Recent Posts

07 December, 2009

Mengkritisi Lagu Mengampuni Jason

Ketika Hatiku Tlah Disakiti
Ajarku Memberi Hati Mengampuni
Ketika Hidupku Tlah Dihakimi
Ajarku Memberi Hati Mengasihi

Reff:
Ampuni Bila Kami Tak Mampu Mengampuni
Yang Bersalah Kepada Kami
Seperti Hati Yesus Mengampuni
Mengasihi Tiada Pamrih


Dalam lagu ini mau mengajarkan kita tentang bagaimana mungkin kita telah disakiti, atau hidup kita dihakimi maka kita minta Tuhan mengajar kita supaya bisa memberi hati yang mengampuni dan memberi hati yang mengasihi, untuk bagian bait ini mungkin tidak terlalu kentara kesalahannya. Namun ketika memasuki reffrainnya, dikatakan. Ampuni bila kami tak mampu mengampuni. Hmm...apa benar ini yang Tuhan ajarkan? Bukannya Tuhan mengajarkan kalau kita tidak bisa mengampuni orang lain maka kita tidak akan diampuni ini ada di Doa Bapa Kami, akhirnya kita menjadi seenaknya karena saya tidak bisa mengampuni orang lain tapi saya mau Tuhan tetap mengampuni saya. Kemudian diteruskan seperti hati Yesus mengampuni, mengasihi tiada pamrih, hmm...maksudnya apa, maksudnya kita mau supaya dengan kita tidak mengampuni orang lain, lalu kita melegalkan dan bilang Yesus aja mengampuni tanpa pamrih, demikian saya seharusnya diampuni juga tanpa pamrih, tanpa harus mengampuni orang lain. Hmm...sangat-sangat membingungkan.

Namun lagu ini banyak diminati di dalam kalangan Kristiani, kita seringkali terjebak dengan indahnya iringan musik tanpa mengerti kebenaran di dalam lirik lagu-lagu tersebut. Kalau kedengaran enak di kuping udah pasti benar, kalau bisa menjamah hati, sudah pasti benar? Hmm...apa benar? Ini namanya keegoisan, kebanyakan lagu-lagu kontemporer akhirnya berakhir hanya kepada kepuasan diri, pokoknya selama saya puas lirik menjadi nomor dua.

Mari sama-sama kita kembali berpikir secara tajam dalam memilih lagu dan mengarang lagu, harus diperhatikan baik-baik jangan sampai akhirnya kita terjebak dalam prinsip yang salah dan bertentangan dengan iman Kristen yang sesungguhnya.

8 comments:

simplerecipe said...

Ampuni (kami) Bila Kami Tak Mampu Mengampuni

hmm hidup itu kan proses...org mengampuni juga tidak semudah itu, kadang butuh waktu yg cukup lama. lagu ini (yg baru saya dengar satu menit yg lalu) si penyanyi mohon ampun kepada Tuhan karena masih belum mampu mengampuni.

Unknown said...

Orang yang tidak bisa mengampuni adalah tanda bahwa pengampunan Allah tidak ada pada dia, kalau dia bisa mengampuni maka nyata bahwa kasih Allah telah ada di dalam orang tersebut. Mengampuni bukan berarti melupakan, bagaimana kita tahu apakah kita sudah mengampuni, bahwa ketika kejadian itu dibuka kembali kita tidak akan sakit hati dan tidak akan berpengaruh apa-apa lagi dalam kehidupan kita.

Justru kalau si Penyanyi minta ampun, tentunya dia tahu kalau misalnya dia tidak bisa mengampuni berarti menjadi bukti bahwa Allah belum mengampuni dia.

Apa yang orang lain lakukan kepada kita sehingga kita tidak bisa mengampuni itu jauh lebih kecil, jauh lebih sedikit daripada kejahatan yang kita lakukan terhadap Tuhan.

Tapi ini pun bukan menjadi hubungan sebab akibat yang ujungnya kepada 'kedaulatan manusia', kalau saya mengampuni orang lain maka Tuhan akan mengampuni, karena memang pada dasarnya kita tidak akan bisa mengampuni orang lain tanpa kasih dari Tuhan, tapi ketika Tuhan sudah mengampuni hidup kita maka secara otomatis kita akan bisa mengampuni orang lain.

Anonymous said...

Ya anda mungkin blm mengalami suatu pergumulan berat sampai anda bisa bilang begitu. Coba kalau anda mengalami, mengampuni itu butuh proses, tidak semudah dibibir saja.
Ya saya jg mengerti tentang teori yg anda sampaikan yaitu jika Tuhan sudah mengampuni kita maka kita otomatis bisa mengampuni orang lain.
Saya tidak mengatakan itu salah, tp dalam suatu kasus yg berat, contohnya disakiti di dlm kluarga, diperkosa ayah kandung, ditinggalkan suaminya, dll, maka mengampuni nggak semudah anda ngomong kan?
Harap ini menjadi sebuah masukan yg membangun, sehingga anda lebih terbuka pikirannya lagi sebelum mengritik suatu hal.
Tuhan memberkati.

suksesbiz said...

Ya betul jangan asal kritik saja.... menghakimi orang lain....!

Anonymous said...

jika anda tahu kisah dibalik penulisan lagu ini, saudara akan memahami bagaimana beratnya mengampuni. Tidak hanya teori.

Anonymous said...

jika anda tahu kisah dibalik penulisan lagu ini, saudara akan memahami bagaimana beratnya mengampuni. Tidak hanya teori.

Anonymous said...

Saya sangat setuju dengan Pak Anton

Saya paham bagaimana beratnya mengampuni, saya sudah mengalami hal hal yang tak dapat suadara saudara bayangkan, dan dari itu saya belajar pentingnya mengampuni walaupun sungguh berat.

Lagu ini sangat indah baik di nada dan lirik bagian pertamanya, saya sangat menyukai lagu ini tapi dilain hal saya juga sangat terganggu dengan

'Ampuni Bila Kami Tak Mampu Mengampuni
Yang Bersalah Kepada Kami'

Saya memahami kalau kita sebagai pengikut Kristus, akan mendapat pengampunan ketika kita mampu mengampuni. Itulah yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri dalam doa Bapa Kami

Saya merasakan, saat saya mampu mengampuni, saat itu juga saya diampuni.

Jangan kita beradu komen di sini, saya hanya bersaksi apa yang saya alami dan saya pahami Tidak ingin membela Pak Anton ataupun menyalahkan penulis lagu.

Kasih Allah memberkati kita

Anonymous said...

Syalom... saya juga bingung dengan reff lagu tsb. Maka saya cari di inet apakah ada yg sudah pernah komen tentang hal ini. Dan saya menemukan link ini.

Pak Anton memang benar bahwa kalimat "ampuni bila kami tak mampu mengampuni" itu bertentangan dengan Firman Tuhan. Berulang kali dalam Alkitab disebut bahwa jika kita tidak mengampuni org lain maka Tuhan juga tidak akan mengampuni kita. Jadi Tuhan mengampuni dengan syarat. Bukan tanpa syarat.

Pendapat saya adalah jika kita belum mampu mengampuni karena masih proses, maka berdoanya cukup sampai "Tuhan tolong aku supaya aku bisa mengampuni". Jangan dilanjutkan dengan reff dalam lagu tsb.

Karena itu akan berbahaya, lagu ini bisa mengajarkan kepada org Kristen untuk tetap menyimpan dendam dan bermusuhan. Keluarga bisa hancur. Gereja bisa pecah. Bisa perang dunia ujung-ujungnya.
Tuhan Yesus memang mengajarkan supaya kita tidak saling menghakimi. Tetapi Tuhan Yesus juga mengajarkan agar kita saling menegur org yg bersalah dengan kasih untuk saling memnbangun (2 Timotius 4:2). Terima kasih. GBU...����

Post a Comment