Setelah tujuh kali pertemuan, kami para pemuda-pemudi GKY Sydney telah menyelesaikan studi "Back to Basics" yang diterbitkan oleh Matthias Media dalam bahasa Inggris, di kemudian hari saya rindu ada penerbit Indonesia yang dapat menterjemahkannya.
Bagi para pemimpin-pemimpin gereja, saya secara pribadi merekomendasikan buku ini untuk kelompok kecil ataupun persekutuan baik dari anak muda maupun sampai usia yang lebih dewasa. Buku ini sangat bermanfaat sekali, bahkan jika Anda sudah mengenal Kristus, studi ini kembali terus menguatkan iman kita di dalam Kristus Yesus. Saya akan mencoba merangkum beberapa hal dari studi tersebut.
Studi 1: Diselamatkan oleh Tuhan - Roma 5:8-9
Kasih Allah teryata dapat diukur, ukurannya adalah ketika Dia sudah mendemonstrasikan kasihNya dengan cara mengutus Kristus untuk mati buat kita, agar kita diselamatkan dari murka Allah. Tanpa hal tersebut kita akan mengalami murka Allah yang luar biasa, namun ketika kita masih belum melakukan apa yang baik yaitu ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita dan kita telah dibenarkan melalui darahNya. Tidak ada hal apapun yang dapat kita lakukan untuk melayakkan kita akan keselamatan tersebut. Maka dari itu keyakinan keselamatan kita bukan tergantung dari "perbuatan baik" kita tetapi tergantung kepada karya Kristus di atas kayu salib yang membenarkan kita. Perbuatan baik kita adalah bukti bahwa kita telah dibenarkan di dalam Kristus.
Studi 2: Percaya di dalam Tuhan - Efesus 2:8-9
Kita telah diselamatkan dari murka Allah, dan hal ini bukanlah atas usaha kita, tetapi semata-mata karena kasih karunia Tuhan. Bahkan usaha kita untuk menerima keselamatan tersebut merupakan karunia juga dari Tuhan. Iman kita adalah menjadi bukti bahwa Allah menyelamatkan kita di dalam Kristus Yesus. Ketika kita beriman, hal itu bukan karena kita bisa dan mau, tetapi karena Allahlah sendiri yang menghidupkan kita untuk melakukannya, untuk itulah tidak ada yang dapat kita sombongkan. Jika keselamatan itu kita terima di luar dari kemauan kita maka keselamatan tersebut tidak akan hilang oleh karena kemauan kita juga.
Studi 3: Hidup sesuai jalan Tuhan -Titus 2:11-13
Hidup di dalam Tuhan adalah hasil bahwa kita telah diselamatkan, bukan menjadi "sebab" melainkan "akibat". Senantiasa kita rindu untuk hidup sesuai dengan apa yang menjadi kehendakNya. Orang-orang yang mengatakan bahwa hidup sesuai dengan jalan Tuhan tidaklah terlalu penting karena kita sudah diselamatkan dan keselamatan tersebut tidak akan hilang, untuk mereka yang berpikir seperti itu, justru satu tanda tanya besar bahwa apakah mereka sudah benar-benar diselamatkan. Ujilah diri kita apakah kita hidup sesuai dengan jalan Tuhan yang menjadikan "akibat" bahwa kita telah diselamatkan.
Studi 4: Mendengar Tuhan - 2 Timotius 3:15-16
Seluruh Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu adalah ilham dari Allah semata-mata. Dari sanalah kita mendengar suara Tuhan, mengetahui apa yang menjadi kehendakNya. Alkitab berguna untuk mengajar, mengoreksi, menegur serta melatih kita di dalam kebenaran. Dari sanalah kita dapat membedakan mana yang berkenan dan mana yang tidak berkenan, dari sanalah kita dapat menguji hati kita, dari sanalah kita mendapatkan instruksi-instruksi tentang bagaimana kita seharusnya hidup, dan semua itulah suara Tuhan. Jika kita ingin mendengar suara Tuhan? Apakah kita sudah membaca Alkitab hari ini?
Studi 5: Berbicara kepada Tuhan - Filipi 4:6-7
Sebenarnya tidak ada yang perlu dikuatirkan, tetapi dalam segala hal seharusnya kita mengutarakannya kepada Tuhan, bahkan hal-hal yang kita merasa mampu melakukannya. Tidak ada hal yang terlalu kecil dan terlalu besar untuk Dia. Tuhan memang tidak berjanji untuk selalu memberikan apa yang menjadi kemauan kita, tetapi yang Dia janjikan adalah bahwa hati kita dan pikiran kita akan dipelihara oleh Tuhan, bahkan ketika kita tidak menerima apa yang kita minta. Kita tahu bahwa hati dan pikiran kita sangat rentan sekali, untuk itulah kita harus selalu mengingat karya yang terbesar, yaitu kematian Kristus, kalau kasih yang terbesar itu saja sudah diberikanNya untuk kita, apa lagi yang harus kita kuatirkan ketika kita tidak menerima atau belum menerima apa yang menjadi kemauan dan kebutuhan kita?
Studi 6: Bertemu keluarga Tuhan - Ibrani 10:24-25
Hubungan kita bukanlah hanya secara vertikal saja yaitu antara kita dan Allah tetapi horisontal juga antara kita dan sesama saudara seiman kita. Kita bisa saja beribadah dengan tidak pergi ke satu komunitas Kristen dan bertemu dengan orang-orang Kristen lainnya, tetapi justru bertemu dengan mereka kita dapat saling menegur dan membangun di dalam iman kita kepada Yesus Kristus. Jika Anda hanya mendekam di rumah, melihat khotbah di TV, mentransfer uang persembahan secara online, menyanyi dengan keras memakai perangkat elektronik Anda, Anda mungkin belum menjadi Kristen, kecuali memang Anda benar-benar tidak dapat datang karena penyakit yang kronis.
Studi 7: Bertemu dunia - Kolose 4:5-6
Ketika kita sudah diselamatkan tentu kita ingin dan rindu orang-orang yang tidak percaya mendengar kabar baik itu. Kita diajar untuk dapat memberitakan kabar baik itu bukan dengan cara yang ingin menjatuhkan ataupun menghakimi mereka, tetapi dengan penuh kasih dan penuh "garam" tanpa mengurangi esensi dari kabar baik itu sendiri. Siapkanlah diri kita untuk dapat menjawab ketika satu ketika kita ditanya mengenai iman kita kepada Yesus Kristus, di kesempatan seperti itulah kita akan terus mengabarkan kabar baik itu.
Recent Posts

0 comments:
Post a Comment