Waktu bayi, aku senang sekali kalau susu datang menghampiri
Beranjak anak-anak, mainanlah yang membuat hidup semarak
Namun saat dewasa, kudamba kebahagiaan dalam kesuksesan
Kupikir semua itu bisa kudapat dalam harta dan kemewahan
Sampai suatu saat, 'ku bertobat, mengenal Sang Juruselamat
Hidupku dipenuhi berkat dan acapkali 'ku takjub akan mujizat.
'Ku kerja mati-matian, manfaatkan kesempatan, keruk keuntungan.
Namun semakin banyak kudapat, semakin takut aku kehilangan.
Semakin 'ku hidup berkelimpahan, semakin takut aku 'kan kemiskinan.
Aku berusaha habis-habisan, menjaga semua yang telah kudapatkan
Aku tak tahu lagi apa yang jadi tujuan, aku hanyut oleh kelimpahan
Aku melihat kasih Tuhan, kasihNya kurasakan melalui pemberian
Tapi jujur kukatakan, aku menikmati pemberian lebih daripada Tuhan.
Sampai suatu saat, Dia berbicara dengan bahasa kehilangan.
Suatu saat, tanganNya terangkat, maka hilanglah seluruh berkat.
Namun sangat ajaib! Sang Pemberi berkat kurasa hangat mendekat.
Suatu saat tanganNya kuat menekan, maka hilanglah kesehatan.
Dan harapan pun beralih pada Sang Sumber Hidup yang maha mapan
Suatu saat aku berteriak, tapi doaku bagaikan sirna ditelan hampa
Di situlah aku belajar mempercayai Dia bukan dengan cara fana
Pada saat aku memiliki dunia, sebenarnya aku tidak merasakan DIA.
Pada saat aku kehilangan semua, barulah kusadari sepenuhnya,
Kalau sebenarnya telah kudapatkan semua, bahkan lebih dari semua
Suyanto Japara
Beranjak anak-anak, mainanlah yang membuat hidup semarak
Namun saat dewasa, kudamba kebahagiaan dalam kesuksesan
Kupikir semua itu bisa kudapat dalam harta dan kemewahan
Sampai suatu saat, 'ku bertobat, mengenal Sang Juruselamat
Hidupku dipenuhi berkat dan acapkali 'ku takjub akan mujizat.
'Ku kerja mati-matian, manfaatkan kesempatan, keruk keuntungan.
Namun semakin banyak kudapat, semakin takut aku kehilangan.
Semakin 'ku hidup berkelimpahan, semakin takut aku 'kan kemiskinan.
Aku berusaha habis-habisan, menjaga semua yang telah kudapatkan
Aku tak tahu lagi apa yang jadi tujuan, aku hanyut oleh kelimpahan
Aku melihat kasih Tuhan, kasihNya kurasakan melalui pemberian
Tapi jujur kukatakan, aku menikmati pemberian lebih daripada Tuhan.
Sampai suatu saat, Dia berbicara dengan bahasa kehilangan.
Suatu saat, tanganNya terangkat, maka hilanglah seluruh berkat.
Namun sangat ajaib! Sang Pemberi berkat kurasa hangat mendekat.
Suatu saat tanganNya kuat menekan, maka hilanglah kesehatan.
Dan harapan pun beralih pada Sang Sumber Hidup yang maha mapan
Suatu saat aku berteriak, tapi doaku bagaikan sirna ditelan hampa
Di situlah aku belajar mempercayai Dia bukan dengan cara fana
Pada saat aku memiliki dunia, sebenarnya aku tidak merasakan DIA.
Pada saat aku kehilangan semua, barulah kusadari sepenuhnya,
Kalau sebenarnya telah kudapatkan semua, bahkan lebih dari semua
Suyanto Japara
1 comments:
bagus bgt! gayanya mirip sapardi djoko damono, sederhana tapi bermakna :)
Post a Comment