Alasan-alasan dalam hal pencarian tempat beribadah zaman ini semakin memburuk, hal-hal yang tidak terlalu penting di dipenting-pentingkan, sedangkan hal yang sangat penting sekali dikesampingkan. Muncul satu fenomena di mana mencari tempat ibadah yang penting banyak orangnya, komunitas yang baik, yang musiknya bagus, yang pelayanan dari pendetanya memuaskan kita.
Banyak dari kita jatuh ke dalam jebakan gereja adalah sebuah produk dan kita adalah konsumer, selama kita puas dengan produk tersebut kita akan terus di dalam produk tersebut, ketika sudah tidak puas maka kita mencari produk yang baru – gereja dalam hal ini.
Gereja pun bisa jatuh ke jebakan, untuk meningkatkan jumlah jemaat, maka apapun dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut, bahkan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan tetapi dikompromikan hanya untuk membuat orang lebih tertarik akan apa yang gereja dapat sajikan untuk mereka.
Latar belakang teologia pendeta tidak menjadi hal yang penting, apakah gereja mengajarkan Firman Tuhan secara alkitabiah pun sudah bukan menjadi hal yang utama dalam hal memilih gereja. Kerap kali akhirnya orang-orang yang datang hanya untuk satu kepuasan untuk dirinya sendiri tidak pernah menyelidiki Firman Tuhan seperti orang-orang di Berea. Mereka hanya percaya dengan apa yang dikatakan pendeta di gereja tersebut, seolah-olah hal itu sudah menjadi yang paling benar.
Kebanyakan alasan yang kita utarakan selalu berpusat kepada diri sendiri - apakah saya akan dipuaskan, apakah saya akan mendapatkan komunitas yang baik, apakah saya akan diterima, apakah musiknya baik, apakah tempatnya enak, dan lain sebagainya - memang hal-hal tersebut sedikit banyak menjadi bahan pertimbangan tetapi bukan menjadi hal yang paling utama, seharusnya yang kita tanyakan adalah apakah gereja tersebut mengajar Firman Tuhan secara bertanggung jawab, dan juga di manakah Tuhan mau kita melayani Dia dengan baik sehingga nama Tuhan dipermuliakan.
Kalau alasan ke gereja untuk kepuasan diri sendiri, maka tidaklah susah payah pergi ke gereja, kita akan bisa mendapatkan di tempat lain, walaupun sering kali akhirnya kita tetap datang ke gereja karena kita tidak mau dipersalahkan juga jikalau kita mencari kepuasan di tempat lain. Seolah-olah jikalau mendapatkan kepuasan di gereja, hal itu menjadi hal yang lebih rohani dan benar.
Mari pikirkan lebih jauh apa yang perlu kita perhatikan dalam mencari tempat beribadah, pikirkan apa yang sebenarnya menjadi hal yang penting dan yang kurang penting dalam hal memilih tempat ibadah.
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment