Recent Posts

30 September, 2009

Kisah seorang wanita bernama Rebecca

Ia menderita kanker payudara pada usianya yang ke-32. Ia memiliki seorang suami dengan 3 orang putri yang usianya 6 tahun, 4 tahun dan 2 tahun. Selama 18 bulan ia harus dikemoterapi. Kamarnya di rumah sakit penuh dengan kertas dan kaset. Ia mengerjakan rekaman untuk anak-anaknya, yang dapat dipergunakan kelak untuk menghadapi peristiwa-peristiwa penting hidup mereka. Berapa judul di antaranya: “Hari pertama masuk sekolah” “Becoming sweet 16” “Pacaran Pertama” “Ciuman pertama”. Setiap hari ia mengerjakan rekamannya. Ketika ia semakin lemah, dalam rekamannya ia menjelaskan bahwa ia akan pergi untuk tinggal dengan Allah Bapa dan menolong Allah untuk membangun rumah bagi anak-anaknya saat mereka tua nanti.

Suatu ketika Rebecca menelpon perawat yang dekat dengannya untuk dibawakan satu lagi kaset kosong. Sang perawat berpikir untuk merekam apa lagi kaset kosong itu, rasanya tidak ada hal penting lain yang belum ada rekamannya. Ketika kaset itu diserahkan kepada Rebecca, ia mengatakan “Ini akan menjadi kaset yang paling penting” Ia pun mulai merekam suaranya, “Ruthie, Hanna, Molly, suatu ketika ayah akan pulang membawa mama yang baru, saya ingin kalian membuatnya merasa istimewa. Betapa bangganya aku jika kalian bersikap baik kepadanya. Bantulah dia membereskan meja, bawakanlah dia bunga, sering-sering peluklah dia. Jangan bersedih terlalu lama. Yesus tahu kesedihanmu. Engkau pasti akan gembira kembali. Aku sangat mencintai kalian, peluk erat dari Ibu” Dua hari kemudian Rebecca menghembuskan nafas terakhirnya. Kaset-kaset itulah warisannya kepada anak-anaknya, yang suaminya akan perdengarkan saat peristiwa-peristiwa yang penting terjadi dalam kehidupan anak-anak mereka.

Warisan termiskin seorang tua pada anak adalah jika warisan itu hanya biologis dan materiil semata. Sayangnya usaha kita meninggalkan warisan rohani tidak segiat dan sekeras usaha kita meninggalkan harta duniawi.

Kutipan dari buku Yohan Candawasa - Menapaki Hari Bersama Allah

0 comments:

Post a Comment