Saya mengangkat judul ini terinpirasi dengan kata-kata sahabat saya, dia bertanya siapakah saingan terbesar Yesus, saya menjawab Iblis. Lalu dia berkata "Tidak, saingan terbesar Yesus adalah Uang" -- saya termenung sejenak dan kemudian mulai memikirkan, bahwa benar adanya uang menjadi saingan terbesar Yesus, bahkan banyak dari kita hanya karena uang akhirnya melupakan Yesus, celakanya ada yang mau uang dan mau Yesus, kalau saya bisa dapat uang karena saya terima Yesus maka saya akan terima Yesus, tapi kalau saya sudah punya uang, Yesus akan menjadi yang kedua dalam hidup saya. Inilah persaingan yang sangat ketat sekali, setiap hari kita harus bergumul akan hal ini.
Apa reaksi kita, ketika mungkin kita kecurian uang yang banyak sekali, atau bahkan sesuatu yang akhirnya membuat kita mengeluarkan uang yang tadinya kita sudah simpan-simpan, terus terang pasti kita akan mengalami kekuatiran, sesuatu yang harus kita bayar tapi sebenarnya kita enggan membayarnya karena kita merasa bukan kita yang seharusnya membayarnya. Hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi cara hidup kita, setidaknya pada hari itu ketika kejadian-kejadian tersebut berlangsung, namun baiklah kita kembali menghadap Tuhan dan percaya yakin bahwa Dialah sumber segalanya, bukan karena kita mau mendapatkan uang dari Dia, atau supaya Tuhan membantu kita menjadi uang kita supaya tidak ada kejadian yang terjadi di dalam hidup kita sehingga kita harus mengeluarkan uang. Namun supaya kita belajar bahwa hidup ini bukan untuk uang, tetapi untuk Tuhan -- Tuhanlah yang memberikan kepuasan yang abadi.
Ada satu pertanyaan yang ditanyakan kepada salah satu orang terkaya di dunia. "Kapan Bapak bisa puas dengan kekayaan Bapa?" -- Orang kaya tersebut menjawab "Ketika saya mendapatkan lebih dari apa yang saya punya" -- maka kita dapat katakan bahwa manusia tidak akan pernah puas dalam hal materi, ketika kita mengarahkan mata kita kepada hal-hal materi maka tidak akan pernah ada kepuasan di dalam hidup kita.
Arahkanlah senantiasa kepada hal-hal rohani, yaitu Yesus Kristus yang menjadi air hidup, memuaskan seluruh dahaga kita. Ini pun bukan berarti kita tidak harus bekerja, namun bekerjalah selagi bisa -- hanya janganlah menambatkan hati kita kepada harta di dunia ini yang tidak akan pernah dapat dibawa ke sorga.
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment