Orang Kristen : Pak Pendeta saya butuh pekerjaan nih.
Pak Pendeta : Kamu yakin Tuhan akan memberi kamu pekerjaan?
Orang Kristen : Yakin Pak, saya beriman
Pak Pendeta : Kalau begitu dalam 14 hari ini kamu akan mendapatkan pekerjaan
Setelah lewat 14 hari, orang Kristen masih belum mendapat pekerjaan dan kembali menemui Pak Pendeta.
Orang Kristen : Pak saya koq tetap ngak dapat pekerjaan?
Pak Pendeta : Kamu udah bayar persepuluhan kamu?
Orang Kristen : Udah
Pak Pendeta : Kamu udah berbuat baik sama orang?
Orang Kristen : Udah Pak.
Pak Pendeta : Kamu udah minta ampun sama Tuhan?
Orang Kristen : Udah Pak.
Pak Pendeta : Kalau begitu kamu kurang beriman.
Percakapan seperti ini tentunya sering kita dengar di dalam lingkungan gerejawi di jaman ini, mungkin ini pernah terjadi dalam kehidupan saudara, entah Anda menjadi Pak Pendeta atau yang menjadi Orang Kristen dalam percakapan tersebut. Apa benar karena kurang iman, akhirnya kita tidak mendapatkan pekerjaan, atau ‘berkat’ dalam hal ini. Kalau dapat lalu Pak Pendeta yang dipuji wah Pendeta A ini ‘nubuatan’ nya tokcer, wah kalau pendeta si B mah kagak ada kuasanya. Tunggu-tunggu, ini kan kita lagi ngomongin Pendeta yah bukan dukun, tapi koq sekarang kebanyakan pendeta jadi kayak dukun, memang seolah-olah mereka memakai ‘kuasa’ Tuhan tapi kalau nubuatan tersebut gagal akhirnya kita yang dinubuatin yang jadi korban, dengan mengatakan kita kurang iman. Akhirnya korban seperti kita ini berpikir apa yang saya sudah lakukan salah terhadap Tuhan sehingga saya tidak mendapat ‘berkat’, apa benar ‘berkat’ tersebut tergantung dari iman kita?
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Iman dapat saya katakan percaya akan segala sesuatu yang tidak kelihatan, entah itu keadaan buruk kita tetap beriman, walaupun kita tidak kelihatan bahwa Allah sedang menyertai kita, tapi kita tetap beriman karena kita tahu bahwa Allah selalu menyertai kita. Itulah iman sejati bukan berarti kita percaya sesuatu yang tidak kelihatan lalu yang tidak kelihatan itu menjadi kelihatan. Ini namanya Sulap, bim salabim – ini bukan iman. Ayo coba bayangkan kamu bakal dapat ‘Mercedes’, bayangkan kamu bakal dapat pekerjaan dalam minggu-minggu ini, pikirkan dan imajinasikan, dan ‘imani’ percaya bahwa Tuhan akan memberi, hmm...kembali saya katakan ini namanya sulap bukan iman.
Saya melihat kekristenan jaman sekarang akhirnya jatuh kepada keberhalaan pemberian Tuhan bukan kepada Tuhan, kita lebih mau pemberian – ‘berkat’ dalam hal ini daripada mau Tuhan. Akhirnya melegalkan bahwa otomatis kalau kita dekat dengan Sang Pemberi maka otomatis kita akan diberiNya pemberian-pemberian itu. Dia kan Tuhan yang kaya, tidak mungkin Dia tidak memberi. Hmm..Apa benar yah Tuhan selalu memberi apa yang kita mau? Kebanyakan akhirnya kita melegalkan segala konsep untuk mempertahankan konsep bahwa Allah adalah Allah yang menyediakan segala kebutuhan kita, sesuai dengan kehendak kita, kalau Allah sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan kita, maka saya akan tinggalkan Allah.
Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Betul sekali ayat ini, tapi berapa banyak dari kita melihat bahwa ketika Allah memberikan kita roti dan ikan, tapi kita seringkali melihatnya sebagai ular dan batu, seringkali yang kita minta kepada Allah seolah-olah adalah roti dan ikan walaupun kenyataannya adalah ular dan batu, untuk itulah Allah tidak memberi ular dan batu kepada kita karena Dia tahu yang terbaik untuk kita, walaupun kita tetap bersikeras bahwa ular dan batu itu adalah roti dan ikan bagi hidup kita.
Recent Posts
7 comments:
Cie cie cie ko anton... dibawah title Soli Deo Glorianya ada nama koko nih... Keren2 ko... :)
Siapa nih :) Randy yah pasti ...
yup bener ko... :) hhehehe...
sayah tiba2 kepengin makan roti abon breadtop... :) laperrrr
Apa hubungannya Roti Abon breadtop :) -- enakan Ikan Bandeng presto
loh, mustinya gw mo ninggalin komen di post yg org tua memberi roti ke anaknya...kok jd di post yg ini...hiya...idihh roti abon jao lebi enak kemana2. bandeng enakan di steam aja, lebi lembut.
Betul koq di akhir paragraph artikel ini juga ada ngomong soal roti dan ikan :)
Post a Comment