Kalau Orang Kristen bunuh diri masuk neraka atau surga? Yah pasti neraka dong, kalau dia memang orang Kristen tidak mungkin bunuh diri. Apakah benar pernyataan seperti ini? Apakah memang surga dan neraka ditentukan dari perbuatan manusia, kalau saya bunuh diri berarti sudah pasti masuk neraka, kalau tidak bunuh diri mungkin ada kemungkinan masuk surga. Jadi manusialah yang membuat standarisasi berdasarkan hal tersebut. Dapatkah seorang yang sudah dipilih Tuhan bunuh diri?
Bunuh diri adalah satu hal yang kompleks, bunuh diri adalah hal yang keji di hadapan Allah, sama dengan halnya membunuh orang lain, sama dengan membenci semuanya adalah dosa di hadapan Allah.
I Yohanes 3:15 "Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya."
Jadi apakah semua orang yang membenci saudaranya masuk neraka? Akhirnya ujung-ujungnya kitalah yang membuat peraturan-peraturan, kalau buat ini masuk neraka, kalau buat itu masuk surga. Padahal sudah jelas bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari Kasih Kristus yaitu AnugrahNya di atas kayu salib menebus dosa kita, bahkan kematian sekalipun tidak akan dapat memisahkan kita, kalau memang kenyataannya kitalah orang-orang yang menjadi pilihan Allah (Roma8:38-39)
Jadi bagaimana dengan 1 Korintus 3:16-17 dikatakan: "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu."
Bukankah Rasul Paulus sedang membicarakan membinasakan bait Allah? Tapi apakah tentang bunuh diri? Bagaimana dengan halnya minum alcohol yang merusak otak atau rokok yang merusak kesehatan, bahkan yang samar-samar seperti minum kopi merusak jantung.
Mari kita lihat orang-orang yang bunuh diri dalam Alkitab.
1. Saul (1 Samuel:31-4)
2. Pembawa Senjata Saul (1 Samuel:31-5)
3. Ahitofel (2 Samuel 17:23)
4. Zimri (1 Raja-raja 16:18)
5. Yudas (Matius 27:5)
Mereka semua adalah orang yang jahat dan berdosa (kita juga tidak ada bedanya), tapi kalaupun mereka masuk neraka bukan karena mereka membunuh diri tapi karena mereka menolak keselamatan dari Tuhan. Membunuh diri sama halnya mengambil peranan Allah dalam menentukan kematian bagi diri kita, tentu hal ini adalah kekejian bagi Allah.
Mungkin ada orang Kristen yang depresi sekali dalam hidupnya kemudian dia bunuh diri tapi bukan berarti dia tidak akan masuk ke surga dan diterima Bapa, karena pada akhirnya kita tidak berhak menentukan surga atau neraka. Tuhan sudah mati bagi dosa-dosa kita, karena cintaNya dia berkuasa menyelamatkan orang Kristen yang bunuh diri, dosa tersebut tidak dapat tidak ditebus oleh Allah, namun bukan berarti saya melegalkan bunuh diri, sudah jelas bahwa bunuh diri adalah pembunuhan, bedanya ketika kita membunuh orang lain kita masih hidup namun ketika membunuh diri kita, kita sudah tidak ada. Walaupun demikian saya mempunyai keraguan bahwa orang Kristen yang sejati akan bunuh diri, karena selalu ada pengharapan di dalam Kristus, namun saya tidak berhak menentukan surga neraka bagi mereka yang membunuh dirinya.
Saya diceritakan oleh teman tentang seorang misionari perempuan, saya berusaha mencari data-datanya tapi saat ini masih belum menemukan, tapi walaupun belum mari kita sama-sama pikirkan kejadian ini: "Ada seorang misionari perempuan, dia pergi menginjil kabar keselamatan ke pelosok-pelosok, dia cinta Tuhan dengan begitu sangat, sampai akhirnya dia ditangkap dan diberikan dua pilihan 1. Menyangkal Yesus 2.Dengan telanjang dan diarak ke jalanan, dua pilihan yang dia sangat sulit ambil, akhirnya dia membunuh dirinya. Apakah dia pasti masuk neraka? Tidak tahu. Jadi bunuh diri adalah hal yang sangat kompleks.
Memang jika kita bunuh diri mungkin kita tetap masuk surga atau masuk neraka, kalaupun kita tidak bunuh diri mungkin kita tetap masuk neraka atau masuk surga, namun maukah kita mengakhiri hidup kita yang terakhir dengan melakukan dosa? atau maukah kita hidup untuk Kristus dan menjadi berkat bagi orang lain?
Filipi 1:21-24
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment