Allah itu maha kuasa bukan? Tentu Dia maha kuasa. Jika memang Dia maha kuasa, mengapa seringkali permohonan kita tidak dikabulkan? Apakah Dia tidak berkuasa mengabulkan permohonan tersebut? Jadi jika memang Dia maha kuasa namun Dia tidak mengabulkan permohonan kita, tentu Dia bukan Allah yang baik bukan? Jadi apakah kebaikan Allah diukur dari terkabulnya permohonan kita?
Apakah kebaikan Allah dapat diukur? Tentu ketika kehidupan kita ‘enak-enak’, contohnya kalau dapat nilai baik, dapat pacar, dapat kerja, dapat anak, dapat mobil, dapat rumah, dapat segala sesuatu yang kita minta, tentu sangat mudah bagi kita untuk mengatakan Allah itu baik.
Namun bagaimana ketika kita tidak lulus ujian, diputus pacar, dipecat dari kerja, mengalami keguguran, mobil tertabrak, rumah kebakaran, dan kita tidak mendapatkan apa yang kita minta, apakah Allah tidak baik? Tentu Dia kelihatan tidak baik jika kita mengukur kebaikan Allah melalui terkabulnya permohonan kita.
Kasih Allah kepada kita dapat diukur. Ukurannya apa? Ukurannya adalah Allah menunjukkannya kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Jika Dia memang sudah mati buat kita dan itu adalah kasih yang terbesar, tentu penderitaan apapun yang kita alami dalam hidup ini sudah tidak ada artinya karena kita percaya dan yakin bahwa Allah sudah mengasihi kita secara maksimal, Dia tidak bisa mengasihi kita lebih daripada kematian Kristus di atas kayu salib untuk dosa-dosa kita.
Namun memang seringkali karena masalah-masalah timbul di kehidupan kita akhirnya janji ini seolah-olah tidak ada relevansinya lagi dalam kehidupan kita. Kita menganggap bahwa pembebasan penderitaan yang kita rasakan lebih penting daripada pengampunan dosa, untuk itulah berita Injil seharusnya bukan hanya untuk orang-orang tidak percaya, tetapi berita Injil juga untuk orang-orang yang sudah percaya kepada Kristus, supaya kita terus mengingat bahwa KasihNya di atas kayu salib cukup bagi kita untuk terus percaya bahwa Dia sudah mengasihi kita dan terus akan mengasihi kita melalui karya penebusan Kristus Yesus.
3 comments:
Sekedar menambahkan sedikit bro ;)
Rat 3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya
Roma 5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
Roma 5:21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Kayaknya sih agak sulit nih kalau kasihnya hanya sebatas di kayu salib, memang itu merupakan pengorbanan terbesar Ia kepada kita karena dosa. Dan memang karena upah dosa itu maut sehingga Ia harus mengalahkan maut untuk membebaskan kita. Namun di luar itu, kasihnya sangat tidak terbatas dan tidak habis2nya walaupun kita 'bandel' sm seperti dulu kita juga pernah 'bandel' khan ya hihihi, apa g doang yang 'bandel' :p, namun Ia tetap meng'gendong' kita selalu ;)..GBU
Salam,
Krisma
Iya, kasih Allah tidak berkesudahan, I don't deny itu sih.
Maksudnya Tuhan tidak bisa mengasihi kita lebih dari kasih Dia yang sudah dibuktikan di atas kayu salib, karena tanpa kasih itu maka semuanya adalah sia-sia, karena bukti dari Kasih Allah yang tidak berkesudahan adalah kematian Dia di atas kayu salib, Allah yang menjadi Manusia, I can't think a greater love than that. :)
Amien :)
Post a Comment