Recent Posts

14 May, 2012

Hidup di masa lalu

Di dunia serba digital ini, segala perlengkapan electronik membutuhkan memori yang cukup besar khususnya jika kita berurusan dengan data-data seperti video, 3D games ataupun yang lainnya. Contoh  barang elektronik seperti iPhone, kapasitas ber-giga-giga ditawarkan oleh perusahan Apple kepada konsumen yang membutuhkannya, namun kerap kali kalaupun kita tidak terlalu membutuhkannya kita tetap selalu ingin memori yang paling tinggi.

Memori adalah tempat menyimpan data-data kita, memori mempunyai kapasitas tertentu, kalau kita meng-install aplikasi-aplikasi yang banyak dan cukup besar maka kemungkinan kita kekurangan memori akan sangat mungkin sekali.

Setiap bulan saya memeriksa iPhone saya, ternyata banyak aplikasi-aplikasi yang saya install tapi tidak pernah digunakan sehingga itu membuat kapasitas memori di iPhone saya berkurang, akhirnya saya berinisiatif untuk membuang aplikasi-aplikasi tersebut, tetapi aplikasi-aplikasi yang saya sudah hapus dari iPhone saya, masih ada membekas di iTunes store saya, sehingga di kemudian hari saya masih dapat mengaksesnya kembali.

Demikian dengan halnya masa lalu, masa lalu tidak akan pernah hilang bukan? Tetapi pertanyaannya sudahkah Anda menghapus masa lalu tersebut di hidup sehari-hari Anda, atau mungkin Anda masih membiarkan masa lalu tersebut menghidupi keseharian Anda, sehingga kapasitas pikiran Anda seringkali "berkurang" karena adanya hal-hal yang sebenarnya sudah tidak penting lagi dan tidak relevan dengan hidup Anda sekarang.

Apakah Anda masih hidup di masa lalu atau masa lalu itu telah menghidupkan Anda untuk menjadi orang yang lebih baik lagi?

0 comments:

Post a Comment