Seringkali kita mendengar pernyataan ini bukan, bahwa menikah hanya satu kali. Saya akan mengecewakan Anda sebagai pembaca, karena yang akan saya bahas di sini bukanlah mengenai prinsip-prinsip menikah hanya sekali - maafkan saya.
Jika Anda sudah menikah atau akan menikah, tentu Anda ingat atau sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan hari pernikahan Anda, entah itu dari baju, kue pernikahan, bunga, restoran, acara, bahkan sampai ke hal-hal kecil seperti buku tamu yang akan dipakai untuk mencatat tamu-tamu Anda.
Ketika Anda sedang memilih kue contohnya, penjaga toko tahu Anda sedang mencari kue pernikahan, dan kue-kue yang ditawarkan tentu yang mahal-mahal karena penjaga toko itu mungkin akan mendapatkan komisi lebih tinggi, kata-kata yang dilontarkan adalah seperti ini: “Wah, pilih yang ini aja yang paling bagus, kan kamu menikah hanya sekali”, tentu tidak ada salahnya untuk memilih yang terbaik di hari pernikahan kita, tetapi sadar atau tidak sadar hal itu setidaknya mempengaruhi kita dalam hal memilih segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan kita “Pilih yang paling bagus karena menikah hanya satu kali”, walaupun kita tidak sanggup, kita berusaha untuk mendapatkan yang terbaik itu, tetapi walaupun kita sanggup bukan berarti garis antara kebutuhan dan kemauan sudah tidak ada.
Seringkali kita tidak adil dengan hidup kita, kita dapat memakai satu pernyataan hanya untuk membenarkan diri kita ketika kita melakukan sesuatu yang akan “menguntungkan” kita, dalam hal pernikahan setidaknya mungkin orang yang akan datang ke pernikahan kita akan membandingkan dengan pernikahan yang mereka sudah datangi di bulan yang lalu.
Tetapi di lain pihak kita tidak mau memakai pernyataan itu ketika hal itu tidak “menguntungkan” kita.
Renungkan hal ini: Bayangkan Anda terbang menggunakan pesawat terbang, lalu ada seorang asing duduk di samping kita, bukankah kita hanya akan bertemu orang asing itu satu kali dan mungkin tidak akan bertemu lagi, tetapi bisakah kita mengatakan “Bertemu orang asing ini hanya satu kali, sebaiknya saya mengabarkan sesuatu yang terbaik untuk orang ini, yaitu Injil Tuhan.”, terlepas mungkin karakter manusia berbeda satu sama lain.
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment