kemudian asuransi menganti mobil saya dengan yang baru (sesuatu yang baik) -- Hal tersebut adalah karunia umum, orang yang bukan percaya Kristus pun dapat mengalami, karena kebaikan bagi manusia adalah relatif, kebanyakan kita memikirkan kebaikan bagi kehidupan kita, yaitu sesuatu yang menguntungkan, jadi ketika kita mengalami penderitaan kita selalu mengharapkan kebaikan yang kita akan dapat setelah hal itu terjadi. Jadi motivasi pengharapan kita ujung-ujungnya hanyalah berorientasi kepada diri sendiri.

Jika kita sebagai orang yang dikasihi Tuhan dan dipilih oleh Tuhan, segala sesuatu terjadi dalam kehidupan kita adalah semata-mata untuk kebaikan kita, yaitu untuk menjadi serupa dengan gambarNya, dan kebanyakan melalui penderitaanlah maka kita dapat menjadi sempurna serupa dengan gambar Kristus. Paulus justru lebih menekankan mengenai yang buruk ketimbang yang baik, kalau kita membaca konteks dari pasal 8. Penderitaan tersebut mungkin kehilangan pekerjaan kita, kehilangan sahabat kita, kehilangan pasangan kita, kehilangan anak kita, kehilangan harta kita, kehilangan apapun juga yang menghentikan kita untuk menjadi serupa seperti Kristus.

Jadi bila kita menderita hari ini atau bahkan saya percaya setiap hari kita akan menderita selama ada di dunia ini dalam hal kecil maupun besar, bersyukurlah karena melalui penderitaan tersebut kita yakin bahwa Allah bertujuan supaya kita menjadi serupa dengan gambarNya.

"There is no greater mercy that I know of on earth than good health except it is sickness, and that has often been a greater mercy to me than health." CH Spurgeon

Artikel sebelumnya "Segala Sesuatu Mendatangkan Kebaikan"

19 February, 2010

Kalau Bunuh Diri Masuk Neraka Tidak?

Kalau Orang Kristen bunuh diri masuk neraka atau surga? Yah pasti neraka dong, kalau dia memang orang Kristen tidak mungkin bunuh diri. Apakah benar pernyataan seperti ini? Apakah memang surga dan neraka ditentukan dari perbuatan manusia, kalau saya bunuh diri berarti sudah pasti masuk neraka, kalau tidak bunuh diri mungkin ada kemungkinan masuk surga. Jadi manusialah yang membuat standarisasi berdasarkan hal tersebut. Dapatkah seorang yang sudah dipilih Tuhan bunuh diri?

Bunuh diri adalah satu hal yang kompleks, bunuh diri adalah hal yang keji di hadapan Allah, sama dengan halnya membunuh orang lain, sama dengan membenci semuanya adalah dosa di hadapan Allah.

I Yohanes 3:15 "Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya."

Jadi apakah semua orang yang membenci saudaranya masuk neraka? Akhirnya ujung-ujungnya kitalah yang membuat peraturan-peraturan, kalau buat ini masuk neraka, kalau buat itu masuk surga. Padahal sudah jelas bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari Kasih Kristus yaitu AnugrahNya di atas kayu salib menebus dosa kita, bahkan kematian sekalipun tidak akan dapat memisahkan kita, kalau memang kenyataannya kitalah orang-orang yang menjadi pilihan Allah (Roma8:38-39)

Jadi bagaimana dengan 1 Korintus 3:16-17 dikatakan: "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu."

Bukankah Rasul Paulus sedang membicarakan membinasakan bait Allah? Tapi apakah tentang bunuh diri? Bagaimana dengan halnya minum alcohol yang merusak otak atau rokok yang merusak kesehatan, bahkan yang samar-samar seperti minum kopi merusak jantung.

Mari kita lihat orang-orang yang bunuh diri dalam Alkitab.

1. Saul (1 Samuel:31-4)
2. Pembawa Senjata Saul (1 Samuel:31-5)
3. Ahitofel (2 Samuel 17:23)
4. Zimri (1 Raja-raja 16:18)
5. Yudas (Matius 27:5)

Mereka semua adalah orang yang jahat dan berdosa (kita juga tidak ada bedanya), tapi kalaupun mereka masuk neraka bukan karena mereka membunuh diri tapi karena mereka menolak keselamatan dari Tuhan. Membunuh diri sama halnya mengambil peranan Allah dalam menentukan kematian bagi diri kita, tentu hal ini adalah kekejian bagi Allah.

Mungkin ada orang Kristen yang depresi sekali dalam hidupnya kemudian dia bunuh diri tapi bukan berarti dia tidak akan masuk ke surga dan diterima Bapa, karena pada akhirnya kita tidak berhak menentukan surga atau neraka. Tuhan sudah mati bagi dosa-dosa kita, karena cintaNya dia berkuasa menyelamatkan orang Kristen yang bunuh diri, dosa tersebut tidak dapat tidak ditebus oleh Allah, namun bukan berarti saya melegalkan bunuh diri, sudah jelas bahwa bunuh diri adalah pembunuhan, bedanya ketika kita membunuh orang lain kita masih hidup namun ketika membunuh diri kita, kita sudah tidak ada. Walaupun demikian saya mempunyai keraguan bahwa orang Kristen yang sejati akan bunuh diri, karena selalu ada pengharapan di dalam Kristus, namun saya tidak berhak menentukan surga neraka bagi mereka yang membunuh dirinya.

Saya diceritakan oleh teman tentang seorang misionari perempuan, saya berusaha mencari data-datanya tapi saat ini masih belum menemukan, tapi walaupun belum mari kita sama-sama pikirkan kejadian ini: "Ada seorang misionari perempuan, dia pergi menginjil kabar keselamatan ke pelosok-pelosok, dia cinta Tuhan dengan begitu sangat, sampai akhirnya dia ditangkap dan diberikan dua pilihan 1. Menyangkal Yesus 2.Dengan telanjang dan diarak ke jalanan, dua pilihan yang dia sangat sulit ambil, akhirnya dia membunuh dirinya. Apakah dia pasti masuk neraka? Tidak tahu. Jadi bunuh diri adalah hal yang sangat kompleks.

Memang jika kita bunuh diri mungkin kita tetap masuk surga atau masuk neraka, kalaupun kita tidak bunuh diri mungkin kita tetap masuk neraka atau masuk surga, namun maukah kita mengakhiri hidup kita yang terakhir dengan melakukan dosa? atau maukah kita hidup untuk Kristus dan menjadi berkat bagi orang lain?

Filipi 1:21-24
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

18 February, 2010

Chance is not a thing - It is nothing

“In a universe governed by God there are no chance events. Indeed, there is no such thing as chance. Chance does not exist. It is merely a word we use to describe mathematical possibilities. But chance itself has no power because it has no being. Chance is not an entity that can influence reality. Chance is not a thing. It is nothing.” RC. Sproul.

16 February, 2010

Bapa mana yang Anda pilih?

Kalimat ini saya kutip dari website Rich Dad Poor Dad, oleh tokoh terkenal Robert T. Kiyosaki.

One dad would say, "The love of money is the root of all evil." The other, "The lack of money is the root of all evil." Having two dads - and loving them both - forced me to think about, and ultimately choose, a way of thinking for myself.

Saya kurang setuju, kita tidak ada bisa memiliki 2 ayah, tidak mungkin kita mencintai Tuhan dan mencintai Mamon, untuk itulah Robert T. Kiyosaki menyelewengkan seolah-olah ajarannya benar dan bisa diterima oleh orang-orang Kristen, dengan memasukkan salah satu ayat Alkitab. 1 Timotius 6:10.

Berikut artikel-artikel mengenai apakah itu kemakmuran, cinta uang, dan beberapa penjelasan Alkitab mengenai cinta uang dan cinta Tuhan.

Teologia Kemakmuran

Siapakah yang lebih diberkati?

Mengucap syukurlah atas resesi ekonomi

Bendahara yang tidak jujur

Ajaran tentang kemakmuran mengelabui

Bolehkah orang Kristen menjadi kaya

Saingan Terbesar Yesus

Menjadi 'tuhan' atas diri sendiri

15 February, 2010

Restore to me the joy of your salvation

Psalms 51:12- Restore to me the joy of your salvation, and uphold me with a willing spirit.

People give way to sexual sin because they don’t have the fullness of joy and gladness in Christ.

Because when that joy fades I click on pornography.
When that joy fades I start cruising the neighborhood.
When that joy fades I get an itch for another woman. When that joy fades,
on and on and on...

Every sin on the outside is symptomatic of the absence of this joy.

J.Piper

Prayer for everyday Christian warfare: Oh God, teach me to taste and embrace the joy and gladness in You.

13 February, 2010

We must be born again

12 February, 2010

You Must Suffer - John Piper

Half-hearted Christians

My dad used to say to me, when I was a kid, “Listen, son. Half-hearted Christians are the most miserable people of all. They know enough to feel guilty, but they haven’t gone far enough with Christ to be happy. Be wholehearted for him!” ~ Ray Ortlund

We can be perfect

We can be perfect in men's eyes, but not in God's eyes, apart from the work of Jesus Christ ~ it is a saving faith.

Calvinist Puritan Rapper - Lecrae - Don't Waste Your Life



[Hook: Cam]
Don't wanna waste my life

[Verse 1: LeCrae]
I know a lot of people out there scared they gone die
couple of em thinking they'll be livin in the sky
but while Im here livin man I gotta ask why
what am here fo I gotta figure out
waste my life/ no I gotta make it count
if Christ is real then what am I gone do about
all of the things in Luke 12:15 down to 21 you really oughta go and check it out
Paul said if Christ aint resurrect then we wasted our lives
well that implies that our life's built around Jesus being alive
everyday I'm living tryin show the world why
Christ is more than everything you'll ever try
better than pretty women and sinning and living
to get a minute of any women and men that you admire aint no lie
We created for Him outta the dust he made us for Him
Elects us and he saves us for Him Jesus comes and raises for Him
Magnify the Father why bother with something lesser
he made us so we could bless Him and to the world we confess him
resurrects him so I know I got life matter fact better man I know I got Christ
if you don't' see His ways in my days and nights
you can hit my brakes you can stop my lights
man I lost my rights I lost my life
forget the money cars and toss that ice
the cost is Christ
and they could never offer me anything on the planet that'll cost that price

[Verse 2: LeCrae]
Suffer Yeah do it for Christ if you trying to figure what to do with your life
if you making money hope you doing it right
because the money is Gods you better steward it right
stay focused if you aint got no ride
your life aint wrapped up in what you drive
the clothes you wear the job you work
the color your skin naw we Christian first
people living life for a job make a lil money start living for a car
get em a house a wife kids and a dog when they retire they living high on the hog
but guess what they didn't ever really live at all to live is Christ yeah that's Paul I recall
to die is gain so for Christ we give it all he's the treasure you'll find in the mall
Your money your singleness marriage talent and time
they were loaned to you to show the world that Christ is Divine
that's why it's Christ in my rhymes That's why it's Christ all the time
my whole world is built around him He's the life in my lines
I refused to waste my life he's too true ta chase that ice
heres my gifts and time cause I'm constantly trying to be used to praise the Christ
If he's truly raised to life then this news should change your life
and by his grace you can put your faith in place that rules your days and nights

11 February, 2010

Not Vacation

I thank God, as He always lead me to a passion for the supremacy of God in all things for the joy through Jesus Christ by listening, reading, doing Word of God, especially God uses John Piper's ministry to help me understanding and tasting the love of Christ. Thank you Pastor John, I pray, may God gives you wisdom on your annual writing leave. I can see now how Pastor John really serious about writing book, his dedication to the ministry has replaced 'a holiday' to a time where he can focus on his books - to spread the Gospel. Here's what I read on DesiringGod blog post.

My 2010 Writing Leave: What? and Why?
From February 4 through March 17, I will be on my annual writing leave (with a couple speaking trips thrown in). Thank you for supporting me in these focused times away. They are not vacation. I usually work longer hours during writing leave than during regular ministry seasons.

So please pray for me that I would love my family well and that I would be very productive for the glory of Christ. Pray that I would devote more time to prayer, not less; that I would give more time to read and meditate on the Scriptures, not less; and pray that I would see beautiful truth in God’s word and be able to write about it in spiritually compelling ways. What will I work on?

First of all, Think: The Life of the Mind and the Love of God, which I wrote last year, is scheduled for publication in September and needs final editing. That will take some days.

Second, Bloodlines: Race, Cross, and the Christians, which I also wrote last year, needs significant revision and will demand more work than Think to put it in a final form.

Third, Don Carson and I hope to turn our two talks on The Pastor as Theologian, and The Theologian as Pastor into one book. I need to expand my talk so that it’s worthy of being called half of a (small) book. We hope this will be useful and encouraging to many pastors.

The short piece I wrote the day before my surgery back in 2006, Don’t Waste Your Cancer, has proved surprisingly useful around the world. Crossway wants to put it in a small booklet. There are a few things that might make it better for that purpose.

Finally, after two books on the life-and-death doctrine of Justification (Counted Righteous in Christ and The Future of Justification), I have one more in mind. I will not finish it this year, but I would like to make a start. This Fall I am to lecture on justification at the annual meeting of the Evangelical Theological Society and serve on a panel with N.T. Wright. So I hope to combine forethought on that lecture with a start on the book.
There are numerous other projects I hope to live long enough to finish. But we will take it one year at a time.

Why do I pursue writing in this way? There are other very important things to do. Here are the reasons that I am aware of, moving from general to specific.

I exist to spread a passion for the supremacy of God in all things for the joy of all peoples through Jesus Christ. Writing is one way of spreading this passion. God says I exist for his glory (Isaiah 43:7). Therefore, I write to make him look great.

I write to serve the church. Speaking the truth about important things is a good thing for the health of the church. You will know the truth, and the truth will set you free (John 8:32). Sanctify them in the truth; your word is truth (John 17:17). I pray that the church will be helped by what I write.

I learn most when I am writing. So since God commands me to grow in the knowledge and the grace of the Lord (2 Peter 3:18), it seems like a good method for me.

I find a good deal of pleasure in the craft of writing. Some people delight to paint. Others to sculpt. Others to remodel old furniture. Others to crochet and cross-stitch. I delight to make words effective in awakening passion for the sake of Christ-exalting truth.

I have been profoundly changed by reading books. So I know that God uses books to change people for his glory. I would like to see others experience some of the things I have experienced in seeing God through the eyes of others.

Finally, there is an inner impulse that I cannot explain that drives me to write. I would write if there were no possibility of publication. I have hundreds of pages that no one has ever seen but me, and it would not matter ultimately if they were destroyed. I wrote them not to be published but because there is an impulse from within.
Thank you for praying for me in these weeks.

Pastor John

10 February, 2010

Perempuan yang Berzinah

Yohanes 8:2-11
8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. 8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. 8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" 8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." 8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" 8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Tentunya pasal ini sudah sering kita dengar atau baca, bahkan kita sudah hafal secara garis besar bahwa janganlah kita menghakimi orang yang telah berbuat dosa karena kita adalah orang yang berdosa juga, tidak ada satupun dari kita yang tidak pernah berbuat dosa (Roma 3:23), baik saya, maupun Anda, baik penjahat ataupun pendeta, tidak ada seorangpun yang benar di hadapan Tuhan.

Namun benarkah kita harus menempatkan diri kita sebagai orang ahli taurat dan orang Farisi? Di mana 'seolah-olah' dosa kita lebih kecil dari dosa perempuan yang berzinah? Sehingga kita dengan terlalu berani membawa dan menghakimi orang yang berbuat dosa ke hadapan Allah, bukankah kita sering seperti itu? Pernahkah kita berpikir, apakah saya bukan perempuan yang berzinah itu? Memang kenyataannya kita tidak berzinah secara fisikal, atau tidak memandang perempuan dan bernafsu serta berzinah dalam pikiran (walaupun sulit) -- namun kalaupun kita tidak melakukan segala hal tersebut, kita tetap 'berzinah' di hadapan Allah, berapa sering kita 'berzinah' -- dengan menambatkan hati kita kepada apa yang berasal dari dunia ini, kita lebih cinta akan kekuasaan, uang, kecantikan, seks, jabatan, kehormatan, hubungan, anak, istri, suami, internet, komputer, game, dan yang lainnya yang membuat kita lebih menempatkan mereka seperti Tuhan dalam hidup kita.

Kita tidak pernah mau dianggap ditempatkan sebagai perempuan berzinah bukan? Jadi manusia selalu mempunyai kecenderungan untuk memilih yang terbaik bagi hidupnya bukan yang terbaik di hadapan Allah, tanpa Allah, motivasi manusia dalam memilih yang terbaik selalu dikontaminasi oleh dosa yang telah mendarah daging dalam hidup kita.

Dosa pada essensinya adalah sama, entah itu besar atau kecil...di hadapan Allah sama adanya, ketika kita melakukan dosa kecil -- telah 'menyakitkan hati Allah' sama dengan halnya ketika kita melakukan dosa besar -- 'rasa sakit' Allah pun sama porsinya.

Jadi di mana letak perbedaannya? Konsekuensi yaitu sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita karena telah melakukan dosa tersebut -- jika dosa kecil maka konsekuensinya kecil, demikian jika besar maka besar pulalah konsekuensi yang harus ditanggung. Tentunya dengan melakukan dosa perzinahan seperti perempuan tersebut, konsekuensi dikucilkan masyarakat lebih besar dibanding dengan ahli Taurat dan orang Farisi yang hanya sekedar sombong dan menghakimi. Akhirnya manusia mulai melegalisasikan 'dosa kecil' karena memang konsekuensinya tidak terdampak apa-apa bagi kehidupannya. Inilah letak keegoisan manusia, manusia mungkin tidak mau melakukan dosa besar karena akan mengalami konsekuensi yang besar terhadap dirinya bukan karena takut dan gentar terhadap Allah.

Namun apakah berarti kita bersama-sama melakukan dosa yang besar toh sama juga di hadapan Allah. Tidak, kejarlah kekudusan sebab tanpa kekudusan tidak ada seorangpun melihat Allah (Ibr 12:14). Apakah kekudusan itu? Kekudusan bukanlah keadaan di mana kita tidak ada dosa, namaun kekudusan adalah melihat dosa paling kecil dalam hidup kita sebagai dosa paling besar di mana kita harus meminta pengampunan dari Allah.

Semakin dalam kita mengenal Allah, demikianlah kita akan semakin mengenal betapa buruknya kita sebagai manusia yang penuh dosa. Ketika kita semakin tahu betapa buruknya diri kita, maka kita akan lebih bisa menghargai betapa baiknya kabar baik itu dalam Kristus Yesus sebagai Tuhan yang senantiasa menyucikan kita melalui FirmanNya dan oleh kekuatan Roh Kudus supaya kita diterima oleh Bapa Surgawi -- Tuhan yang Suci, Suci dan Suci.

Salah satu kalimat John Newtown (pengarang lagu Amazing Grace) adalah "I am a great sinner, but I have a Great Saviour" -- tentunya beliau tidak mungkin salah dalam pengunaan 'grammar' bukan. Mengapa tidak dikatakan "I was a great sinner, but I have a Great Saviour" -- karena beliau menyadari selama kita hidup di dunia ini kita masih senantiasa bergumul akan dosa namun tidak hidup di dalam dosa.

Rasul Paulus pun sadar akan hidupnya, progresi hidupnya adalah semakin menyadari betapa buruknya seorang yang bernama Paulus (bukan karena dia lebih melakukan dosa yang besar di banding yang lain) -- namun karena dia semakin mengenal dirinya yang paling dalam, mengenal essensi dosa itu.

Surat Paulus secara kronolikal.

1 Korintus 15:9 (ditulis sekitar 55 Masehi)
Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.

Efesus 3:8 (ditulis sekitar 60 Masehi)
Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,

1 Timotius 1:15 (ditulis sekitar 63 atau 64 Masehi)
Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

Alasan pertama Paulus bahwa dia paling hina dari semua rasul, karena dia telah menganiaya jemaat Allah, namun di surat-surat berikutnya dia justru semakin mengenal essensi dosa dalam dirinya dikatakan bahwa dia lebih hina dari orang-orang kudus -- bahkan di antara orang berdosa dialah yang paling berdosa. Inilah seharusnya ciri-ciri perjalanan iman Kristen, semakin menyadari kalau kita ini ada di bawah bukan justru semakin mau ke ke atas.

Oh...betapa seharusnya kita seperti Paulus semakin hari semakin menyadari dosa begitu jahat dalam hidup kita, sehingga setiap hari kita perlu Injil keselamatan untuk berperang melawan kuasa dosa dalam hidup kita. Oh... betapa seharusnya kita menempatkan diri kita sebagai perempuan yang berzinah, bukan sebagai Ahli taurat dan orang Farisi.

Semua manusia berdosa sama jahatnya, entah Anda berbuat baik, namun perbuatan baik kita pun seringkali memiliki motivasi yang penuh dosa. Perbedaannya adalah seberapa jauh kita menyadari dosa tersebut, kita tahu dengan pasti bagaimana berbuat dosa, tidak perlu diajarkan, tapi kita tidak pernah mengerti secara dalam tentang essensi dosa tersebut.

The Big Red Tractor

The Big Red Tractor from Jacob Lewis on Vimeo.

The reason we sinned

The reason we sinned, because we have other treasures beside Jesus, Therefore everyday is the battle to believe the Gospel, to believe, to receive, to be satisfied by Jesus as our everything. J. Piper

We need a Savior not just because we have sinned, but because we have sinned by nature. We are by nature sinners. J. Piper

What makes Jesus look beautiful

I’ll tell you what makes Jesus look beautiful. It’s when you smash your car and your little girl goes flying through the windshield and lands, like I was with a little girl on 11th Ave two weeks ago; dead on the street for three hours before the police could let her go.


And you say, through the deepest possible pain…


“God is enough, God is enough.”


“He is good. He will take care of us. He will satisfy us. He will get us through this. He is our treasure”


“Whom have I in heaven but you? And on Earth there is nothing that I desire besides you. My flesh and my heart and my little girl may fail, but you are the strength of my heart and my portion forever.”


J.Piper

05 February, 2010

Church is boring...

Excerpt from The Mega Church and the Mini Gospel - Sam Storms

One of the pastors (ant: from megarchurch) interviewed for the article is said to have started out "doing market research with non-churchgoers in the area - and got an earful. 'They said churches were full of hypocrites and were boring,' he recalls. So he designed [his church] to counter those preconceptions, with lively, multimedia-filled services in a setting that's something between a rock concert and a coffee shop (87).

I certainly hope this pastor was misunderstood, and if he was, my apologies will be quick in coming. In the meantime, I'll proceed on the assumption that Business Week cited him accurately. Forgive me for being so cynical, but I do not think "multimedia-filled services" in any setting are going to help much with the hypocrisy in today's churches. And if I know human nature at all, people will soon enough find elaborate services with high tech productions as tiresome and predictable as the traditional approach. Nor do I think such flash and sound will do much to sustain the human soul when tragedy or trial or bankruptcy or teenage rebellion or cancer strikes home.

So what's the solution? May I be so bold to suggest that "boredom" is best overcome by a passionate and biblically accurate portrayal of the supremacy of God and the prospect of unending intimacy in his presence. Boredom is shattered by the breathtaking splendor and heart-thumping glory of the revelation of God in the face of Jesus Christ.

And what of hypocrisy? Yes, there's hypocrisy in the Church and in the office, and on the athletic field, and in our schools, and on Wall Street and in Hollywood. People often are not what they profess. But dare I say that the solution is found, not in creating a religious facsimile of MTV, but in challenging the gospel with those who "profess" to be Christians but lack the internal reality and then Providing them with a thoroughly biblical portrait of the sweetness , joy, delight, and satisfaction that comes with the pursuit of true holiness. Hypocrisy derives its power from the lie that authentic heartfelt obedience and holiness are less satisfying than the pleasures of the world, flesh, and the devil. The solution to hypocrisy is trust in the promise that powerfully appealing counter only "in God's presence is fullness of joy" and only "at God's right hand are pleasures forevermore" (Psalm 16:11).

03 February, 2010

Passion for the whole truth

We can know the whole truth in the Bible but not doing even one, yet we can't do one single truth if our heart doesn't have a passion to know the whole truth. ~ Ant

Job - John Piper

02 February, 2010

Love of the table not of the host...

Their* love is the love of the table, not of the host; a love to the cupboard, not to the master of the house ~ C.H. Spurgeon

*My comment: Carnal Christian

01 February, 2010

Temptation is an obvious lie...

“A silly idea is current that good people do not know what temptation means. This is an obvious lie. Only those who try to resist temptation know how strong it is.... A man who gives in to temptation after five minutes simply does not know what it would have been like an hour later. That is why bad people, in one sense, know very little about badness. They have lived a sheltered life by always giving in.” - CS Lewis