Pernahkah Anda mendengar pernyataan seperti ini "Selama orang itu makan nasi dan saya juga, maka saya juga bisa melakukan apa yang dia lakukan", karena hal tersebut akhirnya kita juga bisa jatuh ke jebakan: Selama kita makan nasi dan orang lain juga, orang lain juga dapat sama seperti kita, melakukan apa yang bisa kita lakukan.
Seringkali dalam hal berkomunitas di dalam sebuah gereja hal ini dapat terjadi juga, ketika si A melayani lebih dari si B, maka A bisa jatuh ke jebakan merasa lebih "hebat" dari si B, karena dia bisa melakukan apa yang si B tidak bisa ataupun tidak mau lakukan, dengan pandangan si B itu malas, tidak mau melakukan, tidak berusaha atau kurang rohani, tanpa ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang kapasitas si B yang berbeda dengan si A.
Dan sudah tentu kita tidak bisa menilai kerohanian seseorang dari banyaknya pelayanan yang mereka lakukan di dalam gereja khususnya. Dan setiap orang mempunyai kapasitas yang berbeda, bukan karena ada orang-orang tertentu tidak bisa melakukan seperti apa yang kita lakukan berarti kita bisa men-cap mereka adalah yang kurang rohani.
Mari yang melayani agak "kurang" karena keterbatasan kapasitas talenta dalam melayani, mengucap syukurlah dan tetaplah setia melayani Tuhan seberapa banyakpun yang Tuhan percayakan di dalam hidup kita, dan jangan rendah diri.
Mari yang melayani agak "banyak" karena banyaknya kapasitas talenta dalam melayani, ingatlah bahwa segala sesuatu adalah pemberian Tuhan, siapakah kita ini, hamba yang tidak berguna. Janganlah sekali-kali menyombongkan diri.
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment