Recent Posts

17 June, 2010

Suka menjelekkan orang

"Oh si anu loh gini gitu, tau ngak kenapa" -- begitulah yang sering kita dengar tentunya ketika kita mendengar berita buruk mengenai orang, 'gosip' -- gosip bukan hanya membicarakan ketidakbenaran dari orang lain, bahkan kalaupun fakta tapi jika hal itu membuat orang yang dibicarakan tersebut tidak nyaman, sudah termasuk kategori gosip, - menjelekkan orang.

Mengapa sih kita suka menjelekkan orang? Apakah karena kita merasa kita akan lebih tinggi dari orang tersebut? Atau karena berusaha menutup kejelekan kita yang kita sadari dalam lubuk hati kita, untuk melarikan dari hal tersebut jadi kita akhirnya suka menjelekkan orang lain. Apakah benar ada orang yang lebih jelek dan ada orang yang tidak lebih jelek? Saya ini bagus loh, orang lain jelek! Apakah benar ada kemungkinan seperti itu bahwa satu orang lebih baik dari orang yang lain. Ternyata tidak. Karena semua manusia sudah jatuh dalam dosa, dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Ketika kita menyadari dosa kita lebih besar dari orang lain, bukan hanya karena kita melakukan perbuatan jahat yang lebih banyak, tapi kita menyadari di dalam lubuk hati kita yang paling dalam bahwa kita adalah manusia yang berdosa. Manusia yang tidak mau Allah. Jika kita mau Allah - hal tersebut hanya karena kasih karunia, jadi apalagi yang harus dibanggakan? Selain dari Kasih Karunia di dalam Kristus Yesus.

Jika kita belum mengetahui betapa bobroknya hidup kita dan belum mengalami kasih karunia, maka kita akan terus menjelekkan orang, seolah-olah dengan menjelekkan orang kita akan menjadi sedikit lebih bernilai dari keadaan yang sekarang - karena kita masih hidup untuk menjadi penyelamat bagi diri kita sendiri.

0 comments:

Post a Comment