Recent Posts

28 January, 2012

Hari Orientasi di sekolah teologi

Entah saya mau memulai dari mana, hari orientasi yang saya takutkan akhirnya berakhir juga pada jam 5 sore ini, yang tadinya saya berkeinginan untuk tidak datang, setelah selesai hari orientasi hari ini, saya malah berpikir akan menyesal kalau tidak datang. Saya diberkati sekali dan memberikan kembali semangat terus untuk melakukan studi ini.

Saya akan merangkum secara singkat kejadian dan pengalaman apa saja yang terjadi dan yang saya dapat di hari orientasi hari ini namun tidak secara kronological.

1. Pengalaman yang tidak pernah saya alami masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi oleh murid-murid baru yang ingin belajar Alkitab baik itu 1, 3 ataupun 4 tahun, mungkin sekitar 100 orang lebih, tetapi yang lebih uniknya 90% dari mereka adalah orang Australia, atau mungkin tidak semua dari 90% itu adalah orang Australia, setidaknya mereka orang bule. Sebelumnya ada satu stereotype kepada orang bule bahwa mereka ateis, tetapi ternyata tidak semua orang bule adalah ateis, ini adalah pengalaman yang menarik.

2. Berlanjut dari pengalaman yang pertama, murid-murid baru ini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, saya akan mencoba mengingat siapa saja mereka.
•    Ada pengacara
•    Ada direktur
•    Ada yang tidak pernah kuliah di Universitas
•    Ada engineer
•    Ada pendeta
•    Ada businessman
•    Ada petani
•    Ada guru
•    Ada politician
•    Ada yang bekeluarga
•    Ada yang bekeluarga tetapi hanya salah satu yang studi
•    Ada yang bercerai
•    Ada yang punya anak
•    Ada yang single
Ternyata tidak ada batasan dan kriteria tertentu untuk studi mengenai Tuhan, Anda bisa menjadi siapa saja, kalau Tuhan “memanggil” dalam keadaan apapun dan pekerjaan apapun, Tuhan dapat dan akan melakukan kehendakNya di dalam hidup Anda.

3. Pengalaman berikutnya adalah bertemu dengan satu pendeta yang tidak begitu lancar dalam berbahasa inggris, tetapi kerinduan dia untuk mengambil studi di Moore College membuat saya mengangkat jempol, tadinya saya berpikir inggris saya pas-pasan, Tuhan membukakan mata saya bahwa yang terpenting bukanlah hal tersebut.

4. Saya sempat ngobrol dengan beberapa orang, kebanyakan dari mereka orang-orang pintar, tetapi kepala sekolah dari sekolah tersebut membuat satu pernyataan bahwa studi di Moore College bukanlah satu kompetisi, mendapatkan nilai yang paling baik bukanlah segalanya, kita mungkin bisa mendapatkan nilai yang baik tetapi tidak benar-benar mengenal Tuhan.

5. Delapan hal yang penting yang John Woodhouse (Principal of Moore College) utarakan kepada murid-murid baru yang harus diperhatikan:

a. Mengenal Tuhan, rencanaNya dan tujuanNya di dalam hidup kita. Hati-hati terhadap bahaya pragmatis. Mengenal dan mengasihi Tuhan adalah tujuan.

b. Mengenal Tuhan adalah ideNya Tuhan bukan kita. Mengenal Tuhan dimulai dari tahu bahwa Tuhan yang mengenal kita terlebih dahulu.

c. Mengenal Tuhan bukan hanya mengetahui fakta-fakta. Mengenal Tuhan terkait erat sekali dengan kesalehan kita. Kita bisa baik dari segi akademis tetapi tidak benar-benar mengenal Tuhan

d. Mengenal Tuhan melibatkan intelektual

e. Di Moore College, kami diminta untuk belajar dengan sunguh-sungguh kerja keras, bukan hanya di pikiran semata tetapi menjalankannya di kehidupan sehari-hari.

f. Maksud point yang diatas ini adalah bahwa Moore College sama seperti gereja bukan universitas

g. Murid-murid yang sudah berkeluarga adalah penting, Moore College menyediakan satu komunitas di mana membantu murid-murid yang sudah bekeluarga untuk saling menopang satu sama lain.

h. Bertanggung jawab di dalam satu komunitas.

6. Menarik ketika John Woodhouse menerangkan hal terakhir (Bertanggung jawab di dalam satu komunitas) lebih mendalam lagi, berikut penjelasannya:

20 tahun yang lalu ada tembok pemisah ketika kita harus pergi ke toko untuk mengambil majalah porno sedangkan di dunia internet tidak ada, tembok pemisahnya hanyalah satu klik mouse. Untuk inilah Moore College menyediakan satu piranti lunak bernama Covenant Eyes untuk membantu murid-murid menciptakan tembok pemisah menuju internet pornografi, dengan cara memilih teman-teman yang dimana kita bisa percaya dan bertanggung jawab untuk memantau situs-situs yang kita lihat. Menggunakan program ini bukanlah sesuatu yang diharuskan tetapi dianjurkan, dan bukan hanya orang yang pernah bergumul akan masalah pornografi, tetapi juga orang yang sedang bahkan orang yang tidak pernah sama sekali jatuh dalam dosa pornografi di internet khususnya.

7. Ada dua lagu yang membuat saya meneteskan air mata sedikit ketika kami bersama-sama menyembah Tuhan. Amazing Grace (My Chains are gone) dan How deep the Father’s love for us.






Ketujuh hal tersebut di atas sangat mendorong saya, menyemangati  dan mengingatkan kembali akan keputusan yang saya ambil ini untuk di kemudian hari menjadi pelayan Tuhan penuh waktu.

Tuhan memberkati Moore College, dosen-dosen pengajar, murid-murid yang baru, murid-murid yang masih belajar, dan murid-murid yang sudah lulus.

0 comments:

Post a Comment