Recent Posts

05 June, 2010

Kain dan Habel

Tentunya kita sudah sering mendengar kisah Kain dan Habel, pertanyaan yang sering ditanyakan mengapa Tuhan  mengindahkan persembahan Habel tapi tidak mengindahkan persembahan Kain, mengapa hal ini terjadi?

Ada pandangan mengatakan, bahwa karena Habel memberikan lemak-lemak dan timbulah asumsi bahwa Habel memberikan yang terbaik sedangkan Kain hanya memberikan hanya sebagian dari hasil tanah, atas dasar inilah Tuhan hanya mengindahkan persembahan Habel.

Ada juga pandangan yang mengatakan Tuhan hanya mengindahkan korban bakaran untuk itulah persembahan Habel yang diterima, dan ada yang berpendapat salah sendiri Kain tidak mau menukarkan sebagian hasil tanahnya dengan domba kepunyaan Habel.

Apakah pendapat kedua ini dapat diterima, kalau memang keduanya benar apakah memang kita diselamatkan  oleh karena perbuatan kita? Dalam suratan Ibrani dikatakan

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Apakah ini berarti karena Habel 'lebih percaya' kepada Tuhan dibandingkan Kain? Tanpa iman tidak ada seorang yang dapat melihat Allah, karena tanpa Iman kita tidak akan pernah dapat percaya bahwa Allah itu ada dan bahwa Allah mengutus anakNya untuk menjadi tebusan bagi kita, dan Iman itu nyata oleh penebusan di dalam Kristus Yesus sebagai perantara antara manusia yang berdosa dengan Allah yang Maha Agung.

Jadi percaya kepada Tuhan semata-mata karena anugrah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita bukan karena kita yang melakukannya. Dan Habel pun diindahkan persembahannya hanya oleh kasih karunia Allah tanpa ada dasar perbuatan yang dilakukan oleh Habel, apakah berarti Allah tidak adil? Mustahil Allah tidak adil.

Roma 9:15-16
Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

1 Yohanes 4:10
Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

0 comments:

Post a Comment