"Joko, kamu harus ke gereja tiap Minggu, kalau ngak nanti Tuhan marah"
"Joko, ayo ke gereja, nanti kalo ngak Mama ngak kasih uang jajan"
"Joko, ayo ke gereja nanti Mama ajak jalan-jalan"
"Joko, sana ke gereja nanti biar bisa dapet tanda-tangan untuk nilai agama di sekolah"
"Joko, sana ke gereja biar jadi orang baik"
Kalimat-kalimat di atas tentu sudah tidak asing di telinga kita, khususnya bagi kita yang dilahirkan di kalangan keluarga Kristen, bahkan orang tua yang bukan Kristen pun turut mengirimkan anaknya untuk masuk sekolah Kristen dengan asumsi bahwa semua anak yang ke gereja ataupun sekolah Kristen akan menjadi anak-anak yang baik. Apakah memang benar demikian? Apakah gereja dan sekolah Kristen hanya sebagai tempat semata-mata supaya mereka menjadi orang baik?
Mengapa banyak orang tua berpikiran seperti itu? Apakah karena kita ingin anak kita berhasil? Tapi apakah benar hanya untuk keuntungan anak kita? Di satu sisi benar, tapi apakah bisa jauh lebih itu? Apakah mungkin kita hanya ingin dibilang telah berhasil mendidik anak, karena akhirnya anak kita menjadi baik? Kemudian nama kita dipuji-puji, tetapi kalau anak kita menjadi berandalan, siapakah yang tercoreng mukanya? Bukankah orang tuanya?
Jadi kita, orang tua atau yang akan menjadi orang tua ajarkanlah anak-anak kita dalam iman kepada Kristus bukan sebagai satu moralitas yang dilihat dari luar dengan motivasi hanya untuk 'nama baik' kita sebagai orang tua.
Artikel terkait Mengajar Sekolah Minggu
Recent Posts
1 comments:
semut..good article! memang rambut sama hitam..tp hati sapa tau :)
http://ministry-to-children.com/force-kids-to-church/
Post a Comment