Hmm...pertanyaan ini tentunya sering dipertanyakan dalam kehidupan kita, apakah boleh orang Kristen menjadi kaya (dalam hal uang dan kepemilikan barang jasmaniah). Yang paling pertama harus ditanyakan sebelum pertanyaan tersebut terbesik adalah, untuk apa kita kaya? Apakah untuk mendapatkan lebih, apakah supaya kita dipandang lebih terhormat, apakah supaya orang lain 'memuliakan' Tuhan karena melihat kita kaya (walaupun kenyataannya malah membuat orang iri hati -- tidak semua), apakah supaya kita dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah kita, keinginan dan nafsu kita supaya kita dapat menikmati segala sesuatu dalam hidup ini? Kalau kita menjawab "Ya' dalam pertanyaan tersebut, maka kekristenan kita hanyalah menjadi topeng untuk menjadi kaya, untuk cinta akan uang.
Kesalahan fatal kita sebagai orang yang memiliki kekayaan entah berapa pun yang kita miliki adalah keinginan untuk memiliki lebih dan lebih tanpa menyadari tanggung jawab yang Tuhan berikan untuk mengelolah kekayaan tersebut demi kemuliaan Tuhan bukan kemuliaan diri sendiri. Keinginan untuk tidak memberi semakin meningkat di kalangan orang-orang kaya yang tidak mengerti konsep dasar kekayaan demi kemuliaan Tuhan, Orang yang mempunyai banyak kekayaan justru orang yang akhirnya takut kehilangan, karena kalau cinta uang itu sudah berakar dalam hati maka manusia tidak akan pernah puas dalam hal kekayaan yang mereka miliki.
Seringkali gaya hidup kita pun ditentukan oleh kekayaan kita, entah apa yang kita pakai, mobil apa yang kita kendarai, berapa properti yang kita punya, SAYA LAYAK mendapatkan semua itu!!! (legalisme diri sendiri) -- sambil berkata seperti itu dalam hati, saya sudah berusaha mati-matian untuk mendapatkan kekayaan jadi saya layak untuk menikmatinya...hmmm...benarkah hal itu, benarkah yang kita dapatkan semuanya adalah karena hasil usaha kita, atau Tuhan yang mempercayakan kita akan kekayaan tersebut, Dia mau supaya kita dapat memaksimalkan kekayaan tersebut untuk lebih banyak melakukan pekerjaan yang baik. (baca: 1 Timotius 6:18)
Jadi bolehkah orang Kristen menjadi kaya? Tentu boleh, kalau bisa kaya yah kaya, kalau memang Tuhan mengijinkan kita kaya, namun kita harus menyadari bahwa suatu tanggung jawab yang lebih besar ketika kita memiliki kekayaan tersebut, karena kekayaan tersebut bukan punya kita, dan seharusnya kekayaan ini tidak mengubah cara berpikir kita, gaya hidup, sumber entertainment kita, dan apapun itu yang kita merasa itu menjadi simbol kekayaan kalau kita sudah dapat menikmati atau memilikinya.
Pengertian 'kaya' pun mulai rancu, dan sangat relatif -- bagi A kaya itu kalau sudah punya kapal pesiar, bagi B kalau sudah bisa makan pun sudah jadi orang kaya. Namun bukan harus menjadi orang kaya atau tidak baru kita dapat melayani Tuhan, layanilah Tuhan dalam segala hal, dalam segala kondisi dalam hidup kita. Tuhan memberkati.
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment