Roma 8:37
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Dahulu ayat ini selalu ada mendengung di kuping saya, baik dalam nyanyian maupun dalam perbincangan-perbincangan rohani. Saya selalu menganggap dan membayangkan kalau saya seorang pemenang berarti masalah apapun yang saya alami, saya akan berhasil keluar dari pada masalah tersebut, karena saya adalah seorang pemenang. Misalnya ketika saya menderita, maka karena saya lebih dari seorang pemenang maka saya tidak akan menderita lagi setelah itu. Jika saya miskin, karena saya lebih dari pemenang maka Allah akan memberkati 'berkat' jasmani kepada saya. Ketika orang-orang membenci saya, karena saya lebih pemenang maka Allah akan menghukum orang-orang tersebut. Yah, karena saya adalah lebih dari pemenang.
Benarkah demikian? Setelah sekian lama saya merenungi Roma 8 semakin luluh hati saya melihat kedaulatan Allah terhadap hidup saya yang seperti embun pagi yang dapat hilang tertepa angin kapanpun Dia mau.
Kemenangan ini bukanlah kemenangan atas kehidupan di dunia ini, jelas Paulus sedang membicarakan tentang penderitaan berjuang melawan dosa (Roma 8:1-18), tapi Paulus melanjutkannya bahwa kemuliaan yang akan kita dapatkan melebihi dari segalanya dan kemuliaan itu kita peroleh hanya melalui Kristus Yesus, karena itu ketika kita sudah berada di dalam Kristus tidak ada yang dapat memisahkan kita, baik itu penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya ataupun pedang. Itulah kemenangan tersebut. Walaupun kita mengalami segala hal-hal yang tidak mengenakkan di dunia ini dan mungkin tetap berada dalam hal tersebut, kita tetap lebih dari pemenang, karena kita sudah mendapatkan kemenangan melalui Kristus Yesus (1 Korintus 15:57), yaitu Dia yang mengasihi kita yang menjadi bukti bahwa kita yang dipilih, dan kita yang dipanggil, dan kita yang dibenarkan, dan kita yang dimuliakan satu hari kelak.
Artikel terkait
Segala sesuatu mendatangkan kesempurnaan Kristus
Segala sesuatu mendatangkan kebaikan
Recent Posts
Showing posts with label kasih karunia. Show all posts
Showing posts with label kasih karunia. Show all posts
08 March, 2010
Kasihilah Musuhmu
Posted by
Anton Triyanto
Hari ini saya baru tanya teman saya kalau kita punya musuh yang kita kasihi apa yang harus kita lakukan, apakah kita harus berperan sebagai musuh yang mengasihi atau sebagai teman (pura-pura) yang mengasihi.
Satu paradoks yang pernah dibahas di Alkitab, ketika Tuhan mengajarkan supaya kita mengasihi musuh kita, bagaimanakah mungkin? Bagi manusia sesuatu hal yang mustahil, namun bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Allah sendiri membenci kita sebagai manusia berdosa, namun Dia tetap mengasihi kita sehingga mengaruniakan anakNya yang tunggal untuk menebus dosa kita. Dalam kebencianNya terhadap dosa terdapat kasihNya akan manusia. Bahkan ketika kita sudah ditebus kita tetap melakukan dosa, kita tetap bersalah di hadapan Allah, namun karena adanya sifat paradoks Allah yang berjalan sejajar maka kita diselamatkan bukan karena perbuatan kita, tapi oleh kasih Karunia.
Jadi yang harus saya lakukan adalah - menjadi musuh, karena saya membenci kesalahan yang dilakukan orang tersebut, dan pada saat yang sama menjadi teman yang mengasihi sama seperti Kristus telah mengasihi kita.
Satu paradoks yang pernah dibahas di Alkitab, ketika Tuhan mengajarkan supaya kita mengasihi musuh kita, bagaimanakah mungkin? Bagi manusia sesuatu hal yang mustahil, namun bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Allah sendiri membenci kita sebagai manusia berdosa, namun Dia tetap mengasihi kita sehingga mengaruniakan anakNya yang tunggal untuk menebus dosa kita. Dalam kebencianNya terhadap dosa terdapat kasihNya akan manusia. Bahkan ketika kita sudah ditebus kita tetap melakukan dosa, kita tetap bersalah di hadapan Allah, namun karena adanya sifat paradoks Allah yang berjalan sejajar maka kita diselamatkan bukan karena perbuatan kita, tapi oleh kasih Karunia.
Jadi yang harus saya lakukan adalah - menjadi musuh, karena saya membenci kesalahan yang dilakukan orang tersebut, dan pada saat yang sama menjadi teman yang mengasihi sama seperti Kristus telah mengasihi kita.
17 December, 2009
Saya tahu asin itu tidak baik...
Posted by
Anton Triyanto
Banyak dari kita tentunya sudah sedikit tahu tentang garam, kalau kita mengkonsumsi terlalu banyak garam maka tidak baik untuk kesehatan, khususnya darah tinggi dalam hal ini, kita sudah tahu itu tidak baik tapi tentunya kita di lain pihak senang sekali makan yang ada garamnya, kalau tidak ada garamnya maka terasa hambar sekali.
Seringkali demikian dengan dosa, kita sudah tahu itu tidak baik, tapi karena kita senang, keinginan daging kita yang mengerogoti kita -- karena rasa dosa adalah lezat, namun kita tidak perduli dengan konsekuensi dosa itu sendiri.
Manusia tidak akan pernah bisa memilih untuk tidak melakukan dosa, saya sendiripun tidak perlu mengingat dosa apa yang saya lakukan satu tahun yang lalu, sebulan yang lalu, seminggu yang lalu ... yang saya harus ingat adalah dosa yang saya lakukan 5 menit yang lalu, atau bahkan sekarang, inilah kejatuhan manusia -- yang dinamakan total depravity, tanpa mengerti hal essensi seperti ini maka kita akan senantiasa melihat dosa sebagai sesuatu yang kita bisa tidak lakukan -- padahal kenyataannya tidak -- kita mau berbuat baik, kita tahu berbuat baik, tapi 'by nature' kita akan melakukan yang jahat.
Kalau kita disucikan kembali semata-mata hanya karena kasih karunia Allah saja yang memampukan kita untuk tidak berbuat dosa -- tidak ada sedikitpun campur tangan manusia untuk bisa tidak melakukan dosa.
Seringkali demikian dengan dosa, kita sudah tahu itu tidak baik, tapi karena kita senang, keinginan daging kita yang mengerogoti kita -- karena rasa dosa adalah lezat, namun kita tidak perduli dengan konsekuensi dosa itu sendiri.
Manusia tidak akan pernah bisa memilih untuk tidak melakukan dosa, saya sendiripun tidak perlu mengingat dosa apa yang saya lakukan satu tahun yang lalu, sebulan yang lalu, seminggu yang lalu ... yang saya harus ingat adalah dosa yang saya lakukan 5 menit yang lalu, atau bahkan sekarang, inilah kejatuhan manusia -- yang dinamakan total depravity, tanpa mengerti hal essensi seperti ini maka kita akan senantiasa melihat dosa sebagai sesuatu yang kita bisa tidak lakukan -- padahal kenyataannya tidak -- kita mau berbuat baik, kita tahu berbuat baik, tapi 'by nature' kita akan melakukan yang jahat.
Kalau kita disucikan kembali semata-mata hanya karena kasih karunia Allah saja yang memampukan kita untuk tidak berbuat dosa -- tidak ada sedikitpun campur tangan manusia untuk bisa tidak melakukan dosa.