Recent Posts

19 February, 2012

Pembajak Kristen

Tono: “Asyik saya sudah ada koleksi MP3, artis rohani Kristen A yang terbaru”
Tini: “Kamu dapatnya dari mana”
Tono: “Saya dapat dari internet”
Tini: “Wah itu kan illegal”
Tono: “Gak apa-apa kan saya pakai untuk pelayanan”

Berapa sering kita mendengar percakapan seperti di atas, ini adalah pembenaran diri dari sesuatu yang salah dengan mengungkapkan hal yang rohani untuk menutupi kesalahan tersebut, sehingga kesalahan tersebut  bukan menjadi kesalahan lagi.

Berapa banyak entah itu software, MP3 atau film mudah sekali untuk didapatkan di internet, seringkali kita tidak tahu juga apakah itu melanggar hukum atau tidak, ketika kita mengunduh semua itu. Seringkali kita mengatakan karena semua orang sudah banyak melakukan maka hal tersebut bukan menjadi satu kejahatan lagi, atau karena sangsi yang diberikan kepada pelaku, walaupun kelihatan besar namun sangat sulit sekali untuk pihak yang berwajib mengenakan sangsi kepada si pelaku. Melalui pandangan seperti itu kita mulai membenarkan diri untuk melakukan hal tersebut, tidak ada pemikiran lebih jauh lagi tentang mengapa kita melakukan hal tersebut.

Tentu di lain pihak, banyak orang-orang Kristen yang tidak memiliki software, MP3 dan film bajakan dapat jatuh kepada perangkap legalisme, dengan berpandangan karena saya tidak mengunduh software dan MP3 bajakan, maka saya lebih benar dari pada orang-orang yang mengunduhnya, tentu ini hal yang salah. Tetapi bukan karena kita takut akan bahaya legalisme, itu menjadi alasan kalau mengunduh software, film dan MP3 bajakan tidak apa-apa.

Dahulu saya berpikir karena saya tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli software, MP3 dan film bajakan, tetapi walaupun saya sudah memiliki uangpun, sangat sulit bagi saya untuk membeli software asli, karena kita merasa uang yang dipakai itu dapat dipakai untuk hal yang lain, atau kita merasa tidak adil karena orang lain bisa mendapatkan secara “gratis” mengapa saya harus membayar. Ternyata masalah utamanya bukanlah karena kita kekurangan uang, tetapi kita lebih mencintai uang daripada melakukan apa yang benar, yaitu membeli  software, MP3 dan film yang asli.

Memang di Negara-negara yang sedang berkembang, perusahaan software membiayai harga yang terlalu tinggi untuk masyarakat, sehingga masyarakat lebih memilih bajakan dibandingkan yang asli. Tetapi kembali pertanyaannya apakah memang software itu diperlukan, adakah software open source (free) yang dapat dipakai dan sama fungsinya dengan software asli?

Dengan menulis artikel ini bukan berarti saya sudah bebas dari pembajakan software dan pengunduhan film maupun MP3 di dunia Internet, tetapi saya mengajak kita semua berpikir bahwa bukan karena kita sudah melakukan atau semua orang melakukannya maka pembajakan tersebut adalah menjadi sesuatu yang benar di hadapan Tuhan, bahkan ketika alasan tersebut kedengarannya sangat rohani sekali.

Saran saya, sebisa-bisanya mulailah berhenti mengunduh software, film dan MP3 bajakan dari Internet dan mulailah untuk menghapus file-file tersebut sebisa mungkin. Atau setidaknya berpikirlah bahwa hal itu adalah yang salah, jangan sampai karena kita tidak mau dianggap salah maka kita mulai merasionalisasikan pemikiran kita bahwa hal itu tidak apa-apa.

Sampai saat ini saya masih mempunyai software, film dan MP3 bajakan di samping yang asli, yang mulai saya beli. Tetapi saya masih berhutang untuk menghapus bajakan tersebut di kemudian hari. Bagaimana menurut Anda?

0 comments:

Post a Comment