Recent Posts

16 September, 2009

Menjadi 'tuhan' atas diri sendiri

Berapa kali kita mendengar doa seperti ini:
"Tuhan berkatilah hidup saya dengan berkatMu (uang dan kekayaan) agar namaMu dimuliakan, agar jangan aku dibuat malu bahwa aku punya Allah yang hebat dan besar"

Sekilas kita mendengar doa ini, seolah-olah bahwa akhirnya Tuhan yang dimuliakan tapi kalau kita telaah lebih jauh lagi dan benar-benar mau jujur, kenyataannya adalah bahwa tujuan akhirnya adalah untuk kepuasan diri kita, untuk keegoisan kita, untuk memenuhi hawa nafsu kita. Namun sadar atau tidak sadar banyak manusia terperangkap memakai topeng 'kemuliaan Tuhan' untuk memenuhi kepuasan diri mereka sendiri.

Apakah kalau kita tidak menerima berkat nama Tuhan tidak dimuliakan? Berarti apakah kemuliaan Tuhan bergantung kepada uang yang kita punya? Jadi ketika kita tidak diberkati maka kemuliaan Tuhan menjadi tidak sempurna? alias ada cacatnya. Justru konsep ini sama sekali salah, justru karena Dia Tuhan yang sudah mulia adanya, untuk itulah kita senantiasa harus memuliakan Dia dengan harta kita, hidup kita dan segala sesuatu karena memang Dia yang harus dimuliakan bukan karena Dia kekurangan kemuliaan. Jadi bukan karena harta kita Dia menjadi dimuliakan atau lebih dimuliakan.

Agustinus pun pernah mengatakan bahwa: Kecongkakan adalah awal dosa. Dan kecongkakan itu adalah peninggian diri sebagai hasil pemusatan perhatian kepada diri dalam mengejar kenikmatan hidup bagi diri sendiri. Daripada hidup bagi rencana Allah, manusia justru mengilahkan dirinya menjadi pusat segala sesuatu."

Sebaliknya mengapa kita tidak berdoa sebagai berikut:
"Tuhan berkatilah saya, namun kalau kemuliaanMu semakin dilihat orang lain ketika saya harus menjadi miskin, maka jadikanlah saya miskin"

Bisakah Tuhan menjadikan kaya? Bisa! Bisakah Tuhan membuat kita miskin untuk rencana Dia yang ajaib? Lebih bisa juga! Jadi semuanya adalah berdasarkan kedaulatan Tuhan. Saya menentang banyak pandangan bahwa menjadi Kristen harus diberkati, bahwa berkat kita tergantung dari doa kita, tergantung dari pelayanan kita, akhirnya kitalah yang menjadi 'tuhan' atas diri kita sendiri. Pandangan ini salah tentunya karena akhirnya yang kita capai adalah untuk kepuasan diri sendiri akan melibatkan motivasi yang salah dalam melayani Tuhan dan dalam berdoa.

0 comments:

Post a Comment